alexametrics
23.4 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Nama Harus Lebih dari Satu Kata, Aturan Baru Kependudukan dari Kemendagri

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nama orang yang hanya terdiri satu kata bisa jadi bakal semakin langka. Itu seiring adanya peraturan baru tentang pencatatan nama dalam dokumen kependudukan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam aturan itu disebutkan bahwa nama harus lebih dari satu kata dan maksimal terdiri 60 huruf.

‘’Sudah berlaku di Kota Madiun. Aturan itu resmi diundangkan akhir April. Tapi, salinannya baru turun beberapa hari lalu,’’ kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun Poedjo Soeprantio, Selasa (24/5).

Poedjo menjelaskan, aturan yang tercantum dalam Permendagri Nomor 73/2022  tersebut berlaku bagi pemohon dokumen kependudukan baru. Artinya, pencatatan nama pada dokumen yang telah dilaksanakan sebelum permendagri tersebut turun tetap berlaku. ‘’Aturan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk akurasi data, juga memudahkan masyarakat memperoleh hak konstitusional sebagai warga negara,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Unipma Sampaikan Lima Tuntutan ke DPRD Kota Madiun

Selain batas kata atau huruf,  lanjut dia, nama penduduk harus mudah dibaca, tidak memiliki makna negatif, serta tidak multitafsir. ‘’Kalau tidak sesuai aturan terpaksa tidak dapat kami layani. Itu sudah ketentuan pemerintah pusat,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pencatatan nama pada dokumen kependudukan dilarang menggunakan angka dan tanda baca. Selain itu tidak diperbolehkan mencantumkan gelar pendidikan dan keagamaan pada akta pencatatan sipil.

Poedjo mengatakan, dokumen kependudukan yang dimaksud dalam aturan itu meliputi e-KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, dan akta pencatatan sipil. ‘’Jadi, jika ada bayi baru lahir, pemberian nama harus sesuai ketentuan yang berlaku. Jika tidak, tak bisa kami lakukan proses pencatatan dan penerbitan,’’ tuturnya.

Dia memastikan dalam waktu dekat pihaknya segera menyosialisasikan aturan baru tersebut kepada masyarakat. Pun, berharap warga mematuhinya demi kemudahan pencatatan dokumen kependudukan. (ggi/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nama orang yang hanya terdiri satu kata bisa jadi bakal semakin langka. Itu seiring adanya peraturan baru tentang pencatatan nama dalam dokumen kependudukan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam aturan itu disebutkan bahwa nama harus lebih dari satu kata dan maksimal terdiri 60 huruf.

‘’Sudah berlaku di Kota Madiun. Aturan itu resmi diundangkan akhir April. Tapi, salinannya baru turun beberapa hari lalu,’’ kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun Poedjo Soeprantio, Selasa (24/5).

Poedjo menjelaskan, aturan yang tercantum dalam Permendagri Nomor 73/2022  tersebut berlaku bagi pemohon dokumen kependudukan baru. Artinya, pencatatan nama pada dokumen yang telah dilaksanakan sebelum permendagri tersebut turun tetap berlaku. ‘’Aturan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk akurasi data, juga memudahkan masyarakat memperoleh hak konstitusional sebagai warga negara,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Delapan Orang Reaktif Korona, Pasar Mlilir Lockdown Sepekan

Selain batas kata atau huruf,  lanjut dia, nama penduduk harus mudah dibaca, tidak memiliki makna negatif, serta tidak multitafsir. ‘’Kalau tidak sesuai aturan terpaksa tidak dapat kami layani. Itu sudah ketentuan pemerintah pusat,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pencatatan nama pada dokumen kependudukan dilarang menggunakan angka dan tanda baca. Selain itu tidak diperbolehkan mencantumkan gelar pendidikan dan keagamaan pada akta pencatatan sipil.

Poedjo mengatakan, dokumen kependudukan yang dimaksud dalam aturan itu meliputi e-KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, dan akta pencatatan sipil. ‘’Jadi, jika ada bayi baru lahir, pemberian nama harus sesuai ketentuan yang berlaku. Jika tidak, tak bisa kami lakukan proses pencatatan dan penerbitan,’’ tuturnya.

Dia memastikan dalam waktu dekat pihaknya segera menyosialisasikan aturan baru tersebut kepada masyarakat. Pun, berharap warga mematuhinya demi kemudahan pencatatan dokumen kependudukan. (ggi/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/