Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Para petugas damkar itu dibagi tiga sif sehari. Yakni pagi, siang, dan sore. Masing-masing sif tiga personel. Sementara untuk memaksimalkan kesiapsiagaan, petugas tambahan dari tim relawan damkar (redkar) juga disiapkan. ‘’Berbeda dengan petugas resmi damkar, untuk tim redkar kami siapkan dua sif dalam sehari. Masing-masing sif tiga personel,’’ ujarnya.
Ada tiga titik lokasi pemantauan petugas damkar. Yakni di garasi damkar, depan Pasar Besar Kota Madiun, dan Alun-alun Kota Madiun. Masing-masing posko penjagaan difasilitasi satu unit mobil damkar. ‘’Setiap petugas jaga wajib membawa satu unit mobil damkar jenis penembak. Sehingga, ketika terjadi kebakaran akan segera tertangani,’’ ungkapnya.
Menurut dia, momen libur Lebaran petugas damkar wajib siap siaga. Sebab, banyak masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik atau berwisata ke luar kota. ‘’Ketika rumah warga banyak yang kosong perlu kita antisipasi. Sebab tidak ada penghuni di dalamnya namun banyak barang yang rawan,’’ bebernya.
Anang menambahkan, petugas damkar wajib sigap jika terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Karena itu, pihaknya menyiapkan personel yang mampu mengatasi kebakaran dengan cepat. Pun meminimalkan dampaknya.
Dia mengimbau, rumah yang akan ditinggalkan dalan beberapa hari agar dilaporkan ke RT atau tetangga sekitar. ‘’Semua perlatan listrik dan kompor dipastikan mati. Kalau pun menyala cukup satu lampu depan. Sehingga, tidak membahayakan jika kosong tanpa penghuni,’’ pungkasnya. (mg4/sat)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



