alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Kota Madiun Zero Kasus PMK, Vaksinasi Anti-PMK Terus Digencarkan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun ogah terlena dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kendati tidak ada laporan kasus baru, vaksinasi anti-PMK terus digencarkan.

Catatan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat, hingga saat ini capaian dosis ketiga mencapai 10 persen. ‘’Semua populasi sapi, kambing, dan domba wajib menerima vaksin,’’ kata Margaretha Dian Wartiningdyah, subkoordinator peternakan dan kesehatan hewan DKPP Kota Madiun, Jumat (23/9).

Dia menyebutkan, ada 117 kasus PMK di Kota Madiun. Perinciannya, 47 hewan ternak dan 63 hewan kurban. Tujuh di antaranya mati. Untuk pencegahan, DKPP fokus pada percepatan vaksinasi seluruh hewan ternak. ‘’Vaksinasi untuk sapi 300 ekor dan kambing atau domba 600 ekor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sapi Terpapar PMK Dilarang Dikurbankan

Capaian dosis pertama menyasar 313 ekor dan dosis kedua disuntikkan ke 497 ekor. Sedangkan vaksinasi dosis ketiga menyasar lebih dari 1.000 ekor hewan ternak. Oktober nanti ditargetkan tuntas. ‘’Sebenarnya di Kota Madiun sudah zero kasus PMK. Tapi, vaksinasi akan terus kami berikan untuk mempertahankan zero kasus,’’ ungkapnya.

Untuk sebaran kasus di Kota Madiun, tertinggi di Kecamatan Manguharjo yang mencapai 50 persen. Disusul Kecamatan Kartoharjo 35 persen dan Kecamatan Taman 15 persen.

Pun, sampai saat ini pengawasan hewan ternak yang masuk ke Kota Madiun diperketat. Yakni, harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). ‘’Saat ini kami masih mengikuti program dari pemerintah. Tahun depan mungkin akan ada booster,’’ jelas Margaretha. (mg4/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun ogah terlena dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kendati tidak ada laporan kasus baru, vaksinasi anti-PMK terus digencarkan.

Catatan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat, hingga saat ini capaian dosis ketiga mencapai 10 persen. ‘’Semua populasi sapi, kambing, dan domba wajib menerima vaksin,’’ kata Margaretha Dian Wartiningdyah, subkoordinator peternakan dan kesehatan hewan DKPP Kota Madiun, Jumat (23/9).

Dia menyebutkan, ada 117 kasus PMK di Kota Madiun. Perinciannya, 47 hewan ternak dan 63 hewan kurban. Tujuh di antaranya mati. Untuk pencegahan, DKPP fokus pada percepatan vaksinasi seluruh hewan ternak. ‘’Vaksinasi untuk sapi 300 ekor dan kambing atau domba 600 ekor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ikut Challenge Sebulan 11 Kali Nanjak ke Cemoro Sewu

Capaian dosis pertama menyasar 313 ekor dan dosis kedua disuntikkan ke 497 ekor. Sedangkan vaksinasi dosis ketiga menyasar lebih dari 1.000 ekor hewan ternak. Oktober nanti ditargetkan tuntas. ‘’Sebenarnya di Kota Madiun sudah zero kasus PMK. Tapi, vaksinasi akan terus kami berikan untuk mempertahankan zero kasus,’’ ungkapnya.

Untuk sebaran kasus di Kota Madiun, tertinggi di Kecamatan Manguharjo yang mencapai 50 persen. Disusul Kecamatan Kartoharjo 35 persen dan Kecamatan Taman 15 persen.

Pun, sampai saat ini pengawasan hewan ternak yang masuk ke Kota Madiun diperketat. Yakni, harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). ‘’Saat ini kami masih mengikuti program dari pemerintah. Tahun depan mungkin akan ada booster,’’ jelas Margaretha. (mg4/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/