alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pandemi, Banyak Sektor Ekonomi Terkontraksi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Melandainya kurva kasus Covid-19 dinilai sinyal positif kebangkitan sektor ekonomi yang sebelumnya mengalami keterpurukan. Pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini diyakini membaik. ‘’Perlu digarisbawahi, itu bukan prediksi BPS (Badan Pusat Statistik), tapi kacamata pribadi saya melihat fakta lapangan,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny, Senin (24/1/2022).

Dwi menyebutkan, pada 2020 lalu banyak sektor ekonomi yang mengalami kontraksi besar. Itu tidak terlepas dari adanya berbagai pembatasan seiring merebaknya Covid-19. Paling parah industri pengolahan. ‘’Minus 12,84 persen,’’ ungkapnya.

Sektor lain yang mengalami kontraksi, lanjut dia, perdagangan besar dan eceran (-11,18 persen), jasa lainnya (-10,68 persen), serta penyediaan akomodasi makan dan minum (-7,98 persen). ‘’Dampaknya sangat terasa,’’ ujar Dwi.

Baca Juga :  Kasus Politik Uang Terancam Menguap

Di sisi lain, beberapa sektor mengalami pertumbuhan di masa pandemi. Paling tinggi informasi dan komunikasi (16,12 persen). Disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan (11,57 persen); serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial (9,98 persen). ‘’Untuk pertumbuhan ekonomi 2021 baru bisa kami sampaikan bulan depan,’’ tuturnya.

Dwi menambahkan, minimnya lahan pertanian di Kota Madiun membuat daerah setempat mengalami kontraksi hebat akibat pandemi. ‘’Mungkin perlu ada ekspansi area pertanian untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang,’’ pungkasnya. (mg4/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Melandainya kurva kasus Covid-19 dinilai sinyal positif kebangkitan sektor ekonomi yang sebelumnya mengalami keterpurukan. Pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini diyakini membaik. ‘’Perlu digarisbawahi, itu bukan prediksi BPS (Badan Pusat Statistik), tapi kacamata pribadi saya melihat fakta lapangan,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny, Senin (24/1/2022).

Dwi menyebutkan, pada 2020 lalu banyak sektor ekonomi yang mengalami kontraksi besar. Itu tidak terlepas dari adanya berbagai pembatasan seiring merebaknya Covid-19. Paling parah industri pengolahan. ‘’Minus 12,84 persen,’’ ungkapnya.

Sektor lain yang mengalami kontraksi, lanjut dia, perdagangan besar dan eceran (-11,18 persen), jasa lainnya (-10,68 persen), serta penyediaan akomodasi makan dan minum (-7,98 persen). ‘’Dampaknya sangat terasa,’’ ujar Dwi.

Baca Juga :  Tahun Ini, TPA Winongo Digelontor Rp 2,2 Miliar

Di sisi lain, beberapa sektor mengalami pertumbuhan di masa pandemi. Paling tinggi informasi dan komunikasi (16,12 persen). Disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan (11,57 persen); serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial (9,98 persen). ‘’Untuk pertumbuhan ekonomi 2021 baru bisa kami sampaikan bulan depan,’’ tuturnya.

Dwi menambahkan, minimnya lahan pertanian di Kota Madiun membuat daerah setempat mengalami kontraksi hebat akibat pandemi. ‘’Mungkin perlu ada ekspansi area pertanian untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang,’’ pungkasnya. (mg4/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/