23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Pemkot Madiun Pelototi Pergerakan Inflasi, Bentuk Satgas, Rekrut Harian Lepas

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pergerakan inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipelototi pemkot. Pun, merasa perlu membentuk satuan tugas (satgas) pengendalian inflasi. Tak hanya itu, dana subsidi bagi pedagang bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional mulai digelontorkan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Ansar Rasidi menjelaskan, satgas tersebut berisi unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, disdag, satpol PP dan damkar, serta BPBD. Selain itu, melibatkan paguyuban pasar tradisional. ‘’Tenaga yang ada saat ini belum mencukupi sehingga kami harus merekrut tenaga tambahan,’’ kata Ansar, Sabtu (24/9).

Dia menyebutkan, pemkot bakal merekrut sekitar 20 tenaga harian lepas untuk membantu satgas menjalankan tugas untuk menekan laju inflasi. Selain memantau dan mengevaluasi ketersediaan barang dan pergerakan harga, satgas juga bertanggung jawab mengawasi pedagang yang menerima suntikan dana subsidi. ‘’Mereka yang menerima subsidi harus menjual sesuai harga subsidi kepada masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Solid Dukung Program Pengadaan Laptop

Ansar menyampaikan, ada sejumlah bapokting yang menjadi perhatian lantaran tengah mengalami tren kenaikan harga. Di antaranya, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam ras, daging sapi, dan minyak goreng. Jika suatu ketika harganya mengalami kenaikan signifikan, pedagang bakal disuntik dana subsidi. Nominalnya menyesuaikan selisih harga dari produsen dan harga jual pedagang.

‘’Jadi, pedagang ketika menerima subsidi harus menjual bapokting dengan harga produsen. Pedagang-pedagang tertentu yang menerima subsidi sudah kami data,’’ ucapnya. ‘’Ada batas maksimal kisaran subsidi yang telah ditetapkan sesuai peraturan wali kota,’’ imbuhnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pergerakan inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipelototi pemkot. Pun, merasa perlu membentuk satuan tugas (satgas) pengendalian inflasi. Tak hanya itu, dana subsidi bagi pedagang bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional mulai digelontorkan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Ansar Rasidi menjelaskan, satgas tersebut berisi unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, disdag, satpol PP dan damkar, serta BPBD. Selain itu, melibatkan paguyuban pasar tradisional. ‘’Tenaga yang ada saat ini belum mencukupi sehingga kami harus merekrut tenaga tambahan,’’ kata Ansar, Sabtu (24/9).

Dia menyebutkan, pemkot bakal merekrut sekitar 20 tenaga harian lepas untuk membantu satgas menjalankan tugas untuk menekan laju inflasi. Selain memantau dan mengevaluasi ketersediaan barang dan pergerakan harga, satgas juga bertanggung jawab mengawasi pedagang yang menerima suntikan dana subsidi. ‘’Mereka yang menerima subsidi harus menjual sesuai harga subsidi kepada masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Rancang Strategi Cegah Inflasi

Ansar menyampaikan, ada sejumlah bapokting yang menjadi perhatian lantaran tengah mengalami tren kenaikan harga. Di antaranya, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam ras, daging sapi, dan minyak goreng. Jika suatu ketika harganya mengalami kenaikan signifikan, pedagang bakal disuntik dana subsidi. Nominalnya menyesuaikan selisih harga dari produsen dan harga jual pedagang.

‘’Jadi, pedagang ketika menerima subsidi harus menjual bapokting dengan harga produsen. Pedagang-pedagang tertentu yang menerima subsidi sudah kami data,’’ ucapnya. ‘’Ada batas maksimal kisaran subsidi yang telah ditetapkan sesuai peraturan wali kota,’’ imbuhnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/