alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pemkot Madiun Berencana Merevitalisasi Bosbow dan Bekas Rumah Tahanan Militer

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua bangunan peninggalan Kolonial Belanda jadi incaran Pemkot Madiun untuk direvitalisasi menjadi objek wisata edukasi sejarah. Yakni, rumah tahanan militer (RTM) di Jalan A. Yani dan Bosbow di Jalan Diponegoro. ‘’Itu seperti rumah hantu, tidak terawat. Kami mengajukan permintaan pengelolaan ke Kementerian Pertahanan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (26/5).

Menurut dia, sayang jika dua bangunan bersejarah itu tidak dioptimalkan dan dimanfaatkan dengan baik. Jika dibiarkan terbengkalai, justru akan merusak pemandangan. Apalagi, lokasinya di tengah kota yang terus bersolek. ‘’Kami matangkan desainnya untuk selanjutnya kami ajukan ke pusat awal Juli. Kalau bisa dikelola menjadi wisata edukasi akan lebih bagus daripada dibiarkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lebaran, Lapas Pemuda Madiun Buka Layanan Kunjungan-Penitipan Barang

Karena terbengkalai, masyarakat awam banyak yang tidak mengetahui sejarah kedua bangunan tersebut. Jika dikembangkan, Maidi yakin RTM dan Bosbow memiliki prospek yang luar biasa. Selain edukasi sejarah, juga bakal menggeliatkan roda perekonomian Kota Madiun. ‘’Bangunan di tengah kota yang kumuh eman-eman. Rencana kami, sejarah dan cagar budaya kami pertahankan agar tidak rusak,’’ jelasnya.

Pun, Maidi telah meminta badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) setempat segera mematangkan konsep. Sebab, dia tak dapat berbicara banyak pada kementerian jika konsep belum matang. Jika disetujui, perbaikan serta pembangunan segera dilakukan menggunakan APBD. ‘’Kalau tidak disetujui, kami meminta agar dua bangunan itu diperbaiki,’’ harapnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua bangunan peninggalan Kolonial Belanda jadi incaran Pemkot Madiun untuk direvitalisasi menjadi objek wisata edukasi sejarah. Yakni, rumah tahanan militer (RTM) di Jalan A. Yani dan Bosbow di Jalan Diponegoro. ‘’Itu seperti rumah hantu, tidak terawat. Kami mengajukan permintaan pengelolaan ke Kementerian Pertahanan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (26/5).

Menurut dia, sayang jika dua bangunan bersejarah itu tidak dioptimalkan dan dimanfaatkan dengan baik. Jika dibiarkan terbengkalai, justru akan merusak pemandangan. Apalagi, lokasinya di tengah kota yang terus bersolek. ‘’Kami matangkan desainnya untuk selanjutnya kami ajukan ke pusat awal Juli. Kalau bisa dikelola menjadi wisata edukasi akan lebih bagus daripada dibiarkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Digelontor 22 Ribu Dosis Vaksin Covid-19, Pemkab Madiun Sasar Pelajar

Karena terbengkalai, masyarakat awam banyak yang tidak mengetahui sejarah kedua bangunan tersebut. Jika dikembangkan, Maidi yakin RTM dan Bosbow memiliki prospek yang luar biasa. Selain edukasi sejarah, juga bakal menggeliatkan roda perekonomian Kota Madiun. ‘’Bangunan di tengah kota yang kumuh eman-eman. Rencana kami, sejarah dan cagar budaya kami pertahankan agar tidak rusak,’’ jelasnya.

Pun, Maidi telah meminta badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) setempat segera mematangkan konsep. Sebab, dia tak dapat berbicara banyak pada kementerian jika konsep belum matang. Jika disetujui, perbaikan serta pembangunan segera dilakukan menggunakan APBD. ‘’Kalau tidak disetujui, kami meminta agar dua bangunan itu diperbaiki,’’ harapnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/