alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Ratusan Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Bulan Ini

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Euforia mewarnai status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 Kota Madiun. Seiring kelonggaran di berbagai sektor, banyak warga terlena dan menganggap pandemi Covid-19 telah sirna. Ujung-ujungnya, mereka mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Karena itu, menghadapi momen Natal dan tahun baru (Nataru), penindakan bakal semakin ditingkatkan. Sebab, kemarin (22/11) 14 warga terjaring operasi yustisi di Bundaran Taman. Beberapa di antaranya berstatus pelajar. ‘’Ada yang mengaku lupa bawa masker,’’ kata Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Satsabhara Polres Madiun Kota Ipda Basuki.

Mereka yang terjaring razia digiring ke halaman Kantor Kecamatan Taman untuk dimintai keterangan. Beberapa di antaranya mengaku merasa aman dan menganggap virus korona sudah tidak ada. ‘’Untuk sementara pelanggar kami ingatkan dan berikan edukasi,’’ ujarnya.

Basuki memastikan operasi yustisi bakal terus digelar. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminimalkan sebaran Covid-19. Setelah diperingatkan, para pelanggar diberi masker dan diizinkan kembali melanjutkan aktivitas. ‘’Rata-rata mereka tidak menyadari bahwa Covid-19 masih ada,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Sumanto menyatakan bahwa penindakan dalam PPKM level 1 dilaksanakan lebih persuasif. Pelanggar tidak didenda sebagaimana operasi yustisi PPKM level 3. ‘’Bagi yang tidak menggunakan masker, karena kita level 1, kami beri edukasi dan peringatan tertulis,’’ jelas Sumanto.

Baca Juga :  Level PPKM Pacitan Turun, Kinerja Satgas Covid-19 Dievaluasi

Menurut dia, setiap hari masih saja ditemukan pelanggar prokes saat operasi yustisi di objek-objek vital. Data sepanjang November hingga kemarin, sedikitnya 269 pelanggar ditindak. ‘’Ini upaya persuasif yang diinstruksikan atasan kepada kami di lapangan. Penindakan dengan humanis dan memberikan edukasi,’’ terangnya.

Sumanto menegaskan, meski level PPKM di Kota Madiun turun, warga diminta tidak abai prokes. Apalagi menjelang Nataru, warga diminta mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. ‘’Jelang Nataru, kami imbau semakin disiplin prokes,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, kasus Covid-19 di Kota Madiun semakin terkendali. Diskominfo Kota Madiun melaporkan nihil kasus konfirmasi kemarin. Hanya ada dua pasien dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Sementara isolasi mandiri (isoman) dan isolasi terpadu (isoter) zero kasus. Pun, nihil kasus meninggal dunia. Sementara, kumulatif sejak awal pandemi, kasus konfirmasi 7.266 orang, 6.753 sembuh, dan 511 meninggal dunia. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Euforia mewarnai status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 Kota Madiun. Seiring kelonggaran di berbagai sektor, banyak warga terlena dan menganggap pandemi Covid-19 telah sirna. Ujung-ujungnya, mereka mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Karena itu, menghadapi momen Natal dan tahun baru (Nataru), penindakan bakal semakin ditingkatkan. Sebab, kemarin (22/11) 14 warga terjaring operasi yustisi di Bundaran Taman. Beberapa di antaranya berstatus pelajar. ‘’Ada yang mengaku lupa bawa masker,’’ kata Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Satsabhara Polres Madiun Kota Ipda Basuki.

Mereka yang terjaring razia digiring ke halaman Kantor Kecamatan Taman untuk dimintai keterangan. Beberapa di antaranya mengaku merasa aman dan menganggap virus korona sudah tidak ada. ‘’Untuk sementara pelanggar kami ingatkan dan berikan edukasi,’’ ujarnya.

Basuki memastikan operasi yustisi bakal terus digelar. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminimalkan sebaran Covid-19. Setelah diperingatkan, para pelanggar diberi masker dan diizinkan kembali melanjutkan aktivitas. ‘’Rata-rata mereka tidak menyadari bahwa Covid-19 masih ada,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Sumanto menyatakan bahwa penindakan dalam PPKM level 1 dilaksanakan lebih persuasif. Pelanggar tidak didenda sebagaimana operasi yustisi PPKM level 3. ‘’Bagi yang tidak menggunakan masker, karena kita level 1, kami beri edukasi dan peringatan tertulis,’’ jelas Sumanto.

Baca Juga :  Fokus Sosialisasi, Kurangi Intensitas Operasi Yustisi

Menurut dia, setiap hari masih saja ditemukan pelanggar prokes saat operasi yustisi di objek-objek vital. Data sepanjang November hingga kemarin, sedikitnya 269 pelanggar ditindak. ‘’Ini upaya persuasif yang diinstruksikan atasan kepada kami di lapangan. Penindakan dengan humanis dan memberikan edukasi,’’ terangnya.

Sumanto menegaskan, meski level PPKM di Kota Madiun turun, warga diminta tidak abai prokes. Apalagi menjelang Nataru, warga diminta mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. ‘’Jelang Nataru, kami imbau semakin disiplin prokes,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, kasus Covid-19 di Kota Madiun semakin terkendali. Diskominfo Kota Madiun melaporkan nihil kasus konfirmasi kemarin. Hanya ada dua pasien dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Sementara isolasi mandiri (isoman) dan isolasi terpadu (isoter) zero kasus. Pun, nihil kasus meninggal dunia. Sementara, kumulatif sejak awal pandemi, kasus konfirmasi 7.266 orang, 6.753 sembuh, dan 511 meninggal dunia. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru