alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

PKL Diimbau Libur Dua Pekan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak Minggu malam (22/3) dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun menyambangi para pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah jalan protokol. Mereka diimbau menutup lapak selama dua pekan ke depan. ‘’Tujuannya untuk mencegah keramaian di Kota Madiun,’’ kata Kadisperindag Kota Madiun Gaguk Hariyono Senin (23/3).

Imbauan tersebut dilakukan seiring upaya pemkot mengantisipasi penyebaran korona. Berlaku hingga ada pengumuman lebih lanjut. ‘’Bisa maju bisa mundur. Sesuai perkembangan,’’ ujarnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan ada insentif atau bantuan langsung pada PKL yang dirumahkan. Pihaknya hanya ingin menjaga kondusivitas agar penyebaran virus Covid-19 dapat diminimalkan di Kota Karismatik. ‘’Keinginan pemerintah jangan sampai PKL tertular atau menulari. Terpenting semua sehat,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Rawan Kerumunan, Matikan Lampu Hias Merak Jalan HOS Tjokroaminoto Ponorogo

Hingga kini, lanjut dia, pemerintah pusat maupun daerah tidak mengambil opsi lockdown total. Gaguk mengatakan lebih memilih langkah slowdown dengan social distancing. Termasuk mencegah keramaian dengan mengimbau PKL tidak beroperasi sementara. ‘’Seratus upaya pencegahannya, 100 persen hanya sosial distancing,’’ tegasnya. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak Minggu malam (22/3) dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun menyambangi para pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah jalan protokol. Mereka diimbau menutup lapak selama dua pekan ke depan. ‘’Tujuannya untuk mencegah keramaian di Kota Madiun,’’ kata Kadisperindag Kota Madiun Gaguk Hariyono Senin (23/3).

Imbauan tersebut dilakukan seiring upaya pemkot mengantisipasi penyebaran korona. Berlaku hingga ada pengumuman lebih lanjut. ‘’Bisa maju bisa mundur. Sesuai perkembangan,’’ ujarnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan ada insentif atau bantuan langsung pada PKL yang dirumahkan. Pihaknya hanya ingin menjaga kondusivitas agar penyebaran virus Covid-19 dapat diminimalkan di Kota Karismatik. ‘’Keinginan pemerintah jangan sampai PKL tertular atau menulari. Terpenting semua sehat,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Lapak Asik BPJAMSOSTEK Direspon Positif Peserta, Begini Cara Ajukan Klaim JHT

Hingga kini, lanjut dia, pemerintah pusat maupun daerah tidak mengambil opsi lockdown total. Gaguk mengatakan lebih memilih langkah slowdown dengan social distancing. Termasuk mencegah keramaian dengan mengimbau PKL tidak beroperasi sementara. ‘’Seratus upaya pencegahannya, 100 persen hanya sosial distancing,’’ tegasnya. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/