alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Delapan PKL Nakal Digaruk

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan bagi para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Madiun yang nekat menabrak aturan. Mereka  bakal berhadapan dengan petugas yang menggelar razia hingga dua minggu ke depan. Senin (23/9), misalnya, petugas gabungan satpol PP, TNI, dan polisi merazia beberapa titik di jalan protokol.

Hasilnya, delapan PKL nakal berikut gerobak digaruk dan diangkut ke markas komando (mako) Satpol PP Kota Madiun. Mereka terjaring dari tiga titik berbeda. Lima PKL di Jalan H Agus Salim, dua PKL di Jalan PB Sudirman, dan satu PKL di Jalan Pahlawan.

‘’Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi. Bahkan berulang kali memberi peringatan,’’ kata Kepala Operasi dan Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Madiun Suwarno.

Suwarno mengungkapkan, delapan PKL tersebut sebelumnya telah melakukan pelanggaran yang sama. Sehingga akan dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN) untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Jika baru sekali melanggar, bakal diberi pembinaan. ‘’Juga harus menandatangani surat pernyataan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pesilat Patuhi Kesepakatan Bersama

Para PKL itu digaruk lantaran dianggap melanggar Perda Kota Madiun Nomor 14/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Pelanggarannya bervariasi. ‘’Semuanya sudah diatur dalam perda tersebut secara detail,’’ ungkapnya.

Bentuk pelanggarannya mulai jam buka hingga buka lapak tidak sesuai penempatan. Sosialisasi dan pembinaan serta imbauan yang diberikan tidak diindahkan. ‘’Dari delapan itu, empat lapak ditinggal pemiliknya,’’ sambungnya.

Suwarno menegaskan, PKL yang telah selesai berdagang seharunya tidak meninggalkan lapaknya di lokasi. Karena itu, pihaknya bakal terus menyisir PKL nakal. ‘’Tujuannya menjaga ketenteraman dan ketertiban Kota Madiun,’’ ucapnya.

Terdapat 28 titik jalan dalam aturan itu. Namun, hanya waktu jualan yang diatur perda tersebut. ‘’Yang paling langganan melanggar itu di Jalan H Agus Salim,’’ imbuhnya sembari meminta PKL menaati peraturan yang ada. (kid/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan bagi para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Madiun yang nekat menabrak aturan. Mereka  bakal berhadapan dengan petugas yang menggelar razia hingga dua minggu ke depan. Senin (23/9), misalnya, petugas gabungan satpol PP, TNI, dan polisi merazia beberapa titik di jalan protokol.

Hasilnya, delapan PKL nakal berikut gerobak digaruk dan diangkut ke markas komando (mako) Satpol PP Kota Madiun. Mereka terjaring dari tiga titik berbeda. Lima PKL di Jalan H Agus Salim, dua PKL di Jalan PB Sudirman, dan satu PKL di Jalan Pahlawan.

‘’Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi. Bahkan berulang kali memberi peringatan,’’ kata Kepala Operasi dan Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Madiun Suwarno.

Suwarno mengungkapkan, delapan PKL tersebut sebelumnya telah melakukan pelanggaran yang sama. Sehingga akan dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN) untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Jika baru sekali melanggar, bakal diberi pembinaan. ‘’Juga harus menandatangani surat pernyataan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dinsos Tegur Oknum Perangkat yang Diduga Selewengkan Bansos

Para PKL itu digaruk lantaran dianggap melanggar Perda Kota Madiun Nomor 14/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Pelanggarannya bervariasi. ‘’Semuanya sudah diatur dalam perda tersebut secara detail,’’ ungkapnya.

Bentuk pelanggarannya mulai jam buka hingga buka lapak tidak sesuai penempatan. Sosialisasi dan pembinaan serta imbauan yang diberikan tidak diindahkan. ‘’Dari delapan itu, empat lapak ditinggal pemiliknya,’’ sambungnya.

Suwarno menegaskan, PKL yang telah selesai berdagang seharunya tidak meninggalkan lapaknya di lokasi. Karena itu, pihaknya bakal terus menyisir PKL nakal. ‘’Tujuannya menjaga ketenteraman dan ketertiban Kota Madiun,’’ ucapnya.

Terdapat 28 titik jalan dalam aturan itu. Namun, hanya waktu jualan yang diatur perda tersebut. ‘’Yang paling langganan melanggar itu di Jalan H Agus Salim,’’ imbuhnya sembari meminta PKL menaati peraturan yang ada. (kid/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/