alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Wali Kota Maidi Sesalkan Sejumlah Aksi Kerusuhan di Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi tidak dapat menyembunyikan kegeramannya. Menyusul sejumlah insiden kerusuhan di wilayahnya beberapa hari terakhir.  ‘’Tidak bisa dibiarkan. Kami sepakat mengambil kebijakan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,’’ kata Maidi dalam rapat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Senin (23/5) malam.

Salah satunya menghentikan kegiatan halalbihalal organisasi tertentu. Maidi menjelaskan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini. Dia tidak ingin insiden terus berlanjut. Pun meminta semua unsur bertanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

‘’Sangat-sangat memalukan dengan apa yang telah terjadi. Kami membawa kota ini maju dengan kerja keras mati-matian yang kemudian dirusak dengan tindakan-tindakan yang seharusnya dapat dicegah pihak-pihak terkait. Kenapa bisa dibiarkan?’’ geramnya.

Sejatinya wali kota tidak ingin mengeluarkan kebijakan yang tidak menyenangkan itu. Namun, izin kegiatan halalbihahal malah disalahgunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab berbuat onar. Sehingga, dia harus mengambil alih kebijakan pengamanan.

Sebab, dalam aturan perundang-undangan, kepala daerah berwenang menyelamatkan wilayah demi pembangunan dan kemajuan negara. ‘’Oknum perusuh masuk kawasan Pahlawan Street Center, sudah nglamak (kurang ajar, Red) itu. Jangan dibiarkan, semua pihak terkait tidak boleh tinggal diam. Harus menjaga kota ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Klaim Tinggal Enam Jukir Pasar Sleko Terdampak E-Parking

Jika terjadi kerusuhan lagi, dia meminta pengurus organisasi yang bersangkutan bertanggung jawab. Selain itu, oknum perusuh bakal dikirim ke Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha. Mereka bakal digembleng oleh prajurit-prajurit terbaik. Pemkot bakal menanggung anggaran pembinaan tersebut. ‘’Mereka tidak dihukum, tapi dibina. MoU (memorandum of understanding) kerja sama dengan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha segera kami perbarui,’’ ungkapnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono mendukung penuh kebijakan pemkot untuk mewujudkan kota ini aman dan nyaman. Dia mafhum persoalan kondusivitas merupakan tanggung jawabnya. Namun, pihaknya tidak dapat bekerja sendirian tanpa dukungan semua pihak terkait. ‘’Silaturahmi boleh, tapi bukan seperti ini caranya. Harus bisa saling menghargai,’’ sesal Suryono.

Kapolres pun menginstruksikan seluruh anggotanya bertindak tegas pada oknum-oknum yang mengancam kondusivitas. Jika ada konvoi ugal-ugalan harus ditindak. ‘’Semua anggota sudah saya apelkan. Semua aksi kerusuhan harus ditindak tegas, saya yang akan tanggung jawab,’’ tegasnya.

Pun, Suryono meminta pengurus organisasi memberi pemahaman kepada anggota mereka masing-masing. Yakni, menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Agar kondisi tetap adem ayem seperti sebelumnya. ‘’Mohon maaf. Atas insiden yang terjadi, halalbihalal dihentikan,’’ ucapnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi tidak dapat menyembunyikan kegeramannya. Menyusul sejumlah insiden kerusuhan di wilayahnya beberapa hari terakhir.  ‘’Tidak bisa dibiarkan. Kami sepakat mengambil kebijakan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,’’ kata Maidi dalam rapat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Senin (23/5) malam.

Salah satunya menghentikan kegiatan halalbihalal organisasi tertentu. Maidi menjelaskan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini. Dia tidak ingin insiden terus berlanjut. Pun meminta semua unsur bertanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

‘’Sangat-sangat memalukan dengan apa yang telah terjadi. Kami membawa kota ini maju dengan kerja keras mati-matian yang kemudian dirusak dengan tindakan-tindakan yang seharusnya dapat dicegah pihak-pihak terkait. Kenapa bisa dibiarkan?’’ geramnya.

Sejatinya wali kota tidak ingin mengeluarkan kebijakan yang tidak menyenangkan itu. Namun, izin kegiatan halalbihahal malah disalahgunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab berbuat onar. Sehingga, dia harus mengambil alih kebijakan pengamanan.

Sebab, dalam aturan perundang-undangan, kepala daerah berwenang menyelamatkan wilayah demi pembangunan dan kemajuan negara. ‘’Oknum perusuh masuk kawasan Pahlawan Street Center, sudah nglamak (kurang ajar, Red) itu. Jangan dibiarkan, semua pihak terkait tidak boleh tinggal diam. Harus menjaga kota ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Tiga Sapi di Kota Madiun Negatif PMK

Jika terjadi kerusuhan lagi, dia meminta pengurus organisasi yang bersangkutan bertanggung jawab. Selain itu, oknum perusuh bakal dikirim ke Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha. Mereka bakal digembleng oleh prajurit-prajurit terbaik. Pemkot bakal menanggung anggaran pembinaan tersebut. ‘’Mereka tidak dihukum, tapi dibina. MoU (memorandum of understanding) kerja sama dengan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha segera kami perbarui,’’ ungkapnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono mendukung penuh kebijakan pemkot untuk mewujudkan kota ini aman dan nyaman. Dia mafhum persoalan kondusivitas merupakan tanggung jawabnya. Namun, pihaknya tidak dapat bekerja sendirian tanpa dukungan semua pihak terkait. ‘’Silaturahmi boleh, tapi bukan seperti ini caranya. Harus bisa saling menghargai,’’ sesal Suryono.

Kapolres pun menginstruksikan seluruh anggotanya bertindak tegas pada oknum-oknum yang mengancam kondusivitas. Jika ada konvoi ugal-ugalan harus ditindak. ‘’Semua anggota sudah saya apelkan. Semua aksi kerusuhan harus ditindak tegas, saya yang akan tanggung jawab,’’ tegasnya.

Pun, Suryono meminta pengurus organisasi memberi pemahaman kepada anggota mereka masing-masing. Yakni, menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Agar kondisi tetap adem ayem seperti sebelumnya. ‘’Mohon maaf. Atas insiden yang terjadi, halalbihalal dihentikan,’’ ucapnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/