alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Semarak Lebaran

KURANG sepekan lagi, kita yang beragama muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Lebaran kali ini terasa berbeda. Kita nyaris bisa merayakan Lebaran seperti sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda. Euforianya begitu terasa. Khususnya dalam minggu-minggu terakhir Ramadan ini. Maklum, sudah dua kali Lebaran kita seakan terkekang. Bahkan, pemerintah melarang untuk mudik. Silaturahmi kebanyakan dilakukan secara virtual. Hanya bersapa dari balik layar.

Sekarang akan berbeda. Kita sudah bisa bermaafan secara langsung. Mudik pun sudah bisa dilakukan. Saya yakin mudik kali ini akan semarak. Meluapkan kerinduan dua Lebaran sebelumnya. Kota kita juga akan ramai. Banyak yang datang karena kota kita kota tujuan. Karenanya, saya ingin masyarakat untuk bersiap.

Bersiap menyambut para pemudik. Bersiap menyambut para pendatang. Pemerintah Kota Madiun juga tidak tinggal diam. Semua kita persiapkan sedari awal. Untuk menyambut hari raya nan fitri nanti.

Persiapan ini kita lakukan menyeluruh. Baik fisik maupun mental masyarakatnya. Ini penting karena kita sejatinya masih dalam suasana pandemi. Ingat, Covid-19 masih ada dan berbahaya. Memang kondisinya sudah cukup melandai. Bahkan, kita sudah zero kasus aktif. Kita juga berada di level 1 PPKM. Tapi, itu bukan jaminan kita bisa bebas sepenuhnya. Bebas tanpa memedulikan protokol kesehatan.

Ini yang saya sebut mental masyarakat harus diperkuat. Jangan karena sudah diberikan keleluasaan kemudian sembarangan. Siapa saja masih mungkin tertular dan menularkan. Kita harus tetap waspada. Kegiatan berkumpul memang tidak kita larang. Tetapi protokol kesehatan jangan ditinggalkan.

Masker tetap harus dikenakan. Karenanya, kita dekatkan pelayanan masker gratis kepada masyarakat. Gerai masker lebih kita intensifkan. Petugas dan maskernya harus selalu siap sedia. Gerai ini mudah dijumpai di tempat wisata kita. Terutama di kawasan Pahlawan Street Center. Di kawasan jantung kota itu pula, ada gerai vaksinasi. Tepatnya di Sumber Wangi. Sudah saya minta untuk diperpanjang lagi.

Setidaknya sampai 9 Mei nanti. Kita buka dua kali dalam sehari. Pagi dan sore. Masyarakat kota maupun luar daerah bisa mendapatkan vaksin sambil berwisata. Lebaran kali ini memang sudah lebih leluasa. Tetapi kita juga tidak mau ceroboh. Rem Covid-19 tetap menjadi prioritas. Karenanya, segala upaya kita lakukan. Pelayanan juga kita dekatkan.

Baca Juga :  Asesmen Akhirat

Persiapan lainnya terkait infrastruktur kota. Lokasi yang kiranya menjadi tujuan wisatawan kita optimalkan. Pembangunan fisik yang masih berjalan saya minta dihentikan sementara. Maksimal mulai H-7 Lebaran. Tidak boleh ada pekerjaan yang mengganggu lalu lintas jalan. Materialnya juga saya minta untuk dibersihkan.

Arus mudik harus lancar. Baik jalan lintas daerah maupun dari dan menuju lokasi wisata. OPD terkait saya minta untuk melakukan pengecekan. Termasuk soal penerangan, bahkan sampai pemangkasan pohon yang bisa mengganggu pengguna jalan. Kita tidak ingin masyarakat yang sudah rindu berlebaran jadi kurang maksimal.

Beberapa waktu yang lalu, juga sudah kita lakukan peninjauan. Mulai dari kebutuhan bahan pangan, BBM, sampai infrastruktur umum yang menjadi titik keramaian. Saya pastikan semua kebutuhan tercukupi. Beras, misalnya. Stok beras di gudang Bulog Madiun di angka 11.700 ton. Ini cukup sampai delapan bulan ke depan. Sedangkan stok gula ada 38 ton, namun akan datang 100 ton dalam waktu dekat. Ini cukup untuk lima bulan ke depan. Namun, kita memang masih ada kendala di minyak goreng. Stoknya ada sekitar lima ribu liter dan saat ini sedang kita tambah.

Prinsipnya, kita siap menyambut Lebaran tahun ini. Ada banyak pilihan tempat wisata yang dapat dikunjungi. Kita punya 27 lapak UMKM kelurahan. Semuanya siap menjamu wisatawan dengan berbagai pilihan kuliner. Tempat-tempat baru juga kita siapkan. Seperti diketahui, kita tengah mengebut wisata kuliner dalam kereta di Jalan Bogowonto.

Progresnya sudah sesuai dengan yang kita targetkan. Lokomotif dan gerbongnya sudah di lokasi. Saat ini kita sedang melakukan pembenahan kawasan sekitarnya. Sudah saya instruksikan untuk segera diselesaikan. Kawasan itu harus siap sebelum Lebaran. Biar menjadi kejutan. Kita memang harus selalu punya gebrakan. Kota kita harus terus mencuri perhatian. Demi kemajuan yang bermuara kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.

