alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Meski Hoaks, Masyarakat Kota Madiun Diminta Waspada Penculikan Anak

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tersiarnya kabar penculikan anak di sebuah SD di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, beberapa hari terakhir, sempat membuat warga di Kota Madiun khawatir. Tak hanya para orang tua, tapi juga kalangan pendidik. Meski hasil penyelidikan kepolisian membuktikan bahwa kabar itu hoaks, namun tak ada salahnya masyarakat tetap waspada dan berhati-hati menjaga buah hatinya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono menyatakan, pesan berantai yang tersebar di media sosial (medsos) terkait penculikan anak tersebut tidak benar. Dia juga menanggapi soal penyekatan yang dilakukan polisi di wilayah perbatasan pada Senin (24/2) pagi bukan karena kasus penculikan anak. Tetapi melainkan untuk mencegah massa dari salah satu organisasi pencak silat yang ingin hadir di sidang perkara pembunuhan Heru Susilo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun. “Jadi, tidak benar informasi itu,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun, Senin (24/2) siang.

Baca Juga :  Asah Kreativitas Anak, Faber-Castell Gelar Family Art Competitions 3

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kapolsek Wungu AKP Jumianto Nugroho. Dia menyatakan penyekatan yang pihaknya lakukan merupakan kegiatan pencegahan gelombang massa dari sebuah organisasi pencak silat yang ingin menghadiri sidang di PN Kota Madiun. “Hoaks itu,” ujar mantan Kapolsek Balerejo tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun Sri Marhaendra Datta mengatakan, kabar penculikan anak itu tak hanya menyebar di Kota Madiun. Namun, juga di daerah lain. Sehingga, sebagai upaya antisipasi, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran sekitar satu pekan lalu. “Kami merespons dengan mengeluarkan edaran berupa imbauan,” katanya.

Adapun surat edaran itu berisi tentang ajakan pihaknya kepada masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Selain itu, dindik juga meminta pihak sekolah untuk membatasi peserta didik keluar dari lingkungan sekolah. (her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tersiarnya kabar penculikan anak di sebuah SD di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, beberapa hari terakhir, sempat membuat warga di Kota Madiun khawatir. Tak hanya para orang tua, tapi juga kalangan pendidik. Meski hasil penyelidikan kepolisian membuktikan bahwa kabar itu hoaks, namun tak ada salahnya masyarakat tetap waspada dan berhati-hati menjaga buah hatinya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono menyatakan, pesan berantai yang tersebar di media sosial (medsos) terkait penculikan anak tersebut tidak benar. Dia juga menanggapi soal penyekatan yang dilakukan polisi di wilayah perbatasan pada Senin (24/2) pagi bukan karena kasus penculikan anak. Tetapi melainkan untuk mencegah massa dari salah satu organisasi pencak silat yang ingin hadir di sidang perkara pembunuhan Heru Susilo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun. “Jadi, tidak benar informasi itu,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun, Senin (24/2) siang.

Baca Juga :  Asah Kreativitas Anak, Faber-Castell Gelar Family Art Competitions 3

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kapolsek Wungu AKP Jumianto Nugroho. Dia menyatakan penyekatan yang pihaknya lakukan merupakan kegiatan pencegahan gelombang massa dari sebuah organisasi pencak silat yang ingin menghadiri sidang di PN Kota Madiun. “Hoaks itu,” ujar mantan Kapolsek Balerejo tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun Sri Marhaendra Datta mengatakan, kabar penculikan anak itu tak hanya menyebar di Kota Madiun. Namun, juga di daerah lain. Sehingga, sebagai upaya antisipasi, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran sekitar satu pekan lalu. “Kami merespons dengan mengeluarkan edaran berupa imbauan,” katanya.

Adapun surat edaran itu berisi tentang ajakan pihaknya kepada masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Selain itu, dindik juga meminta pihak sekolah untuk membatasi peserta didik keluar dari lingkungan sekolah. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/