alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Izin Lima Penyewa Foodcourt Pasar Sleko Dicabut

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan e-retribusi bagi pedagang di pasar tradisional di Kota Madiun diberlakukan tahun ini. Pilot project pelaksanaan program itu diterapkan di Pasar Sleko. ‘’Sebagian sudah mulai menggunakan sistem e-retribusi,’’ ungkap Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Disdag Kota Madiun Tugas Prasetyo, Kamis (24/2).

Pihaknya memang berencana menerapkan sistem tahunan agar pembayaran retribusi lebih mudah. Untuk itu, pihaknya akan lebih dulu mendata semua pedagang. Baik  yang masih aktif maupun tidak. Kios yang sudah tutup lama menjadi atensi.

Kepada mereka akan dilayangkan surat peringatan (SP) pertama sampai ketiga. Namun, jika tidak ada jawab atau pembayaran, akan dihitung sebagai piutang. ‘’Kami data yang tutup tapi tetap bayar, tutup tapi piutang, dan yang dicabut izinnya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Universitas PGRI Madiun Siap Cetak Akademisi Bertaraf Dunia

Tugas mencontohkan, sudah ada lima penyewa foodcourt Pasar Sleko yang dicabut izinnya. Pun, 19 kios di lantai dua pasar tersebut sudah menerima SP ketiga. Ada 350 pedagang yang masih aktif di pasar ini. Mulai Maret konsep yang sama akan diterapkan di PBM. Di pasar induk ini ada sekitar 1.700 pedagang yang harus didata. ‘’Di lantai dua banyak yang tutup dan ada yang belum bayar retribusi sejak awal dibangun,’’ bebernya. (mg7/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan e-retribusi bagi pedagang di pasar tradisional di Kota Madiun diberlakukan tahun ini. Pilot project pelaksanaan program itu diterapkan di Pasar Sleko. ‘’Sebagian sudah mulai menggunakan sistem e-retribusi,’’ ungkap Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Disdag Kota Madiun Tugas Prasetyo, Kamis (24/2).

Pihaknya memang berencana menerapkan sistem tahunan agar pembayaran retribusi lebih mudah. Untuk itu, pihaknya akan lebih dulu mendata semua pedagang. Baik  yang masih aktif maupun tidak. Kios yang sudah tutup lama menjadi atensi.

Kepada mereka akan dilayangkan surat peringatan (SP) pertama sampai ketiga. Namun, jika tidak ada jawab atau pembayaran, akan dihitung sebagai piutang. ‘’Kami data yang tutup tapi tetap bayar, tutup tapi piutang, dan yang dicabut izinnya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kemenko Perekonomian Puji Pengembangan Hortikultura Kota Madiun

Tugas mencontohkan, sudah ada lima penyewa foodcourt Pasar Sleko yang dicabut izinnya. Pun, 19 kios di lantai dua pasar tersebut sudah menerima SP ketiga. Ada 350 pedagang yang masih aktif di pasar ini. Mulai Maret konsep yang sama akan diterapkan di PBM. Di pasar induk ini ada sekitar 1.700 pedagang yang harus didata. ‘’Di lantai dua banyak yang tutup dan ada yang belum bayar retribusi sejak awal dibangun,’’ bebernya. (mg7/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/