23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Tergiur Produk Murah, Duit Jutaan Amblas

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penipuan bermodus penjualan online makin menjadi-jadi. Terbaru, Erwin Yusuf Wibisono, pemilik pet shop di Jalan Taman Praja, Kota Madiun, menjadi korban. Kemarin (23/1), Erwin melaporkan kasus dugaan penipuan itu ke Polres Madiun Kota.

Dugaan penipuan itu bermula saat Erwin hendak membeli produk pakan kucing ke seller melalui grup WhatsApp (WA). Sebelumnya, korban menerima chat dari seseorang yang mengaku bernama Rudi Hartono yang menawarkan produk pakan kucing dengan harga murah. ‘’Karena hampir tiap hari dapat chat, akhirnya saya tertarik beli,’’ ungkapnya.

Erwin lantas minta dikirim sampel produk sebelum melakukan transaksi. Kemudian, dia dijanjikan barang dikirim keesokan harinya. ‘’Sekitar pukul 15.00 barang sampai di rumah. Kebetulan waktu itu saya sedang di luar kota. Saya hubungi karyawan saya, memang benar ada kiriman paket,’’ tuturnya.

Baca Juga :  RSUD Kota Madiun Tekan Risiko Penyebaran Covid-19

Merasa tidak ada yang mencurigakan, kemudian pada pukul 15.41 Erwin menransfer uang senilai Rp 10.905.000 melalui rekening BNI. Namun, setelah itu terduga pelaku memblokir nomor HP Erwin. Setelah dikroscek, kata dia, nomor rekening yang diberikan terduga pelaku ternyata bukan nomor rekening seller tersebut. (mg4/isd)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penipuan bermodus penjualan online makin menjadi-jadi. Terbaru, Erwin Yusuf Wibisono, pemilik pet shop di Jalan Taman Praja, Kota Madiun, menjadi korban. Kemarin (23/1), Erwin melaporkan kasus dugaan penipuan itu ke Polres Madiun Kota.

Dugaan penipuan itu bermula saat Erwin hendak membeli produk pakan kucing ke seller melalui grup WhatsApp (WA). Sebelumnya, korban menerima chat dari seseorang yang mengaku bernama Rudi Hartono yang menawarkan produk pakan kucing dengan harga murah. ‘’Karena hampir tiap hari dapat chat, akhirnya saya tertarik beli,’’ ungkapnya.

Erwin lantas minta dikirim sampel produk sebelum melakukan transaksi. Kemudian, dia dijanjikan barang dikirim keesokan harinya. ‘’Sekitar pukul 15.00 barang sampai di rumah. Kebetulan waktu itu saya sedang di luar kota. Saya hubungi karyawan saya, memang benar ada kiriman paket,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ini Sikap KAI soal Perlintasan Liar

Merasa tidak ada yang mencurigakan, kemudian pada pukul 15.41 Erwin menransfer uang senilai Rp 10.905.000 melalui rekening BNI. Namun, setelah itu terduga pelaku memblokir nomor HP Erwin. Setelah dikroscek, kata dia, nomor rekening yang diberikan terduga pelaku ternyata bukan nomor rekening seller tersebut. (mg4/isd)

Most Read

Artikel Terbaru