alexametrics
22.4 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Masih Ada Saja, Kepergok Ngopi Disanksi Push Up

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seruan menjaga jarak di masa pandemi tak dipatuhi. Operasi gabungan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun mendapati beberapa warga asyik nongkrong di warung kopi.

Jumat malam (24/4), TGTPP terpaksa memberi sanksi bagi warga luar kota yang kedapatan asyik ngopi. Sebelum akhirnya dibubarkan, mereka dihukum push up. ‘’Mereka tidak mengenakan masker. Kami beri pelajaran supaya jera,’’ tegas Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Tim gabungan dari TNI/Polri, Dishub, Dinkes-KB, BPBD dan Diskominfo itu menyisir warung, restoran, dan rumah makan yang masih bandel melayani pembeli di tempat. Sebenarnya pemkot tidak melarang berjualan asalkan memperhatikan protokol pencegahan virus korona. ‘’Kami beri kelonggaran, tapi disalahgunakan,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Migor Langka di Tingkat Eceran

Penyedia jasa kuliner pun tak didiamkan. Mereka yang kedapatan melanggar aturan, langsung diangkut meja dan kursinya. Tim gabungan pun menegaskan aturan pelayanan wajib take away. ‘’Operasi tidak hanya malam ini. Akan terus kami gencarkan selama pandemi ini belum berakhir,’’ pungkasnya. (kid/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seruan menjaga jarak di masa pandemi tak dipatuhi. Operasi gabungan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun mendapati beberapa warga asyik nongkrong di warung kopi.

Jumat malam (24/4), TGTPP terpaksa memberi sanksi bagi warga luar kota yang kedapatan asyik ngopi. Sebelum akhirnya dibubarkan, mereka dihukum push up. ‘’Mereka tidak mengenakan masker. Kami beri pelajaran supaya jera,’’ tegas Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Tim gabungan dari TNI/Polri, Dishub, Dinkes-KB, BPBD dan Diskominfo itu menyisir warung, restoran, dan rumah makan yang masih bandel melayani pembeli di tempat. Sebenarnya pemkot tidak melarang berjualan asalkan memperhatikan protokol pencegahan virus korona. ‘’Kami beri kelonggaran, tapi disalahgunakan,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Bunga Pemikiran B.J. Habibie Mekar di Kota Madiun

Penyedia jasa kuliner pun tak didiamkan. Mereka yang kedapatan melanggar aturan, langsung diangkut meja dan kursinya. Tim gabungan pun menegaskan aturan pelayanan wajib take away. ‘’Operasi tidak hanya malam ini. Akan terus kami gencarkan selama pandemi ini belum berakhir,’’ pungkasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/