alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Wow, Gaji Ke-13 ASN Pemkot Madiun Sedot APBD Rp 14,8 Miliar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dompet aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun bakal makin tebal. Mereka akan mendapat tambahan penghasilan berupa gaji ke-13. ‘’Kalau di pemerintah pusat diterimakan tanggal 1 Juli, sedangkan di pemkot 6 Juli,’’ kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji, Jumat (24/6).

Sidik mengatakan, gaji ke-13 biasa dicairkan pada pertengahan tahun. Yakni, bersamaan tahun ajaran baru sekolah. Harapannya, dana tersebut bisa membantu keuangan pegawai, khususnya yang memiliki anak usia sekolah. ‘’Prinsipnya untuk membantu ASN dalam mempersiapkan anak sekolah,’’ terangnya.

Gaji ke-13 diberikan berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) 14/2022 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 yang Bersumber dari APBD. Disebutkan, gaji ke-13 setara gaji Juni. Meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. ‘’Besar kecil gaji ke-13 bergantung tingkat golongan tiap pegawai,’’ jelas Sidik.

Baca Juga :  Dishub Pastikan Pembatas Laju Kecepatan Tak Melabrak Aturan

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) sudah menyampaikan pengajuan pencairan ke BKAD. Total 3.055 pegawai negeri sipil (PNS), 136 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 283 tenaga kontrak atau honorer yang bakal memperoleh gaji ke-13. Termasuk wali kota, wakil wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Sidik mengatakan, gaji ke-13 menyedot APBD Rp 14,8 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dari tahun lalu. ‘’Untuk tenaga upahan tidak menerima,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

GAJI KE-13 PEMKOT MADIUN

– Wali kota dan wakil wali kota: Rp 11.442.534

– 3.055 PNS: Rp 13.647.298.943

– 136 PPPK: Rp 437.491.100

– 283 tenaga kontrak/honorer: Rp 635.600.000

– Pimpinan dan anggota DPRD: Rp 122.384.850

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dompet aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun bakal makin tebal. Mereka akan mendapat tambahan penghasilan berupa gaji ke-13. ‘’Kalau di pemerintah pusat diterimakan tanggal 1 Juli, sedangkan di pemkot 6 Juli,’’ kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji, Jumat (24/6).

Sidik mengatakan, gaji ke-13 biasa dicairkan pada pertengahan tahun. Yakni, bersamaan tahun ajaran baru sekolah. Harapannya, dana tersebut bisa membantu keuangan pegawai, khususnya yang memiliki anak usia sekolah. ‘’Prinsipnya untuk membantu ASN dalam mempersiapkan anak sekolah,’’ terangnya.

Gaji ke-13 diberikan berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) 14/2022 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 yang Bersumber dari APBD. Disebutkan, gaji ke-13 setara gaji Juni. Meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. ‘’Besar kecil gaji ke-13 bergantung tingkat golongan tiap pegawai,’’ jelas Sidik.

Baca Juga :  Belum Masuk Tahapan Pemilu, Kandidat Bacapres Sah-Sah Saja Promosi

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) sudah menyampaikan pengajuan pencairan ke BKAD. Total 3.055 pegawai negeri sipil (PNS), 136 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 283 tenaga kontrak atau honorer yang bakal memperoleh gaji ke-13. Termasuk wali kota, wakil wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Sidik mengatakan, gaji ke-13 menyedot APBD Rp 14,8 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dari tahun lalu. ‘’Untuk tenaga upahan tidak menerima,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

GAJI KE-13 PEMKOT MADIUN

– Wali kota dan wakil wali kota: Rp 11.442.534

– 3.055 PNS: Rp 13.647.298.943

– 136 PPPK: Rp 437.491.100

– 283 tenaga kontrak/honorer: Rp 635.600.000

– Pimpinan dan anggota DPRD: Rp 122.384.850

Most Read

Artikel Terbaru

/