alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Vaksin Moderna Efektif, tapi KIPI Lebih Tinggi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas kesehatan (dinkes) tidak mau sembarangan melakukan vaksinasi antikorona menggunakan vaksin Moderna. Pasalnya, tingkat kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) jenis vaksin itu lebih tinggi, meski evektivitasnya menangkal Covid-19 diklaim lebih baik.

Karena itu, dinkes menyasar calon penerima vaksinasi Moderna yang benar-benar paham manfaat maupun efek samping jenis vaksin tersebut. ‘’Tersedia 4 ribu dosis vaksin Moderna dropping dari Jatim,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (23/8).

Djaka mengungkapkan, vaksin Moderna berbeda dengan jenis vaksin lain. Baik KIPI maupun efektivitasnya. Efek samping vaksin pabrikan Amerika itu lebih kuat. Penerima vaksin dapat merasakan nyeri berlebih di sekitar titik suntikan, meriang, lemas, dan panas.

Baca Juga :  Ekspansi ke Kota Madiun, McDonald Investasikan Duit Rp 5 Miliar

KIPI seperti itu, lanjut dia, terjadi selama dua sampai tiga hari setelah penyuntikan. ‘’Karena efek samping yang seperti itu, kami tidak serta-merta menyuntikkan ke warga. Perlu sasaran yang benar-benar paham tentang manfaat dan efek samping vaksin. Karakter sebagian masyarakat yang takut dengan vaksin juga jadi pertimbangan. Tapi, secara umum, aman,’’ bebernya. (den/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas kesehatan (dinkes) tidak mau sembarangan melakukan vaksinasi antikorona menggunakan vaksin Moderna. Pasalnya, tingkat kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) jenis vaksin itu lebih tinggi, meski evektivitasnya menangkal Covid-19 diklaim lebih baik.

Karena itu, dinkes menyasar calon penerima vaksinasi Moderna yang benar-benar paham manfaat maupun efek samping jenis vaksin tersebut. ‘’Tersedia 4 ribu dosis vaksin Moderna dropping dari Jatim,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (23/8).

Djaka mengungkapkan, vaksin Moderna berbeda dengan jenis vaksin lain. Baik KIPI maupun efektivitasnya. Efek samping vaksin pabrikan Amerika itu lebih kuat. Penerima vaksin dapat merasakan nyeri berlebih di sekitar titik suntikan, meriang, lemas, dan panas.

Baca Juga :  Penjagaan Ketat, Tanpa Surat Lengkap Harus Putar Balik

KIPI seperti itu, lanjut dia, terjadi selama dua sampai tiga hari setelah penyuntikan. ‘’Karena efek samping yang seperti itu, kami tidak serta-merta menyuntikkan ke warga. Perlu sasaran yang benar-benar paham tentang manfaat dan efek samping vaksin. Karakter sebagian masyarakat yang takut dengan vaksin juga jadi pertimbangan. Tapi, secara umum, aman,’’ bebernya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/