alexametrics
23.2 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Satpol PP Sidak Migor, Malah Disambati Pemilik Toko

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus memelototi ketersediaan minyak goreng (migor) di pasaran. Petugas satpol PP terus mengecek dan mendata ke toko-toko. Hasilnya, banyak pemilik toko yang sambat. ‘’Sering nggak ada barang, kemarin (23/2) baru dikirim 50 karton dari distributor (PT Cipta Gagas Lestari, Red),’’ kata Yanuar, salah seorang pemilik toko kelontong di kawasan Pasar Besar Madiun, Kamis (24/2).

Menurut Yanuar, sepekan belakangan migor kemasan sederhana, premium, maupun curah sulit didapat. Bahkan, dia sempat kehabisan stok migor. ‘’Ada stok untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, untuk kemasan satu liter saya jual Rp 14 ribu,’’ ujarnya.

Sedangkan migor curah dijual Rp 16 ribu–Rp 17 ribu per kilogram. Pun, Yanuar tidak membatasi pembelian selama ketersediaan barang mencukupi.  ‘’Kalau ada stok saya kasih, kalau tidak ada nggak jualan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Risiko Tinggi Pisah Ruang Operasi RSUD dr Soedono

Kasi Operasi dan Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Suwarno mengatakan, pihaknya terus menyisir toko-toko penjual migor. Juga menindaklanjuti informasi masyarakat ihwal kelangkaan migor. ‘’Terus kami pantau dan awasi,’’ ujarnya.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) kemarin, rata-rata pemilik toko menyebutkan bahwa distribusi migor belakangan sering terlambat. Permintaan juga dibatasi. ‘’Ketersediaan di setiap toko tidak sama,’’ ungkapnya.

Suwarno menyampaikan, sudah sembilan toko yang masuk daftar pasokan PT Cipta Gagas Lestari didatangi. Hasil sidak akan dilaporkan pimpinan untuk tindakan selanjutnya. ‘’Akan rutin kami lakukan pengecekan dan pendataan,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus memelototi ketersediaan minyak goreng (migor) di pasaran. Petugas satpol PP terus mengecek dan mendata ke toko-toko. Hasilnya, banyak pemilik toko yang sambat. ‘’Sering nggak ada barang, kemarin (23/2) baru dikirim 50 karton dari distributor (PT Cipta Gagas Lestari, Red),’’ kata Yanuar, salah seorang pemilik toko kelontong di kawasan Pasar Besar Madiun, Kamis (24/2).

Menurut Yanuar, sepekan belakangan migor kemasan sederhana, premium, maupun curah sulit didapat. Bahkan, dia sempat kehabisan stok migor. ‘’Ada stok untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, untuk kemasan satu liter saya jual Rp 14 ribu,’’ ujarnya.

Sedangkan migor curah dijual Rp 16 ribu–Rp 17 ribu per kilogram. Pun, Yanuar tidak membatasi pembelian selama ketersediaan barang mencukupi.  ‘’Kalau ada stok saya kasih, kalau tidak ada nggak jualan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebakaran di Tangerang Terulang, Kakanwil Kemenkumham Jatim Cek Lapas Madiun

Kasi Operasi dan Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Suwarno mengatakan, pihaknya terus menyisir toko-toko penjual migor. Juga menindaklanjuti informasi masyarakat ihwal kelangkaan migor. ‘’Terus kami pantau dan awasi,’’ ujarnya.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) kemarin, rata-rata pemilik toko menyebutkan bahwa distribusi migor belakangan sering terlambat. Permintaan juga dibatasi. ‘’Ketersediaan di setiap toko tidak sama,’’ ungkapnya.

Suwarno menyampaikan, sudah sembilan toko yang masuk daftar pasokan PT Cipta Gagas Lestari didatangi. Hasil sidak akan dilaporkan pimpinan untuk tindakan selanjutnya. ‘’Akan rutin kami lakukan pengecekan dan pendataan,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/