alexametrics
29.6 C
Madiun
Sunday, May 15, 2022

1.454 Pelanggar Lalin Kena Tilang INCAR di Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Mobil integrated node capture attitude record (INCAR) Satlantas Polres Madiun Kota terus memata-matai pelanggar lalu lintas (lalin). Sepanjang Januari-Maret, 1.454 pelanggar terekam. ‘’Pagi, siang, dan sore mobile satu sampai dua jam untuk meng-capture pelanggaran,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko, Sabtu (26/3).

Mobil jenis SUV itu dilengkapi kamera pengintai yang mampu meng-capture berbagai pelanggaran lalu lintas. Mulai tidak mengenakan helm, melanggar markah, hingga menerobos lampu merah. Bahkan, pengendara di bawah umur, main handphone saat berkendara, kendaraan tidak sesuai spektek (spesifikasi teknis), hingga balapan liar. ‘’Peranti INCAR sangat efektif untuk menindak pelanggar,’’ ujar Kasatlantas.

INCAR dinilai mendukung kinerja lebih efisien. Pun, mampu memberangus tindakan pungutan liar oleh oknum petugas di jalan raya. Sebab, petugas kepolisian dan pelanggar tidak melakukan kontak langsung. ‘’Selain INCAR juga ada ETLE (electronic traffic law enforcement). Tapi, sementara belum maksimal karena sedang dalam pembaruan atau perbaikan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  THM Bodong, Tunggu Tanggal Main Penyegelan

Dwi menyampaikan, sistem kerja ETLE berbeda dengan INCAR. ETLE adalah kamera pengintai semacam CCTV (closed-circuit television) yang terpasang di beberapa titik jalan raya. Sebagian besar dipasang di lampu merah. Namun, fungsinya sama dengan INCAR. Yakni, merekam pelanggaran lalin secara elektronik untuk mendukung keamanan, ketertiban, serta keselamatan.

Hanya, kendalanya pada artificial intelligence (kecerdasan buatan) dalam sistem. Sebab, CCTV terlalu banyak meng-capture kendaraan pelanggar. Sehingga, mengirimkan laporan berlebihan ke sistem. ‘’Segera dioperasikan kembali, sudah dalam proses perbaikan,’’ jelasnya.

Tahun ini belum ada penambahan titik ETLE. Terbaru, tahun lalu di simpang Pasar Sleko. Pihaknya berharap Pemkot Madiun menambah peranti tersebut di titik-titik rawan pelanggaran. ‘’Kami terus berupaya agar ditambah ETLE tahun ini,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Mobil integrated node capture attitude record (INCAR) Satlantas Polres Madiun Kota terus memata-matai pelanggar lalu lintas (lalin). Sepanjang Januari-Maret, 1.454 pelanggar terekam. ‘’Pagi, siang, dan sore mobile satu sampai dua jam untuk meng-capture pelanggaran,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko, Sabtu (26/3).

Mobil jenis SUV itu dilengkapi kamera pengintai yang mampu meng-capture berbagai pelanggaran lalu lintas. Mulai tidak mengenakan helm, melanggar markah, hingga menerobos lampu merah. Bahkan, pengendara di bawah umur, main handphone saat berkendara, kendaraan tidak sesuai spektek (spesifikasi teknis), hingga balapan liar. ‘’Peranti INCAR sangat efektif untuk menindak pelanggar,’’ ujar Kasatlantas.

INCAR dinilai mendukung kinerja lebih efisien. Pun, mampu memberangus tindakan pungutan liar oleh oknum petugas di jalan raya. Sebab, petugas kepolisian dan pelanggar tidak melakukan kontak langsung. ‘’Selain INCAR juga ada ETLE (electronic traffic law enforcement). Tapi, sementara belum maksimal karena sedang dalam pembaruan atau perbaikan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pedagang Digerojok Minyak Goreng Kemasan Sederhana

Dwi menyampaikan, sistem kerja ETLE berbeda dengan INCAR. ETLE adalah kamera pengintai semacam CCTV (closed-circuit television) yang terpasang di beberapa titik jalan raya. Sebagian besar dipasang di lampu merah. Namun, fungsinya sama dengan INCAR. Yakni, merekam pelanggaran lalin secara elektronik untuk mendukung keamanan, ketertiban, serta keselamatan.

Hanya, kendalanya pada artificial intelligence (kecerdasan buatan) dalam sistem. Sebab, CCTV terlalu banyak meng-capture kendaraan pelanggar. Sehingga, mengirimkan laporan berlebihan ke sistem. ‘’Segera dioperasikan kembali, sudah dalam proses perbaikan,’’ jelasnya.

Tahun ini belum ada penambahan titik ETLE. Terbaru, tahun lalu di simpang Pasar Sleko. Pihaknya berharap Pemkot Madiun menambah peranti tersebut di titik-titik rawan pelanggaran. ‘’Kami terus berupaya agar ditambah ETLE tahun ini,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/