27.6 C
Madiun
Saturday, December 10, 2022

Wali Kota Maidi Rela Ngantor di Pasar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya Pemkot Madiun menekan laju inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak setengah hati. Bahkan, Wali Kota Maidi rela ngantor di Pasar Besar Madiun (PBM). Langkah itu sengaja dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga sekaligus menyerap keluhan para pedagang.

‘’Apa saja persoalan yang ada di pasar di tengah ancaman inflasi saat ini harus segera diselesaikan. Karena ini menyangkut hajat orang banyak,’’ ujar Maidi, Jumat (23/9).

Kantor baru Maidi itu berada di lantai 2 PBM. Pun, terbuka bagi pedagang maupun pengunjung untuk menyampaikan keluh kesahnya. Terutama terkait ketersediaan barang dan harga pasca kenaikan BBM. ‘’Saya ngantor di PBM agar upaya pengendalian inflasi ini bisa berjalan optimal,’’ tuturnya. ‘’Kami meminta pedagang untuk membantu menekan laju inflasi,’’ imbuhnya.

Keputusan ngantor di PBM itu, lanjut Maidi, sekaligus agar bisa mengawasi langsung penyaluran dana subsidi bagi pedagang bahan pokok penting (bapokting). ‘’Subsidi ini agar masyarakat tidak kesulitan mendapat bapokting. Tapi, juga tidak merugikan pedagang. Dana subsidi kami berikan tunai,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Netizen Soroti Lelang Pengadaan Mamin Pasien RSUD Kota Madiun

Pun, Maidi telah menyusun strategi tatkala terjadi persoalan ihwal distribusi atau pasokan bapokting. Pemkot telah menggandeng sejumlah produsen luar daerah untuk membantu mencukupi kebutuhan barang ketika ketersediaan bahan pangan mulai menipis. ‘’Permintaan dan ketersediaan barang menjadi pemicu kenaikan harga dan inflasi. Ketika stok menipis, langsung kami koneksikan ke produsen lain untuk segera memasok barang,’’ jelasnya.

Maidi mengaku tak segan memberikan ’’pukulan’’ kepada pedagang yang menjual barang dengan harga mahal meski mereka tidak mau menerima dana subsidi. Yakni, menggelar operasi pasar dengan komoditas berbanderol harga produsen. ‘’Kalau ngeyel jual barang mahal silakan, pemkot akan buka operasi pasar dengan mematok harga murah,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya Pemkot Madiun menekan laju inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak setengah hati. Bahkan, Wali Kota Maidi rela ngantor di Pasar Besar Madiun (PBM). Langkah itu sengaja dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga sekaligus menyerap keluhan para pedagang.

‘’Apa saja persoalan yang ada di pasar di tengah ancaman inflasi saat ini harus segera diselesaikan. Karena ini menyangkut hajat orang banyak,’’ ujar Maidi, Jumat (23/9).

Kantor baru Maidi itu berada di lantai 2 PBM. Pun, terbuka bagi pedagang maupun pengunjung untuk menyampaikan keluh kesahnya. Terutama terkait ketersediaan barang dan harga pasca kenaikan BBM. ‘’Saya ngantor di PBM agar upaya pengendalian inflasi ini bisa berjalan optimal,’’ tuturnya. ‘’Kami meminta pedagang untuk membantu menekan laju inflasi,’’ imbuhnya.

Keputusan ngantor di PBM itu, lanjut Maidi, sekaligus agar bisa mengawasi langsung penyaluran dana subsidi bagi pedagang bahan pokok penting (bapokting). ‘’Subsidi ini agar masyarakat tidak kesulitan mendapat bapokting. Tapi, juga tidak merugikan pedagang. Dana subsidi kami berikan tunai,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tahan Laju Kecepatan di Pusat Keramaian Jalan Pahlawan

Pun, Maidi telah menyusun strategi tatkala terjadi persoalan ihwal distribusi atau pasokan bapokting. Pemkot telah menggandeng sejumlah produsen luar daerah untuk membantu mencukupi kebutuhan barang ketika ketersediaan bahan pangan mulai menipis. ‘’Permintaan dan ketersediaan barang menjadi pemicu kenaikan harga dan inflasi. Ketika stok menipis, langsung kami koneksikan ke produsen lain untuk segera memasok barang,’’ jelasnya.

Maidi mengaku tak segan memberikan ’’pukulan’’ kepada pedagang yang menjual barang dengan harga mahal meski mereka tidak mau menerima dana subsidi. Yakni, menggelar operasi pasar dengan komoditas berbanderol harga produsen. ‘’Kalau ngeyel jual barang mahal silakan, pemkot akan buka operasi pasar dengan mematok harga murah,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/