27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Kangkung Air Buka Peluang Ekonomi Baru

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Budidaya kangkung air dirintis warga Tawangrejo sejak tahun 1975. Hingga kini, lahan budidaya sayur tersebut masih mendominasi pertanian di kelurahan setempat. Warga melihat budidaya kangkung air memiliki prospek cerah. ‘’Hasil panen kangkung air di kelurahan kami dinilai berkualitas,’’ ujar Lurah Tawangrejo Waidi.

Ada alasan mengapa warga Tawangrejo setia membudidayakan kangkung air. Selain perawatan yang mudah, keuntungannya diklaim cukup besar. Tak hanya itu, sektor pertanian ini membuka lapangan kerja untuk ratusan warga di kelurahan setempat. ‘’Di Tawangrejo ada 52 petani dan 80 buruh tani, komoditas utamanya ya kangkung air,’’ terangnya.

Warga Tawangerjo terus didorong untuk berinovasi. Menurut Waidi, kangkung air bisa diolah menjadi berbagai bahan baku bernilai jual. Contohnya, sebagai campuran bahan kue, mie, atau bahan kosmetik. ‘’Jadi jangan hanya dijual di pasar, tapi harus diolah secara kreatif untuk menambah nilai jual,’’ kata Waidi.

Baca Juga :  Kado Spesial Dari Jokowi Untuk Pekerja Indonesia

Gatot Setiawan, salah satu petani di Tawangrejo, menyebut petani rata-rata meraup untung Rp 1,5 juta per bulan dari hasil panen kangkung air. Namun jika mau mengolah menjadi bahan baku, dia meyakini keuntungan yang diperoleh para petani bisa naik berlipat. ‘’Inovasi itulah yang menjadi tantangan kami saat ini,’’ tuturnya. (tr2/naz)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Budidaya kangkung air dirintis warga Tawangrejo sejak tahun 1975. Hingga kini, lahan budidaya sayur tersebut masih mendominasi pertanian di kelurahan setempat. Warga melihat budidaya kangkung air memiliki prospek cerah. ‘’Hasil panen kangkung air di kelurahan kami dinilai berkualitas,’’ ujar Lurah Tawangrejo Waidi.

Ada alasan mengapa warga Tawangrejo setia membudidayakan kangkung air. Selain perawatan yang mudah, keuntungannya diklaim cukup besar. Tak hanya itu, sektor pertanian ini membuka lapangan kerja untuk ratusan warga di kelurahan setempat. ‘’Di Tawangrejo ada 52 petani dan 80 buruh tani, komoditas utamanya ya kangkung air,’’ terangnya.

Warga Tawangerjo terus didorong untuk berinovasi. Menurut Waidi, kangkung air bisa diolah menjadi berbagai bahan baku bernilai jual. Contohnya, sebagai campuran bahan kue, mie, atau bahan kosmetik. ‘’Jadi jangan hanya dijual di pasar, tapi harus diolah secara kreatif untuk menambah nilai jual,’’ kata Waidi.

Baca Juga :  Gelar Donor Darah saat Ramadan, PMI Apresiasi Anak Motor Bold Riders

Gatot Setiawan, salah satu petani di Tawangrejo, menyebut petani rata-rata meraup untung Rp 1,5 juta per bulan dari hasil panen kangkung air. Namun jika mau mengolah menjadi bahan baku, dia meyakini keuntungan yang diperoleh para petani bisa naik berlipat. ‘’Inovasi itulah yang menjadi tantangan kami saat ini,’’ tuturnya. (tr2/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/