alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Lawu Plaza Boleh Nyicil Tunggakan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Sri Tanaya Megatama (STM) bisa bernapas lega. Sebab, Pemkot Madiun memberi kelonggaran pembayaran tunggakan kontribusi tetap kerja sama pemanfaatan aset Rp 1,22 miliar. Nominal tersebut merupakan total tagihan 2020 Rp 95 juta dan Rp 1,1 miliar 2021. ‘’Itu kewajiban mereka, nanti bisa minta keringanan nyicil,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (25/5).

Sebenarnya, keringanan untuk pengelola Lawu Plaza itu sudah diberikan untuk mengangsur dalam jangka waktu tertentu. Namun, besaran cicilannya harus disesuaikan. ‘’Apalagi sekarang sudah ramai lagi, jadi harus melaporkan pendapatannya,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan, pembayaran kontribusi tetap tersebut telah dikerjasamakan. Sehingga, sudah merupakan kewajiban. ‘’Tapi, nanti dihitung kuatnya nyicil berapa. Jika tidak bisa menunjukkan pailit, tentu harus membayar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gencar Sterilisasi sebagai Edukasi Disiplin Prokes

Berdasarkan surat dari STM tertanggal  15 Juni 2021 lalu, perusahaan asal Semarang itu menyatakan kesanggupannya membayar retribusi tahun 2020 dengan cicilan 12 kali. Pembayaran dimulai 30 Juni 2020 sampai 31 Mei 2022.

Sementara kontribusi tetap 2021, pihak STM mengajukan keringanan pembayaran 75 persen pada 27 Januari 2022 lalu. Pengajuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan telaah staf pada 9 Maret bahwa keringanan hanya diberikan 10 persen. ‘’Kalau sanggup menyertakan audit kepailitan dari lembaga negara, kami baru bisa menerima,’’ terang Maidi.

Namun, dia memastikan kelonggaran tetap diberikan STM untuk mengangsur. ‘’Ya, karena ini sudah tertera dalam MoU dan sebagainya, mungkin kelonggarannya nyicil atau apa nanti, bisa didiskusikan bersama,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Sri Tanaya Megatama (STM) bisa bernapas lega. Sebab, Pemkot Madiun memberi kelonggaran pembayaran tunggakan kontribusi tetap kerja sama pemanfaatan aset Rp 1,22 miliar. Nominal tersebut merupakan total tagihan 2020 Rp 95 juta dan Rp 1,1 miliar 2021. ‘’Itu kewajiban mereka, nanti bisa minta keringanan nyicil,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (25/5).

Sebenarnya, keringanan untuk pengelola Lawu Plaza itu sudah diberikan untuk mengangsur dalam jangka waktu tertentu. Namun, besaran cicilannya harus disesuaikan. ‘’Apalagi sekarang sudah ramai lagi, jadi harus melaporkan pendapatannya,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan, pembayaran kontribusi tetap tersebut telah dikerjasamakan. Sehingga, sudah merupakan kewajiban. ‘’Tapi, nanti dihitung kuatnya nyicil berapa. Jika tidak bisa menunjukkan pailit, tentu harus membayar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Penerapan E-Parking, Pasar Besar Madiun Berpotensi Sumbang PAD Rp 4 Miliar

Berdasarkan surat dari STM tertanggal  15 Juni 2021 lalu, perusahaan asal Semarang itu menyatakan kesanggupannya membayar retribusi tahun 2020 dengan cicilan 12 kali. Pembayaran dimulai 30 Juni 2020 sampai 31 Mei 2022.

Sementara kontribusi tetap 2021, pihak STM mengajukan keringanan pembayaran 75 persen pada 27 Januari 2022 lalu. Pengajuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan telaah staf pada 9 Maret bahwa keringanan hanya diberikan 10 persen. ‘’Kalau sanggup menyertakan audit kepailitan dari lembaga negara, kami baru bisa menerima,’’ terang Maidi.

Namun, dia memastikan kelonggaran tetap diberikan STM untuk mengangsur. ‘’Ya, karena ini sudah tertera dalam MoU dan sebagainya, mungkin kelonggarannya nyicil atau apa nanti, bisa didiskusikan bersama,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/