alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Komisi III DPRD Kota Madiun Sidak Proyek Saluran Jalan Mayjen Sungkono

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek pembangunan saluran air dan pedestrian di Jalan Mayjen Sungkono mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kota Madiun. Kemarin (24/5) siang, wakil rakyat meninjau progresnya di lokasi proyek. Inspeksi mendadak (sidak) itu sekaligus menindaklanjuti laporan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat dalam hearing pekan lalu.

Hasilnya, progres paket pekerjaan saluran di Jalan Sriti dari tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) hingga Jalan Manyar sepanjang 121 meter baru 34 persen. Kendati ada deviasi tiga persen dari target yang ditentukan pejabat pembuat komitmen (PPK). Begitu juga saluran Pancasila mulai dari Jalan Merpati hingga Gang Menco. Dewan mendapati progresnya surplus. Yakni, sekitar 63 persen dari target 23 persen.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun Winarko mengatakan, dua paket pekerjaan senilai Rp 4,4 miliar itu on schedule. Meski begitu, pihaknya merekomendasikan kontraktor proyek melakukan normalisasi saluran sebelum ditutup atau dibuat trotoar. ‘’Kami sudah ingatkan soal itu,’’ katanya.

Sidak komisi III DPRD berlanjut ke seberang Pasar Besar Madiun (PBM) untuk mengecek proyek pembangunan pedestrian Jalan Kolonel Marhadi-Panglima Sudirman. Di lokasi tersebut, Winarko bersama anggota komisi III lainnya, Soedjarwo, Y. Rudy Wisnu Wardhana, Subyantara, dan Agus Wiyono sempat meminta rekanan masuk ke dalam gorong-gorong untuk mengukur lebarnya.

Baca Juga :  Demi Kemanusiaan, Batasi Pembelian Sanitasi Tangan

Harapannya, ketika sudah ditutup aliran air di gorong-horong bisa mengalir lancar. Sementara anggota komisi III lainnya, Rina Haryati dan Yuliana, memeriksa dokumen paket pekerjaan senilai Rp 3,7 miliar itu. Hasilnya, progresnya telah mencapai 17 persen dari target 10 persen yang ditentukan DPUPR.

Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno berjanji bakal menindaklanjuti rekomendasi DPRD. Salah satunya terkait presisi maupun perapian infrastruktur. Dia menyebutkan bahwa saluran di Jalan Mayjend Sungkono multifungsi. Selain untuk pedestrian, juga pengendali banjir. ‘’Yang jelas on progress. Proyek ini sifatnya paket, sehingga selesainya tidak sama,’’ ujarnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pengawasan berkala tetap dilakukan. Sehingga, pekerjaan bisa selesai tepat waktu atau sebelum kontrak selesai. ‘’Soal kualitas, itu (box culvert, Red) kan langsung pakai pabrikan. Jadi, tidak ada soal. Tinggal sisi kuantitasnya nanti kami yang akan mengontrolnya, termasuk perapian pekerjaan,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek pembangunan saluran air dan pedestrian di Jalan Mayjen Sungkono mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kota Madiun. Kemarin (24/5) siang, wakil rakyat meninjau progresnya di lokasi proyek. Inspeksi mendadak (sidak) itu sekaligus menindaklanjuti laporan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat dalam hearing pekan lalu.

Hasilnya, progres paket pekerjaan saluran di Jalan Sriti dari tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) hingga Jalan Manyar sepanjang 121 meter baru 34 persen. Kendati ada deviasi tiga persen dari target yang ditentukan pejabat pembuat komitmen (PPK). Begitu juga saluran Pancasila mulai dari Jalan Merpati hingga Gang Menco. Dewan mendapati progresnya surplus. Yakni, sekitar 63 persen dari target 23 persen.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun Winarko mengatakan, dua paket pekerjaan senilai Rp 4,4 miliar itu on schedule. Meski begitu, pihaknya merekomendasikan kontraktor proyek melakukan normalisasi saluran sebelum ditutup atau dibuat trotoar. ‘’Kami sudah ingatkan soal itu,’’ katanya.

Sidak komisi III DPRD berlanjut ke seberang Pasar Besar Madiun (PBM) untuk mengecek proyek pembangunan pedestrian Jalan Kolonel Marhadi-Panglima Sudirman. Di lokasi tersebut, Winarko bersama anggota komisi III lainnya, Soedjarwo, Y. Rudy Wisnu Wardhana, Subyantara, dan Agus Wiyono sempat meminta rekanan masuk ke dalam gorong-gorong untuk mengukur lebarnya.

Baca Juga :  Progres Ring Road Timur Tunggu Tanda Tangan Gubernur

Harapannya, ketika sudah ditutup aliran air di gorong-horong bisa mengalir lancar. Sementara anggota komisi III lainnya, Rina Haryati dan Yuliana, memeriksa dokumen paket pekerjaan senilai Rp 3,7 miliar itu. Hasilnya, progresnya telah mencapai 17 persen dari target 10 persen yang ditentukan DPUPR.

Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno berjanji bakal menindaklanjuti rekomendasi DPRD. Salah satunya terkait presisi maupun perapian infrastruktur. Dia menyebutkan bahwa saluran di Jalan Mayjend Sungkono multifungsi. Selain untuk pedestrian, juga pengendali banjir. ‘’Yang jelas on progress. Proyek ini sifatnya paket, sehingga selesainya tidak sama,’’ ujarnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pengawasan berkala tetap dilakukan. Sehingga, pekerjaan bisa selesai tepat waktu atau sebelum kontrak selesai. ‘’Soal kualitas, itu (box culvert, Red) kan langsung pakai pabrikan. Jadi, tidak ada soal. Tinggal sisi kuantitasnya nanti kami yang akan mengontrolnya, termasuk perapian pekerjaan,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/