27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Gedung Serbaguna Sogaten Butuh Perbaikan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gedung serbaguna Kelurahan Sogaten di Jalan Puspo Warno dibiarkan ”mangkrak”. Bangunan di samping kantor kelurahan setempat itu terkesan tak terawat. ‘’Bangunan ini sudah tidak aktif digunakan sejak 2005,’’ kata Lurah Sogaten Sunarso, Minggu (25/9).

Sebelumnya, gedung itu digunakan berbagai kegiatan warga. Seperti pertemuan, latihan pencak silat, olahraga, dan agenda kelurahan lainnya. Sedangkan saat ini semua kegiatan dialihkan di aula kelurahan. ‘’Karena kondisi gedung serbaguna ini sudah tidak memadai jika digunakan kegiatan,” ujarnya.

Kendati begitu, lanjut Sunarso, gedung serbaguna itu masih digunakan latihan badminton. Bahkan, tak sedikit warga lintas daerah yang menggunakannya. ‘’Kami berikan fasilitas gratis. Tapi, semisal ada lampu mati, mereka harus menggantinya sendiri. Pun, kebersihan masih tetap kami jaga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Deadline Mepet, Penyedia Jasa Proyek PEN di Ponorogo Kejar Tayang

Tembok bagian belakang gedung itu doyong. Konstruksi tambahan berupa panggung di bagian belakang gedung disebut jadi biangnya. Sebab, antara tembok belakang dan panggung tidak ada penguat. ‘’Kami sudah usulkan pembangunan ke pemkot. Kemungkinan akan dibangun tahun depan. Mungkin ada penggantian atap, lantai, pengecatan tembok, dan mengganti tembok yang doyong,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gedung serbaguna Kelurahan Sogaten di Jalan Puspo Warno dibiarkan ”mangkrak”. Bangunan di samping kantor kelurahan setempat itu terkesan tak terawat. ‘’Bangunan ini sudah tidak aktif digunakan sejak 2005,’’ kata Lurah Sogaten Sunarso, Minggu (25/9).

Sebelumnya, gedung itu digunakan berbagai kegiatan warga. Seperti pertemuan, latihan pencak silat, olahraga, dan agenda kelurahan lainnya. Sedangkan saat ini semua kegiatan dialihkan di aula kelurahan. ‘’Karena kondisi gedung serbaguna ini sudah tidak memadai jika digunakan kegiatan,” ujarnya.

Kendati begitu, lanjut Sunarso, gedung serbaguna itu masih digunakan latihan badminton. Bahkan, tak sedikit warga lintas daerah yang menggunakannya. ‘’Kami berikan fasilitas gratis. Tapi, semisal ada lampu mati, mereka harus menggantinya sendiri. Pun, kebersihan masih tetap kami jaga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Masjid Bersejarah Sepi Peziarah

Tembok bagian belakang gedung itu doyong. Konstruksi tambahan berupa panggung di bagian belakang gedung disebut jadi biangnya. Sebab, antara tembok belakang dan panggung tidak ada penguat. ‘’Kami sudah usulkan pembangunan ke pemkot. Kemungkinan akan dibangun tahun depan. Mungkin ada penggantian atap, lantai, pengecatan tembok, dan mengganti tembok yang doyong,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/