23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Serapan Belanja Daerah 67,62 Persen, Maidi Minta OPD Percepat Kegiatan

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tutup buku 2022 kurang satu setengah bulan lagi. Namun, realisasi belanja daerah APBD 2022 masih jauh serapannya. Hingga pertengahan November ini, capaiannya 67,62 persen. Dari alokasi Rp 1,3 triliun, baru terserap Rp 886 miliar.

‘’Karena PAK (perubahan anggaran keuangan) juga baru disetujui dan pekerjaan tengah on progress,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, Rabu (23/11).

Menurut dia, persentase realisasi tersebut dari APBD murni dan PAK 2022. Sekitar 32 persen yang belum terserap itu ada di PAK. Pun, anggarannya dibagi merata seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga, progres realisasinya juga menyesuaikan program di setiap OPD. ‘’Kalau APBD murni insya Allah hampir terserap semua. Saat ini yang belum terserap PAK saja,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Penonton Konser Dewa 19 di Madiun Dibatasi

Soeko tak menampik ada sejumlah OPD yang lamban menyerap anggaran. Pun, juga ada yang melakukan percepatan program. Namun, berkas administrasi atau surat pertanggungjawaban (SPJ)-nya belum dirampungkan. ‘’Sehingga, ini memengaruhi pencatatan realisasinya,’’ sebutnya.

Kendati begitu, Soeko optimistis realisasi bakal melesat pada pertengahan bulan depan (Desember). Bahkan, dia yakin capaiannya di atas 90 persen. ‘’Sudah on the track. Semua kegiatan sudah dikerjakan. Insya Allah tinggal SPJ saja,’’ ujarnya.

Namun, Soeko tetap mem-warning seluruh OPD untuk mengebut serapan belanja daerah tersebut. Jika kegiatan mengalami kendala, dapat berkoordinasi dengan pimpinan untuk mencari solusi. ‘’Meski sudah on the track, tapi kami juga mengharapkan OPD segera merealisasikan kegiatan mereka,’’ pintanya. (ggi/sat)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tutup buku 2022 kurang satu setengah bulan lagi. Namun, realisasi belanja daerah APBD 2022 masih jauh serapannya. Hingga pertengahan November ini, capaiannya 67,62 persen. Dari alokasi Rp 1,3 triliun, baru terserap Rp 886 miliar.

‘’Karena PAK (perubahan anggaran keuangan) juga baru disetujui dan pekerjaan tengah on progress,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, Rabu (23/11).

Menurut dia, persentase realisasi tersebut dari APBD murni dan PAK 2022. Sekitar 32 persen yang belum terserap itu ada di PAK. Pun, anggarannya dibagi merata seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga, progres realisasinya juga menyesuaikan program di setiap OPD. ‘’Kalau APBD murni insya Allah hampir terserap semua. Saat ini yang belum terserap PAK saja,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Bogowonto Diperkirakan Rampung Tiga Bulan

Soeko tak menampik ada sejumlah OPD yang lamban menyerap anggaran. Pun, juga ada yang melakukan percepatan program. Namun, berkas administrasi atau surat pertanggungjawaban (SPJ)-nya belum dirampungkan. ‘’Sehingga, ini memengaruhi pencatatan realisasinya,’’ sebutnya.

Kendati begitu, Soeko optimistis realisasi bakal melesat pada pertengahan bulan depan (Desember). Bahkan, dia yakin capaiannya di atas 90 persen. ‘’Sudah on the track. Semua kegiatan sudah dikerjakan. Insya Allah tinggal SPJ saja,’’ ujarnya.

Namun, Soeko tetap mem-warning seluruh OPD untuk mengebut serapan belanja daerah tersebut. Jika kegiatan mengalami kendala, dapat berkoordinasi dengan pimpinan untuk mencari solusi. ‘’Meski sudah on the track, tapi kami juga mengharapkan OPD segera merealisasikan kegiatan mereka,’’ pintanya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru