alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Misa Kenaikan Isa Almasih di Madiun, Ajak Umat Bangkit dalam Aspek Hidup

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Misa kenaikan Isa Almasih di seluruh gereja Kota Madiun diperlonggar. Pelaksanaan ibadah umat Kristiani memperingati kenaikan Yesus Kristus itu boleh dihadiri 75 persen jemaat dari total kapasitas yang ada.

Di Gereja Santo Cornelius, misalnya, sebanyak 450 jemaat mengikuti misa kemarin (25/5) petang. Pun, pihak gereja memperbolehkan jemaat dari luar daerah mengikuti misa di gereja yang berlokasi di Jalan Pahlawan itu.

Kepala Paroki Gereja Santo Cornelius Romo Robertus Tri Budi Widianto mengatakan, pelaksanaan misa di gerejanya dilaksanakan empat kali. Pertama, kemarin petang. Kemudian, hari ini digelar tiga kali. Yakni, pukul 06.00, 08.00, dan 18.00. ‘’Sekarang sudah diberi kesempatan untuk ibadah tatap muka dan lebih longgar. Tapi, jemaat tetap harus pakai masker,’’ ujarnya.

Berbeda dengan misa Natal dan Paskah lalu. Kala itu, jemaat dibatasi separo karena pandemi Covid-19 belum terkendali. Pun, sebagian mengikuti ibadah secara online alias hybrid. Karena itu, dia bersyukur pada misa kenaikan Isa Almasih tahun ini jemaat diberi kelonggaran melaksanakan ibadah di gereja. ‘’Jemaat yang datang juga tidak sampai dicatat satu per satu lagi seperti pada saat kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Diovani Sayang, Diovani Malang

Karena masih ada pembatasan kapasitas, pihak Gereja Santo Cornelius tetap memberikan layanan bagi jemaat untuk mengikuti pelaksanaan ibadah secara online. Meski, hanya digelar sekali pada sore ini. Sementara, rangkaian misa kali ini tidak banyak mengalami perubahan seperti sebelumnya. Hanya lagu-lagu rohani yang dulu sempat tidak dinyanyikan penuh kini dibawakan full.

Romo Udit –sapaan Romo Robertus Tri Budi Widianto- menyebutkan, tema peringatan kenaikan Isa Almasih tahun ini adalah Kebangkitan Kristus, Menyemangati di Dalam Hidup dan Karya. ‘’Secara makna, umat diajak bangkit dalam aspek hidup. Terutama pekerjaan dan kehidupan sehari-hari setelah Covid-19 dapat terkendali,’’ paparnya.

Sementara itu, pagi hari sebelum misa berlangsung, jajaran Polres Madiun Kota melakukan sterilisasi di sembilan gereja. Di antaranya, Gereja Santo Cornelius, Kristen Jawi Wetan, Mater Dei, Air Hidup, dan GPDI Hermon. Petugas menyisir semua ruangan gereja dengan alat detektor dan senter. (her/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Misa kenaikan Isa Almasih di seluruh gereja Kota Madiun diperlonggar. Pelaksanaan ibadah umat Kristiani memperingati kenaikan Yesus Kristus itu boleh dihadiri 75 persen jemaat dari total kapasitas yang ada.

Di Gereja Santo Cornelius, misalnya, sebanyak 450 jemaat mengikuti misa kemarin (25/5) petang. Pun, pihak gereja memperbolehkan jemaat dari luar daerah mengikuti misa di gereja yang berlokasi di Jalan Pahlawan itu.

Kepala Paroki Gereja Santo Cornelius Romo Robertus Tri Budi Widianto mengatakan, pelaksanaan misa di gerejanya dilaksanakan empat kali. Pertama, kemarin petang. Kemudian, hari ini digelar tiga kali. Yakni, pukul 06.00, 08.00, dan 18.00. ‘’Sekarang sudah diberi kesempatan untuk ibadah tatap muka dan lebih longgar. Tapi, jemaat tetap harus pakai masker,’’ ujarnya.

Berbeda dengan misa Natal dan Paskah lalu. Kala itu, jemaat dibatasi separo karena pandemi Covid-19 belum terkendali. Pun, sebagian mengikuti ibadah secara online alias hybrid. Karena itu, dia bersyukur pada misa kenaikan Isa Almasih tahun ini jemaat diberi kelonggaran melaksanakan ibadah di gereja. ‘’Jemaat yang datang juga tidak sampai dicatat satu per satu lagi seperti pada saat kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun: ASN Harus Melayani, Bukan Dilayani

Karena masih ada pembatasan kapasitas, pihak Gereja Santo Cornelius tetap memberikan layanan bagi jemaat untuk mengikuti pelaksanaan ibadah secara online. Meski, hanya digelar sekali pada sore ini. Sementara, rangkaian misa kali ini tidak banyak mengalami perubahan seperti sebelumnya. Hanya lagu-lagu rohani yang dulu sempat tidak dinyanyikan penuh kini dibawakan full.

Romo Udit –sapaan Romo Robertus Tri Budi Widianto- menyebutkan, tema peringatan kenaikan Isa Almasih tahun ini adalah Kebangkitan Kristus, Menyemangati di Dalam Hidup dan Karya. ‘’Secara makna, umat diajak bangkit dalam aspek hidup. Terutama pekerjaan dan kehidupan sehari-hari setelah Covid-19 dapat terkendali,’’ paparnya.

Sementara itu, pagi hari sebelum misa berlangsung, jajaran Polres Madiun Kota melakukan sterilisasi di sembilan gereja. Di antaranya, Gereja Santo Cornelius, Kristen Jawi Wetan, Mater Dei, Air Hidup, dan GPDI Hermon. Petugas menyisir semua ruangan gereja dengan alat detektor dan senter. (her/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/