KURANG sepekan lagi, kita yang beragama muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Lebaran kali ini terasa berbeda. Kita nyaris bisa merayakan Lebaran seperti sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda. Euforianya begitu terasa. Khususnya dalam minggu-minggu terakhir Ramadan ini. Maklum, sudah dua kali Lebaran kita seakan terkekang. Bahkan, pemerintah melarang untuk mudik. Silaturahmi kebanyakan dilakukan secara virtual. Hanya bersapa dari balik layar.

Sekarang akan berbeda. Kita sudah bisa bermaafan secara langsung. Mudik pun sudah bisa dilakukan. Saya yakin mudik kali ini akan semarak. Meluapkan kerinduan dua Lebaran sebelumnya. Kota kita juga akan ramai. Banyak yang datang karena kota kita kota tujuan. Karenanya, saya ingin masyarakat untuk bersiap.

Bersiap menyambut para pemudik. Bersiap menyambut para pendatang. Pemerintah Kota Madiun juga tidak tinggal diam. Semua kita persiapkan sedari awal. Untuk menyambut hari raya nan fitri nanti.

Persiapan ini kita lakukan menyeluruh. Baik fisik maupun mental masyarakatnya. Ini penting karena kita sejatinya masih dalam suasana pandemi. Ingat, Covid-19 masih ada dan berbahaya. Memang kondisinya sudah cukup melandai. Bahkan, kita sudah zero kasus aktif. Kita juga berada di level 1 PPKM. Tapi, itu bukan jaminan kita bisa bebas sepenuhnya. Bebas tanpa memedulikan protokol kesehatan.

Ini yang saya sebut mental masyarakat harus diperkuat. Jangan karena sudah diberikan keleluasaan kemudian sembarangan. Siapa saja masih mungkin tertular dan menularkan. Kita harus tetap waspada. Kegiatan berkumpul memang tidak kita larang. Tetapi protokol kesehatan jangan ditinggalkan.

Masker tetap harus dikenakan. Karenanya, kita dekatkan pelayanan masker gratis kepada masyarakat. Gerai masker lebih kita intensifkan. Petugas dan maskernya harus selalu siap sedia. Gerai ini mudah dijumpai di tempat wisata kita. Terutama di kawasan Pahlawan Street Center. Di kawasan jantung kota itu pula, ada gerai vaksinasi. Tepatnya di Sumber Wangi. Sudah saya minta untuk diperpanjang lagi.

Setidaknya sampai 9 Mei nanti. Kita buka dua kali dalam sehari. Pagi dan sore. Masyarakat kota maupun luar daerah bisa mendapatkan vaksin sambil berwisata. Lebaran kali ini memang sudah lebih leluasa. Tetapi kita juga tidak mau ceroboh. Rem Covid-19 tetap menjadi prioritas. Karenanya, segala upaya kita lakukan. Pelayanan juga kita dekatkan.

Baca Juga :  Kota Lingkungan Hidup Dunia

Persiapan lainnya terkait infrastruktur kota. Lokasi yang kiranya menjadi tujuan wisatawan kita optimalkan. Pembangunan fisik yang masih berjalan saya minta dihentikan sementara. Maksimal mulai H-7 Lebaran. Tidak boleh ada pekerjaan yang mengganggu lalu lintas jalan. Materialnya juga saya minta untuk dibersihkan.

Arus mudik harus lancar. Baik jalan lintas daerah maupun dari dan menuju lokasi wisata. OPD terkait saya minta untuk melakukan pengecekan. Termasuk soal penerangan, bahkan sampai pemangkasan pohon yang bisa mengganggu pengguna jalan. Kita tidak ingin masyarakat yang sudah rindu berlebaran jadi kurang maksimal.

Beberapa waktu yang lalu, juga sudah kita lakukan peninjauan. Mulai dari kebutuhan bahan pangan, BBM, sampai infrastruktur umum yang menjadi titik keramaian. Saya pastikan semua kebutuhan tercukupi. Beras, misalnya. Stok beras di gudang Bulog Madiun di angka 11.700 ton. Ini cukup sampai delapan bulan ke depan. Sedangkan stok gula ada 38 ton, namun akan datang 100 ton dalam waktu dekat. Ini cukup untuk lima bulan ke depan. Namun, kita memang masih ada kendala di minyak goreng. Stoknya ada sekitar lima ribu liter dan saat ini sedang kita tambah.

Prinsipnya, kita siap menyambut Lebaran tahun ini. Ada banyak pilihan tempat wisata yang dapat dikunjungi. Kita punya 27 lapak UMKM kelurahan. Semuanya siap menjamu wisatawan dengan berbagai pilihan kuliner. Tempat-tempat baru juga kita siapkan. Seperti diketahui, kita tengah mengebut wisata kuliner dalam kereta di Jalan Bogowonto.

Progresnya sudah sesuai dengan yang kita targetkan. Lokomotif dan gerbongnya sudah di lokasi. Saat ini kita sedang melakukan pembenahan kawasan sekitarnya. Sudah saya instruksikan untuk segera diselesaikan. Kawasan itu harus siap sebelum Lebaran. Biar menjadi kejutan. Kita memang harus selalu punya gebrakan. Kota kita harus terus mencuri perhatian. Demi kemajuan yang bermuara kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.

Most Read

Artikel Terbaru

/