alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Tiga Bulan, 50 Kasus DBD Terdeteksi di Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ada ancaman lain di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Yakni, demam berdarah dengue (DBD). Catatan dinas kesehatan (dinkes), sepanjang Maret ini ditemukan 11 kasus DBD. ‘’Total kasus sejak Januari sampai Rabu (23/3) ada 50,’’ kata Kepala Dinkes Kota Madiun Denik Wuryani, Jumat (25/3).

Kendati demikian, kasus DBD tidak menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pun, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih di angka wajar. Pasien tidak sampai membeludak seperti akhir tahun lalu. ‘’Semua pasien (DBD, Red) tetap bisa dilayani,’’ ujarnya.

Denik menuturkan, untuk menekan persebaran virus DBD, sejak Januari sudah dilakukan sedikitnya 19 kali fogging. Terakhir, pengasapan menyasar Kelurahan Banjarejo, Taman. Kasus DBD di wilayah tersebut tercatat yang tertinggi, disusul Tawangrejo dan Pandean. ‘’Tapi, kalau lihat petanya, tersebar di seluruh kecamatan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkot Madiun Pantau Kebutuhan Bapok Jelang Ramadan

Dia menambahkan, persebaran kasus DBD juga dipengaruhi faktor perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pasalnya, nyamuk DBD biasa berkembang biak di lingkungan yang kotor. ‘’Tapi, tempat-tempat yang bersih pun harus tetap dipantau keberadaan jentiknya,’’ pintanya.

Denik mengimbau warga menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M. ‘’Juga memakai losion antinyamuk atau memasang kelambu di tempat tidur,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ada ancaman lain di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Yakni, demam berdarah dengue (DBD). Catatan dinas kesehatan (dinkes), sepanjang Maret ini ditemukan 11 kasus DBD. ‘’Total kasus sejak Januari sampai Rabu (23/3) ada 50,’’ kata Kepala Dinkes Kota Madiun Denik Wuryani, Jumat (25/3).

Kendati demikian, kasus DBD tidak menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pun, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih di angka wajar. Pasien tidak sampai membeludak seperti akhir tahun lalu. ‘’Semua pasien (DBD, Red) tetap bisa dilayani,’’ ujarnya.

Denik menuturkan, untuk menekan persebaran virus DBD, sejak Januari sudah dilakukan sedikitnya 19 kali fogging. Terakhir, pengasapan menyasar Kelurahan Banjarejo, Taman. Kasus DBD di wilayah tersebut tercatat yang tertinggi, disusul Tawangrejo dan Pandean. ‘’Tapi, kalau lihat petanya, tersebar di seluruh kecamatan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Gencar Sterilisasi sebagai Edukasi Disiplin Prokes

Dia menambahkan, persebaran kasus DBD juga dipengaruhi faktor perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pasalnya, nyamuk DBD biasa berkembang biak di lingkungan yang kotor. ‘’Tapi, tempat-tempat yang bersih pun harus tetap dipantau keberadaan jentiknya,’’ pintanya.

Denik mengimbau warga menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M. ‘’Juga memakai losion antinyamuk atau memasang kelambu di tempat tidur,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/