alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pemkot Madiun Bedah RTLH-Jambanisasi Habiskan Rp 1,3 Miliar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Madiun bakal diperbaiki mulai bulan depan. Total ada 60 unit yang akan dibedah. ‘’Juga ada program jambanisasi untuk 40 KPM (keluarga penerima manfaat),’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Kamis (23/6).

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,2 miliar. Perinciannya, untuk  perbaikan RTLH per KPM mendapat bantuan Rp 15 juta. Sedangkan, jambanisasi Rp 7,5 juta per titik. ‘’Prioritas penerima program ini adalah yang terdata di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial),’’ ujarnya.

Saat ini pihaknya tengah merampungkan proses pendataan administrasi KPM sebelum merealisasikan pekerjaan. Diperkirakan pekan depan sudah bisa dimulai. ‘’Proses pendataannya juga sangat panjang, karena merupakan bantuan sosial,’’ terang Totok.

Dia menambahkan, proyek ini dikerjakan kelompok masyarakat (pokmas). Alasannya, mereka dinilai paling mengetahui kondisi di lapangan. ‘’Mereka juga yang akan belanja kebutuhan bahan bangunannya,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Kejar Tayang Garap Wisata Kuliner Bogowonto

Menurut Totok, program rehab RTLH kali ini belum termasuk bantuan dari swasta. Seperti di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk yang dikerjakan organisasi Shiddiqiyyah. ‘’Setahu saya ada tiga unit rumah yang mendapat bantuan rehab dari pihak swasta,’’ ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa KPM program ini usulan dari kelurahan. Syaratnya, masuk dalam DTKS dan harus warga Kota Madiun. Di samping itu, rumah yang akan direhab berdiri di lahan pribadi. Program ini merupakan upaya menyediakan rumah layak huni. Sekaligus memproteksi warga dari sisi kesehatan. ‘’Semangat kami mengurangi angka kemiskinan dan kawasan kumuh di Kota Madiun,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Madiun bakal diperbaiki mulai bulan depan. Total ada 60 unit yang akan dibedah. ‘’Juga ada program jambanisasi untuk 40 KPM (keluarga penerima manfaat),’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Kamis (23/6).

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,2 miliar. Perinciannya, untuk  perbaikan RTLH per KPM mendapat bantuan Rp 15 juta. Sedangkan, jambanisasi Rp 7,5 juta per titik. ‘’Prioritas penerima program ini adalah yang terdata di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial),’’ ujarnya.

Saat ini pihaknya tengah merampungkan proses pendataan administrasi KPM sebelum merealisasikan pekerjaan. Diperkirakan pekan depan sudah bisa dimulai. ‘’Proses pendataannya juga sangat panjang, karena merupakan bantuan sosial,’’ terang Totok.

Dia menambahkan, proyek ini dikerjakan kelompok masyarakat (pokmas). Alasannya, mereka dinilai paling mengetahui kondisi di lapangan. ‘’Mereka juga yang akan belanja kebutuhan bahan bangunannya,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun Larang Kepala OPD Mudik ke Luar Kota

Menurut Totok, program rehab RTLH kali ini belum termasuk bantuan dari swasta. Seperti di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk yang dikerjakan organisasi Shiddiqiyyah. ‘’Setahu saya ada tiga unit rumah yang mendapat bantuan rehab dari pihak swasta,’’ ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa KPM program ini usulan dari kelurahan. Syaratnya, masuk dalam DTKS dan harus warga Kota Madiun. Di samping itu, rumah yang akan direhab berdiri di lahan pribadi. Program ini merupakan upaya menyediakan rumah layak huni. Sekaligus memproteksi warga dari sisi kesehatan. ‘’Semangat kami mengurangi angka kemiskinan dan kawasan kumuh di Kota Madiun,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/