23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Disdag Terapkan E-Retribusi Pedagang Ojokan Pasar Sleko

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pungutan retribusi cashless atau nontunai kembali menyasar Pasar Sleko. Setelah parkir, pembayaran retribusi pedagang ojokan di pasar ini juga diberlakukan secara elektronik (e-retribusi).

”Uji coba sudah berjalan satu pekan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi kemarin (23/1).

Menurut dia, pemberlakuan e-retribusi pedagang ojokan ini bagian dari revitalisasi Pasar Sleko. Tak hanya fisik, namun juga manajemennya. Pun, salah satu upaya transparansi penarikan retribusi. ‘’Termasuk mencegah kebocoran salah satu sumber pendapatan daerah tersebut. Sehingga, seluruh retribusi pasar yang dibayarkan pedagang masuk ke kas daerah (kasda),’’ ujarnya.

Tercatat 50 pedagang ojokan telah dibekali quick response (QR) code. Sebenarnya, lanjut dia, e-retribusi dengan QR code ini bukan hal baru bagi pedagang Pasar Sleko. ‘’Sebelumnya, pedagang tetap atau yang menyewa kios sudah menerapkan sistem pembayaran nontunai ini,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Penggelapan HP Berakhir Restorative Justice

Cara kerjanya, para pedagang wajib menunjukkan QR code berikut dompet digital (e-wallet) yang telah dibuat petugas disdag. Selanjutnya, mengisi atau top up dana sesuai kebutuhan. Ketika ada penarik retribusi, pedagang cukup menunjukkan QR code yang kemudian dipindai (scan) petugas.

‘’Nominal uang sesuai tarif retribusi otomatis akan terkirim ke kasda. Laporan pembayaran juga masuk ke disdag,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya berencana memberlakukan sistem pembayaran restribusi cahsless tersebut di sejumlah pasar tradisional lain. Salah satunya, Pasar Besar Madiun (PBM). Pun, telah dijadwalkan mulai pertengahan bulan depan. ‘’Prinsipnya, pembayaran retribusi perlahan kami alihkan dari tunai ke nontunai,’’ jelasnya. (ggi/sat)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pungutan retribusi cashless atau nontunai kembali menyasar Pasar Sleko. Setelah parkir, pembayaran retribusi pedagang ojokan di pasar ini juga diberlakukan secara elektronik (e-retribusi).

”Uji coba sudah berjalan satu pekan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi kemarin (23/1).

Menurut dia, pemberlakuan e-retribusi pedagang ojokan ini bagian dari revitalisasi Pasar Sleko. Tak hanya fisik, namun juga manajemennya. Pun, salah satu upaya transparansi penarikan retribusi. ‘’Termasuk mencegah kebocoran salah satu sumber pendapatan daerah tersebut. Sehingga, seluruh retribusi pasar yang dibayarkan pedagang masuk ke kas daerah (kasda),’’ ujarnya.

Tercatat 50 pedagang ojokan telah dibekali quick response (QR) code. Sebenarnya, lanjut dia, e-retribusi dengan QR code ini bukan hal baru bagi pedagang Pasar Sleko. ‘’Sebelumnya, pedagang tetap atau yang menyewa kios sudah menerapkan sistem pembayaran nontunai ini,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tanam Tiga Pule Anyar di Selatan Alun-Alun Kota Madiun

Cara kerjanya, para pedagang wajib menunjukkan QR code berikut dompet digital (e-wallet) yang telah dibuat petugas disdag. Selanjutnya, mengisi atau top up dana sesuai kebutuhan. Ketika ada penarik retribusi, pedagang cukup menunjukkan QR code yang kemudian dipindai (scan) petugas.

‘’Nominal uang sesuai tarif retribusi otomatis akan terkirim ke kasda. Laporan pembayaran juga masuk ke disdag,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya berencana memberlakukan sistem pembayaran restribusi cahsless tersebut di sejumlah pasar tradisional lain. Salah satunya, Pasar Besar Madiun (PBM). Pun, telah dijadwalkan mulai pertengahan bulan depan. ‘’Prinsipnya, pembayaran retribusi perlahan kami alihkan dari tunai ke nontunai,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/