27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Produk Daur Ulang Warga Sogaten Kota Madiun Tembus Jepang dan Australia

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kreativitas tak mengenal batas. Di tangan warga Sogaten, koran bekas dan barang yang semula kurang bernilai disulap menjadi aneka kerajinan. Produk kreatif warga Sogaten itu bahkan sukses menembus pasar mancanegara. ‘’Kami terus mendorong masyarakat untuk berinovasi,’’ kata Lurah Sogaten Sunarso, Minggu (25/9).

Jumlah penduduk Sogaten mencapai 4.199 jiwa. Mayoritas pekerja swasta. Namun, tak sedikit warga yang berwirausaha. Hingga tahun ini, ada 310 warga setempat yang merintis usaha. Kerajinan daur ulang yang dirintis Sukesiana merupakan salah satu usaha unggulan di Sogaten. ‘’Karya handycraft warga kami sudah dipasarkan secara luas,’’ terangnya.

Usaha kerajinan ini dicetuskan Sukesiana pada 2015 lalu. Mulanya, dia mendapat pelatihan dari kelurahan setempat. Butuh waktu hingga tiga tahun bagi Sukesiana untuk bisa mengenalkan produknya secara luas. ‘’Mulai dikenal setelah dipajang di berbagai pameran. Saya semakin bersemangat,’’ kata Sukesiana.

Baca Juga :  Terdampak Pandemi, 18 Perusahaan di Kota Madiun Gulung Tikar

Bersama warga sekitar, Sukesiana mampu mengolah barang bekas menjadi berbagai kerajinan seperti kotak tisu, keranjang, tas, hingga vas bunga. Harga dibanderol mulai Rp 10.000. Paling mahal Rp 300 ribu. Karya warga Sogaten tersebut telah dipasarkan hingga Papua, Jepang, serta Australia. ‘’Usaha ini juga menjadi solusi dalam mengurangi sampah,’’ tuturnya. (tr2/naz)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kreativitas tak mengenal batas. Di tangan warga Sogaten, koran bekas dan barang yang semula kurang bernilai disulap menjadi aneka kerajinan. Produk kreatif warga Sogaten itu bahkan sukses menembus pasar mancanegara. ‘’Kami terus mendorong masyarakat untuk berinovasi,’’ kata Lurah Sogaten Sunarso, Minggu (25/9).

Jumlah penduduk Sogaten mencapai 4.199 jiwa. Mayoritas pekerja swasta. Namun, tak sedikit warga yang berwirausaha. Hingga tahun ini, ada 310 warga setempat yang merintis usaha. Kerajinan daur ulang yang dirintis Sukesiana merupakan salah satu usaha unggulan di Sogaten. ‘’Karya handycraft warga kami sudah dipasarkan secara luas,’’ terangnya.

Usaha kerajinan ini dicetuskan Sukesiana pada 2015 lalu. Mulanya, dia mendapat pelatihan dari kelurahan setempat. Butuh waktu hingga tiga tahun bagi Sukesiana untuk bisa mengenalkan produknya secara luas. ‘’Mulai dikenal setelah dipajang di berbagai pameran. Saya semakin bersemangat,’’ kata Sukesiana.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 di Kota Madiun Naik

Bersama warga sekitar, Sukesiana mampu mengolah barang bekas menjadi berbagai kerajinan seperti kotak tisu, keranjang, tas, hingga vas bunga. Harga dibanderol mulai Rp 10.000. Paling mahal Rp 300 ribu. Karya warga Sogaten tersebut telah dipasarkan hingga Papua, Jepang, serta Australia. ‘’Usaha ini juga menjadi solusi dalam mengurangi sampah,’’ tuturnya. (tr2/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/