27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Sebarkan Nilai Kebaikan, DPRD Kota Madiun Gelar Wayang Kulit

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar di lahan kosong depan kantor DPRD Kota Madiun, Jumat (23/9) malam. Lewat lakon Wisanggeni Kridha yang dimainkan oleh dalang Ki Warseno Slenk, kegiatan berlatar budaya ini bertujuan untuk nguri-uri, melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

‘’Maka dari itu saya titip pak dalang (lakon) Wisanggeni Kridha ini dibawakan dengan baik. Karena menurut cerita, Wisanggeni Kridha ini cukup baik untuk menyemangati teman-teman DRPD,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra.

Pergelaran wayang kulit jadi komitmen DPRD Kota Madiun guna melestarikan, menjaga sekaligus merawat budaya Jawa yang memiliki nilai-nilai kebaikan. Secara berkala, beberapa lakon sebelumnya pernah dibawakan, di antaranya Gatutkoco Winisudo pada 2019 lalu. Sementara, pada 2020 dan 2021 nihil pagelaran lantaran pandemi Covid-19.

‘’Kami terlambat menyelenggarakan kegiatan ini yang seharusnya digelar ketika saat pengambilan keputusan APBD-P 2022 tanggal 24 Agustus lalu serta banyaknya agenda Agustusan, baru bisa dilaksanakan pada 23 September. Itu pun harus kejar-kejaran dengan hasil evaluasi provinsi (APBD-P 2022),’’ terang Andi Raya (AR).

Baca Juga :  Alvin Setya Patria Gaungkan Kota Sepur lewat Miniatur
SENI: Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra bersama dengan Wali Kota Maidi tampil menghibur bareng Abah Kirun, Gareng Smarang dan Cakilan di pagelaran wayang kulit “Wisanggeni Kridha” pada Jumat (23/9).

Lebih lanjut, AR mengungkapkan pagelaran wayang kulit kali ini sengaja digelar di luar halaman kantor DPRD Kota Madiun. Dengan harapan, masyarakat bisa melihat secara langsung. Selain wayang kulit, masyarakat yang hadir menonton juga dihubur dengan banyolan khas dari Abah Kirun serta Gareng Smarang dan Cakilan.

‘’Sengaja digelar di luar halaman DPRD Kota Madiun, harapan pertunjukan tersebut mampu memperkuat semangat kebangsaan, melalui makna dari lakon-lakon yang digelar serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Karena di sini tempantnya luas,’’ kata AR.

Semangat kebangsaan yang dihadirkan lewat wayangan ini, diharapkan dapat membawa pada tindakan keseharian agar selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. ‘’Melalui pertunjukan wayang kulit tesebut kita mengajak masyarakat belajar tentang nilai-nilai luhur dan meneladani sifat Wisanggeni sebagai tokoh utama dalam lakon,’’ jelasnya. (her/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar di lahan kosong depan kantor DPRD Kota Madiun, Jumat (23/9) malam. Lewat lakon Wisanggeni Kridha yang dimainkan oleh dalang Ki Warseno Slenk, kegiatan berlatar budaya ini bertujuan untuk nguri-uri, melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

‘’Maka dari itu saya titip pak dalang (lakon) Wisanggeni Kridha ini dibawakan dengan baik. Karena menurut cerita, Wisanggeni Kridha ini cukup baik untuk menyemangati teman-teman DRPD,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra.

Pergelaran wayang kulit jadi komitmen DPRD Kota Madiun guna melestarikan, menjaga sekaligus merawat budaya Jawa yang memiliki nilai-nilai kebaikan. Secara berkala, beberapa lakon sebelumnya pernah dibawakan, di antaranya Gatutkoco Winisudo pada 2019 lalu. Sementara, pada 2020 dan 2021 nihil pagelaran lantaran pandemi Covid-19.

‘’Kami terlambat menyelenggarakan kegiatan ini yang seharusnya digelar ketika saat pengambilan keputusan APBD-P 2022 tanggal 24 Agustus lalu serta banyaknya agenda Agustusan, baru bisa dilaksanakan pada 23 September. Itu pun harus kejar-kejaran dengan hasil evaluasi provinsi (APBD-P 2022),’’ terang Andi Raya (AR).

Baca Juga :  Baru Satu Perusahaan Mamin di Kota Madiun yang Gunakan Label Halal Anyar
SENI: Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra bersama dengan Wali Kota Maidi tampil menghibur bareng Abah Kirun, Gareng Smarang dan Cakilan di pagelaran wayang kulit “Wisanggeni Kridha” pada Jumat (23/9).

Lebih lanjut, AR mengungkapkan pagelaran wayang kulit kali ini sengaja digelar di luar halaman kantor DPRD Kota Madiun. Dengan harapan, masyarakat bisa melihat secara langsung. Selain wayang kulit, masyarakat yang hadir menonton juga dihubur dengan banyolan khas dari Abah Kirun serta Gareng Smarang dan Cakilan.

‘’Sengaja digelar di luar halaman DPRD Kota Madiun, harapan pertunjukan tersebut mampu memperkuat semangat kebangsaan, melalui makna dari lakon-lakon yang digelar serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Karena di sini tempantnya luas,’’ kata AR.

Semangat kebangsaan yang dihadirkan lewat wayangan ini, diharapkan dapat membawa pada tindakan keseharian agar selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. ‘’Melalui pertunjukan wayang kulit tesebut kita mengajak masyarakat belajar tentang nilai-nilai luhur dan meneladani sifat Wisanggeni sebagai tokoh utama dalam lakon,’’ jelasnya. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/