27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tumbuhkan Kemandirian Pangan, Wali Kota Maidi Ajak Warga Berdayakan Pekarangan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat tak sekadar diberi bantuan maupun subsidi, tetapi juga dilatih kemandirian. Demi menekan laju inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemkot Madiun mengkampanyekan pemberdayaan lahan pekarangan rumah dan sekolah.

Wali Kota Madiun Maidi menuturkan pemkot membagikan beragam bibit komoditas pangan secara cuma-cuma. Mulai cabai, terung, tomat hingga sawi. ‘’Mulai pelajar hingga lansia harus mampu memproduksi secara mandiri. Minimal dapat mencukupi kebutuhan harian,’’ jelasnya.

Maidi menekankan pentingnya memberi pembekalan seputar bercocok tanam di sekolah. Apa yang diajarkan semasa sekolah itu menjadi bakal menjadi kebiasaan positif ketika beranjak dewasa. Siswa bakal menjadi agen yang dapat mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungannya untuk menumbuhkan lahan produktif.

‘’Siswa dapat memanfaatkan lahan di sekolah sebagai media untuk menanam tanaman setiap hari. Pembiasaan yang terus dilakukan di sekolah bakal terbawa sesampainya di rumah,’’ ujarnya.

Program ini, lanjut Maidi, telah dijalankan di SDN Ngegong, SDN Patihan, SDN 1 Winongo, SDN 3 Madiun Lor dan SMPN 9. Rencananya, pemkot bakal memasifkan pembiasaan sejak dini untuk mengolah lahan produktif ke seluruh sekolah. ‘’Ini juga salah satu pembelajaran kurikulum merdeka. Sekolah yang punya kebun, silakan dihidupkan,’’ pintanya.

Baca Juga :  Kegiatan Massa Selama Bulan Sura Dibatasi, Maidi: Aman Itu Mahal!

Pembagian bibit tanaman juga menyasar kelompok dewasa hingga lansia. Ajakan itu selalu diserukan setiap wali kota gowes dan senam bersama menyapa warga. Dia meminta warga memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong untuk pertanian rumah tangga. ‘’Bibit tanaman kami bagikan agar dapat ditanam di sekitar lingkungan rumah warga,’’ sebutnya.

Pemkot juga berkomitmen mengawasi dan mengintervensi pasar. Sebab, inflasi bukan hanya disebabkan kenaikan harga BBM. Melainkan berkurangnya pasokan barang di pasar. ‘’Saya bangun kantor sekaligus ngantor di PBM (Pasar Besar Madiun). Agar ketika ada persoalan, bisa segera dilapokan ke saya untuk diselesaikan,’’ pungkasnya. (ggi/prog/fin)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat tak sekadar diberi bantuan maupun subsidi, tetapi juga dilatih kemandirian. Demi menekan laju inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemkot Madiun mengkampanyekan pemberdayaan lahan pekarangan rumah dan sekolah.

Wali Kota Madiun Maidi menuturkan pemkot membagikan beragam bibit komoditas pangan secara cuma-cuma. Mulai cabai, terung, tomat hingga sawi. ‘’Mulai pelajar hingga lansia harus mampu memproduksi secara mandiri. Minimal dapat mencukupi kebutuhan harian,’’ jelasnya.

Maidi menekankan pentingnya memberi pembekalan seputar bercocok tanam di sekolah. Apa yang diajarkan semasa sekolah itu menjadi bakal menjadi kebiasaan positif ketika beranjak dewasa. Siswa bakal menjadi agen yang dapat mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungannya untuk menumbuhkan lahan produktif.

‘’Siswa dapat memanfaatkan lahan di sekolah sebagai media untuk menanam tanaman setiap hari. Pembiasaan yang terus dilakukan di sekolah bakal terbawa sesampainya di rumah,’’ ujarnya.

Program ini, lanjut Maidi, telah dijalankan di SDN Ngegong, SDN Patihan, SDN 1 Winongo, SDN 3 Madiun Lor dan SMPN 9. Rencananya, pemkot bakal memasifkan pembiasaan sejak dini untuk mengolah lahan produktif ke seluruh sekolah. ‘’Ini juga salah satu pembelajaran kurikulum merdeka. Sekolah yang punya kebun, silakan dihidupkan,’’ pintanya.

Baca Juga :  4.272 Siswa SMK Ikut UNBK

Pembagian bibit tanaman juga menyasar kelompok dewasa hingga lansia. Ajakan itu selalu diserukan setiap wali kota gowes dan senam bersama menyapa warga. Dia meminta warga memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong untuk pertanian rumah tangga. ‘’Bibit tanaman kami bagikan agar dapat ditanam di sekitar lingkungan rumah warga,’’ sebutnya.

Pemkot juga berkomitmen mengawasi dan mengintervensi pasar. Sebab, inflasi bukan hanya disebabkan kenaikan harga BBM. Melainkan berkurangnya pasokan barang di pasar. ‘’Saya bangun kantor sekaligus ngantor di PBM (Pasar Besar Madiun). Agar ketika ada persoalan, bisa segera dilapokan ke saya untuk diselesaikan,’’ pungkasnya. (ggi/prog/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/