alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Ingin Dapat Minyak Goreng, Pembeli Haru Teken Pakta Integritas Bermeterai

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemenuhan ketersediaan dan keseragaman harga minyak goreng (migor) terus diupayakan. Kali ini, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menggerojok ribuan liter migor curah. ‘’Harga migor curah di pasaran masih cukup tinggi, sehingga digelar operasi pasar,’’ kata Branch Manager PT PPI Madiun Firmansyah Saifullah kemarin (25/2).

OP migor kemarin menyasar Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. Pedagang atau pelaku usaha yang membutuhkan diprioritaskan. Pihaknya menyediakan satu truk tangki berkapasitas delapan ton. ‘’Kami tidak membatasi pembelian, berapa pun kami layani,’’ ujarnya.

Namun, pembeli wajib mengisi dokumen persyaratan dan pakta integritas bermeterai. Isinya, keterangan data diri (KTP) dan pernyataan patuh dengan ketentuan pemerintah. Migor curah dijual Rp 10.500 per liter. Sedangkan per kilogram Rp 11.700. Apabila dijual kembali, sesuai pakta integritas, harga untuk masyarakat atau konsumen Rp 11.500 per liter dan Rp 13.000 per kilogram.

Baca Juga :  Puasa dalam Perspektif Kesehatan

Menurut Firmansyah, untuk sementara OP digelar hanya satu kali. Kendati begitu, bakal dilakukan kembali melihat fakta di lapangan dan hasil evaluasi pelaksanaan pertama itu. Pun, lokasi OP dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat. ‘’Kalau memang animo tinggi, kami adakan lagi,’’ tuturnya.

Budiono, salah seorang pedagang meracang di PBM, mengaku terbantu dengan OP PPI. Sebab, harga migor curah masih cukup tinggi. Terbaru, Rp 19.000 per kilogram. Harga itu menyesuaikan harga kulakan dari distributor Rp 18.000 per kilogram. ‘’Cari barang juga susah,’’ ungkapnya seraya menyebut harga migor kemasan juga masih di rentang Rp 20 ribu per liter.

Budiono berjanji bakal menjual migor hasil OP dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah dan sesuai pakta integritas. Sebab, selain agar konsumen berdatangan, dia juga prihatin lantaran masyarakat kesulitan mendapatkan migor. ‘’Semoga operasi pasar terus diadakan, untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat,’’ ucapnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemenuhan ketersediaan dan keseragaman harga minyak goreng (migor) terus diupayakan. Kali ini, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menggerojok ribuan liter migor curah. ‘’Harga migor curah di pasaran masih cukup tinggi, sehingga digelar operasi pasar,’’ kata Branch Manager PT PPI Madiun Firmansyah Saifullah kemarin (25/2).

OP migor kemarin menyasar Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. Pedagang atau pelaku usaha yang membutuhkan diprioritaskan. Pihaknya menyediakan satu truk tangki berkapasitas delapan ton. ‘’Kami tidak membatasi pembelian, berapa pun kami layani,’’ ujarnya.

Namun, pembeli wajib mengisi dokumen persyaratan dan pakta integritas bermeterai. Isinya, keterangan data diri (KTP) dan pernyataan patuh dengan ketentuan pemerintah. Migor curah dijual Rp 10.500 per liter. Sedangkan per kilogram Rp 11.700. Apabila dijual kembali, sesuai pakta integritas, harga untuk masyarakat atau konsumen Rp 11.500 per liter dan Rp 13.000 per kilogram.

Baca Juga :  KMFR 2018: Gandeng PASI Kota Madiun sebagai Race Management

Menurut Firmansyah, untuk sementara OP digelar hanya satu kali. Kendati begitu, bakal dilakukan kembali melihat fakta di lapangan dan hasil evaluasi pelaksanaan pertama itu. Pun, lokasi OP dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat. ‘’Kalau memang animo tinggi, kami adakan lagi,’’ tuturnya.

Budiono, salah seorang pedagang meracang di PBM, mengaku terbantu dengan OP PPI. Sebab, harga migor curah masih cukup tinggi. Terbaru, Rp 19.000 per kilogram. Harga itu menyesuaikan harga kulakan dari distributor Rp 18.000 per kilogram. ‘’Cari barang juga susah,’’ ungkapnya seraya menyebut harga migor kemasan juga masih di rentang Rp 20 ribu per liter.

Budiono berjanji bakal menjual migor hasil OP dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah dan sesuai pakta integritas. Sebab, selain agar konsumen berdatangan, dia juga prihatin lantaran masyarakat kesulitan mendapatkan migor. ‘’Semoga operasi pasar terus diadakan, untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat,’’ ucapnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/