alexametrics
30.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Pemkot Teliti Kasus Omicron di Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 13 kasus Omicron di Kota Madiun masih ditelusuri pemkot. Dari jumlah tersebut empat kasus di antaranya warga luar kota. Sehingga, tidak masuk database penambahan kasus Covid-19 di Kota Madiun. Sementara sembilan kasus merupakan warga kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebutkan, dari sembilan kasus itu delapan di antaranya dinyatakan probable, satu kasus not probable. Hasil probable Omicron tersebut berdasarkan pemeriksaan S-gene target failure (SGTF). Yakni, metode untuk mengidentifikasi suspek atau kasus probable Omicron. “Hasil ini kami teruskan untuk diteliti lagi,” paparnya, Selasa (25/1).

Dia menambahkan, hasil pemeriksaan SGTF selanjutnya diteliti kembali melalui whole genome sequencing (WGS). Metode ini memiliki akurasi tinggi dan direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendeteksi Omicron. “Hasilnya masih menunggu, butuh waktu agak lama,” ungkapnya.

Baca Juga :  166 Pejabat Struktural Pemkot Madiun Difungsionalkan

Denik memastikan, spesimen yang dikirim untuk diperiksa melalui WGS merupakan hasil pemeriksaan terhadap keluarga dan karyawan BNI 46 terkonfirmasi positif virus korona. Khususnya, hasil polymerase chain reaction (PCR) dengan cycle threshold (CT) value kurang dari 30. “Untuk yang di atas 30 tidak kita kirim,” ujarnya.

Saat ini pihaknya memperluas tracing kontak erat. Baik keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Jika ditemukan satu kasus, minimal 15 orang kontak erat wajib ikut pelacakan. “Setelah itu kami lakukan testing, jika hasil PCR CT-nya kurang dari 30 kami kirim ke laboratorium,” jelasnya.

Denik menjelaskan, varian Omicron dikenal memiliki gejala lebih ringan. Namun, tingkat sebarannya lebih cepat dari varian Covid-19 sebelumnya. Dia berpesan agar warga tak khawatir berlebihan. “Tapi, apa pun variannya yang penting prokes, jadi harus semakin ditingkatkan,” pintanya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 13 kasus Omicron di Kota Madiun masih ditelusuri pemkot. Dari jumlah tersebut empat kasus di antaranya warga luar kota. Sehingga, tidak masuk database penambahan kasus Covid-19 di Kota Madiun. Sementara sembilan kasus merupakan warga kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebutkan, dari sembilan kasus itu delapan di antaranya dinyatakan probable, satu kasus not probable. Hasil probable Omicron tersebut berdasarkan pemeriksaan S-gene target failure (SGTF). Yakni, metode untuk mengidentifikasi suspek atau kasus probable Omicron. “Hasil ini kami teruskan untuk diteliti lagi,” paparnya, Selasa (25/1).

Dia menambahkan, hasil pemeriksaan SGTF selanjutnya diteliti kembali melalui whole genome sequencing (WGS). Metode ini memiliki akurasi tinggi dan direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendeteksi Omicron. “Hasilnya masih menunggu, butuh waktu agak lama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Zona Tampungan TPA Winongo Menipis

Denik memastikan, spesimen yang dikirim untuk diperiksa melalui WGS merupakan hasil pemeriksaan terhadap keluarga dan karyawan BNI 46 terkonfirmasi positif virus korona. Khususnya, hasil polymerase chain reaction (PCR) dengan cycle threshold (CT) value kurang dari 30. “Untuk yang di atas 30 tidak kita kirim,” ujarnya.

Saat ini pihaknya memperluas tracing kontak erat. Baik keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Jika ditemukan satu kasus, minimal 15 orang kontak erat wajib ikut pelacakan. “Setelah itu kami lakukan testing, jika hasil PCR CT-nya kurang dari 30 kami kirim ke laboratorium,” jelasnya.

Denik menjelaskan, varian Omicron dikenal memiliki gejala lebih ringan. Namun, tingkat sebarannya lebih cepat dari varian Covid-19 sebelumnya. Dia berpesan agar warga tak khawatir berlebihan. “Tapi, apa pun variannya yang penting prokes, jadi harus semakin ditingkatkan,” pintanya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/