alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Basket Putri-Pencak Silat Kota Madiun Lolos Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seru dan menegangkan tersaji dalam penyisihan grup V Pra-Porprov Jatim 2022 cabang olahraga (cabor) basket putri. Pada laga terakhir untuk menentukan nasib, tim Kota Madiun haru melawan tim tetangga, Ngawi, di GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu (18/5).

Pada akhirnya, Theresia Chrisma Rosalind dkk mampu unggul 46-26. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan tim basket putri Kota Madiun lolos ke porprov di Lumajang. Setelah berhasil menyapu bersih dua lagi. Selain melawan Ngawi, sehari sebelumnya juga menang saat menghadapi Trenggalek dengan skor 59-14.

Sayang, keberhasilan tim putri tak diikuti tim putra. Mereka gagal melanggang ke babak utama setelah kalah bersaing dengan Ponorogo, Trenggalek dan Kabupaten Kediri di penyisihan grup C pra-porprov.

Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Madiun Hariyadi mengatakan, selain basket putri, tiga nomor pencak silat juga memastikan lolos ke porprov. Masing-masing dari nomor seni ganda putri (Fitri dan Delin), seni ganda putra (Aji dan Arya) dan laga kelas F putra (A.M. Rofiq). ‘’Dari tiga cabor di pra-porprov, sepak bola nggak ikut,’’ katanya, Selasa (24/5).

Baca Juga :  Wali Kota Giring Pengendara Masuk Balai Kota

Hariyadi bersyukur atas keberhasilan dua cabor itu. Sehingga, peluang untuk meraih medali di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut terbuka lebar. Hanya, sejauh ini pihaknya belum memastikan berapa cabor yang diikutsertakan. ‘’Kami masih menunggu informasi dari panitia porprov untuk cabor resmi dan eksebisi,’’ ungkapnya.

Pada porprov tahun ini, pihaknya tidak memberikan target muluk-muluk. Minimal bisa menyamai capaian Porprov 2019 di Lamongan. Saat itu kontingen Kota Madiun bertengger di peringkat 22 dengan tiga emas, enam perak, dan 20 perunggu. ‘’Kami sesuaikan kebutuhan dan standarisasi prestasi cabor. Karena anggaran dari pemkot juga terbatas,’’ ujar Hariyadi.

Tahun ini KONI hanya memperoleh dana hibah sekitar Rp 1 miliar. Menurut Hariyadi, nominal itu terbilang pas-pasan. Tapi, pihaknya tetap berupaya mempersembahkan prestasi bagi Kota Pendekar. ‘’Bonus bagi atlet peraih medali sudah ada. Tapi, besarannya belum ditentukan,’’ imbuhnya. (her/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seru dan menegangkan tersaji dalam penyisihan grup V Pra-Porprov Jatim 2022 cabang olahraga (cabor) basket putri. Pada laga terakhir untuk menentukan nasib, tim Kota Madiun haru melawan tim tetangga, Ngawi, di GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu (18/5).

Pada akhirnya, Theresia Chrisma Rosalind dkk mampu unggul 46-26. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan tim basket putri Kota Madiun lolos ke porprov di Lumajang. Setelah berhasil menyapu bersih dua lagi. Selain melawan Ngawi, sehari sebelumnya juga menang saat menghadapi Trenggalek dengan skor 59-14.

Sayang, keberhasilan tim putri tak diikuti tim putra. Mereka gagal melanggang ke babak utama setelah kalah bersaing dengan Ponorogo, Trenggalek dan Kabupaten Kediri di penyisihan grup C pra-porprov.

Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Madiun Hariyadi mengatakan, selain basket putri, tiga nomor pencak silat juga memastikan lolos ke porprov. Masing-masing dari nomor seni ganda putri (Fitri dan Delin), seni ganda putra (Aji dan Arya) dan laga kelas F putra (A.M. Rofiq). ‘’Dari tiga cabor di pra-porprov, sepak bola nggak ikut,’’ katanya, Selasa (24/5).

Baca Juga :  Awas Crowded di Perlintasan KA Sukosari-Kota Madiun

Hariyadi bersyukur atas keberhasilan dua cabor itu. Sehingga, peluang untuk meraih medali di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut terbuka lebar. Hanya, sejauh ini pihaknya belum memastikan berapa cabor yang diikutsertakan. ‘’Kami masih menunggu informasi dari panitia porprov untuk cabor resmi dan eksebisi,’’ ungkapnya.

Pada porprov tahun ini, pihaknya tidak memberikan target muluk-muluk. Minimal bisa menyamai capaian Porprov 2019 di Lamongan. Saat itu kontingen Kota Madiun bertengger di peringkat 22 dengan tiga emas, enam perak, dan 20 perunggu. ‘’Kami sesuaikan kebutuhan dan standarisasi prestasi cabor. Karena anggaran dari pemkot juga terbatas,’’ ujar Hariyadi.

Tahun ini KONI hanya memperoleh dana hibah sekitar Rp 1 miliar. Menurut Hariyadi, nominal itu terbilang pas-pasan. Tapi, pihaknya tetap berupaya mempersembahkan prestasi bagi Kota Pendekar. ‘’Bonus bagi atlet peraih medali sudah ada. Tapi, besarannya belum ditentukan,’’ imbuhnya. (her/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/