alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Mata-matai Perilaku Pengendara, Dishub Tambah Kamera Pengawas di Tujuh Persimpangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perilaku berkendara semakin diawasi. Pemantauan closed circuit television (CCTV) ditambahkan pada tujuh titik traffic light (TL). Meliputi Simpang Hayam Wuruk, Simpang Cintandui-Agus Salim, Simpang Puspowarno-Ring Road, Simpang Tri Jaya, Simpang Fatur, dan Simpang Merak.

Untuk memenuhi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun merogoh kocek APBD hingga Rp 600 juta. Saat jam-jam tertentu, kepadatan volume kendaraan di sejumlah titik patut dimata-matai. ‘’Selain merekam kepadatan, juga memantau kemungkinan kejahatan di jalan,’’ kata Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rosidi.

Dishub juga melakukan penggantian CCTV dari sistem wireless menjadi fiber optik. Agar jaringan sinyalnya tak sering putus-nyambung. Koneksinya lebih stabil saat cuaca buruk. Meski, dari 56 CCTV yang sudah terpasang di 21 persimpangan, 13 unit masih dalam perbaikan. ‘’Fungsinya baru sebatas pemantauan. Belum sampai penerapan e-tilang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terpikat Hati Disuguhi Literasi, Tari, dan Minyak Wangi

Pengaturan lalu lintas di tiga titik TL dapat dikontrol dari jarak jauh. Saat jam tertentu, durasi lampu merah, hijau, dan kuning bisa diatur. Disesuaikan kondisi jalan dan tingkat kepadatan. Saat ini, dishub cenderung menerapkan area traffic control system (ATCS) atau sistem pengendali lampu lalu lintas. Sistem ini diyakini mendukung efisiensi waktu dan biaya. Karena lalu lintas dapat terpantau langsung melalui command center dishub maupun TMC Polresta. Pun, telah dilengkapi kamera berputar, dua radar, dan speaker di tiap persimpangan. ‘’Kami bisa mengimbau langsung pengendara lewat command center,’’ terangnya. (her/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perilaku berkendara semakin diawasi. Pemantauan closed circuit television (CCTV) ditambahkan pada tujuh titik traffic light (TL). Meliputi Simpang Hayam Wuruk, Simpang Cintandui-Agus Salim, Simpang Puspowarno-Ring Road, Simpang Tri Jaya, Simpang Fatur, dan Simpang Merak.

Untuk memenuhi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun merogoh kocek APBD hingga Rp 600 juta. Saat jam-jam tertentu, kepadatan volume kendaraan di sejumlah titik patut dimata-matai. ‘’Selain merekam kepadatan, juga memantau kemungkinan kejahatan di jalan,’’ kata Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rosidi.

Dishub juga melakukan penggantian CCTV dari sistem wireless menjadi fiber optik. Agar jaringan sinyalnya tak sering putus-nyambung. Koneksinya lebih stabil saat cuaca buruk. Meski, dari 56 CCTV yang sudah terpasang di 21 persimpangan, 13 unit masih dalam perbaikan. ‘’Fungsinya baru sebatas pemantauan. Belum sampai penerapan e-tilang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Surya Anggara Berjaya di Pameran Seni Rupa Biennale Jatim

Pengaturan lalu lintas di tiga titik TL dapat dikontrol dari jarak jauh. Saat jam tertentu, durasi lampu merah, hijau, dan kuning bisa diatur. Disesuaikan kondisi jalan dan tingkat kepadatan. Saat ini, dishub cenderung menerapkan area traffic control system (ATCS) atau sistem pengendali lampu lalu lintas. Sistem ini diyakini mendukung efisiensi waktu dan biaya. Karena lalu lintas dapat terpantau langsung melalui command center dishub maupun TMC Polresta. Pun, telah dilengkapi kamera berputar, dua radar, dan speaker di tiap persimpangan. ‘’Kami bisa mengimbau langsung pengendara lewat command center,’’ terangnya. (her/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/