alexametrics
25.4 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Gerbong KA Buatan Inka untuk Jalan Bogowonto Diupayakan Beres sebelum Lebaran

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Progres proyek pengembangan kawasan Jalan Bogowonto terus berjalan. Salah satu pengerjaannya menyasar lokomotif dan rangkaian gerbong yang akan ditempatkan di bekas rel kereta api (KA) jurusan Madiun-Ponorogo itu.

‘’Sudah sekitar 20 persen, mulai mematangkan desain hingga penyediaan komponen atau prototipenya,’’ kata Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Sabtu (26/3).

Menurut Bambang, desain atau konsep gerbong KA saat ini masih alternatif. Sehingga, masih mungkin berubah menyesuaikan komponen atau bahan. Satu yang sudah pasti, gerbong very very important person (VVIP) bakal dibuat dengan konsep kereta kuno (antik) di bagian interiornya. ‘’Tinggal membuat gerbongnya, baik gerbong penumpang maupun flatcar (kereta datar, Red) dengan kontainernya,’’ ujarnya.

Pihaknya berencana mendatangkan kontainer jadi lengkap dengan jendela dan pintu dari pihak ketiga untuk dipasang di tiga flatcar. Pun, berharap adanya corporate social responsibility (CSR) dari instansi atau perusahaan lain untuk membantu penyediaan kontainer tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Tunggu Lokomotif dan Gerbong KA Terpasang di Bogowonto

Untuk lokomotif, tetap memanfaatkan hibah dari PG Rejo Agung Baru. Lokomotif antik tersebut nantinya bakal di-repair. Sebab, sempat menjadi objek vandalisme. ‘’Saat ini masih di PG Rejo Agung Baru, dalam waktu dekat segera kami ambil,’’ tuturnya.

Soal biaya, Bambang belum dapat menyampaikan dengan alasan belum final. Namun, gerbong statis (tidak bergerak) tak semahal membuat kereta berjalan. ‘’Kami sesuaikan standar kereta statis. Apalagi kami punya bekas prototipe yang masih bagus untuk dimanfaatkan,’’ terangnya.

Bambang mengklaim, pembuatan gerbong sudah direstui direksi. Sehingga, tinggal eksekusi. Pihaknya berkomitmen bakal menyelesaikan sebelum Lebaran mendatang. Namun, butuh effort lebih untuk merealisasikannya. Sebab, waktu pengerjaan normalnya sampai Juni. ‘’Jadi, harus lembur. Akan kami usahakan,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Progres proyek pengembangan kawasan Jalan Bogowonto terus berjalan. Salah satu pengerjaannya menyasar lokomotif dan rangkaian gerbong yang akan ditempatkan di bekas rel kereta api (KA) jurusan Madiun-Ponorogo itu.

‘’Sudah sekitar 20 persen, mulai mematangkan desain hingga penyediaan komponen atau prototipenya,’’ kata Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Sabtu (26/3).

Menurut Bambang, desain atau konsep gerbong KA saat ini masih alternatif. Sehingga, masih mungkin berubah menyesuaikan komponen atau bahan. Satu yang sudah pasti, gerbong very very important person (VVIP) bakal dibuat dengan konsep kereta kuno (antik) di bagian interiornya. ‘’Tinggal membuat gerbongnya, baik gerbong penumpang maupun flatcar (kereta datar, Red) dengan kontainernya,’’ ujarnya.

Pihaknya berencana mendatangkan kontainer jadi lengkap dengan jendela dan pintu dari pihak ketiga untuk dipasang di tiga flatcar. Pun, berharap adanya corporate social responsibility (CSR) dari instansi atau perusahaan lain untuk membantu penyediaan kontainer tersebut.

Baca Juga :  Kawasan Cokroaminoto Ditata demi Investor

Untuk lokomotif, tetap memanfaatkan hibah dari PG Rejo Agung Baru. Lokomotif antik tersebut nantinya bakal di-repair. Sebab, sempat menjadi objek vandalisme. ‘’Saat ini masih di PG Rejo Agung Baru, dalam waktu dekat segera kami ambil,’’ tuturnya.

Soal biaya, Bambang belum dapat menyampaikan dengan alasan belum final. Namun, gerbong statis (tidak bergerak) tak semahal membuat kereta berjalan. ‘’Kami sesuaikan standar kereta statis. Apalagi kami punya bekas prototipe yang masih bagus untuk dimanfaatkan,’’ terangnya.

Bambang mengklaim, pembuatan gerbong sudah direstui direksi. Sehingga, tinggal eksekusi. Pihaknya berkomitmen bakal menyelesaikan sebelum Lebaran mendatang. Namun, butuh effort lebih untuk merealisasikannya. Sebab, waktu pengerjaan normalnya sampai Juni. ‘’Jadi, harus lembur. Akan kami usahakan,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/