alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

TPST Kapten Saputro Dikeluhkan, Anggota DPRD Kota Madiun Minta Ini ke DLH

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan menahun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Jalan Kapten Saputro, Kejuron, belum tuntas. Dinas lingkungan hidup (DLH) pun baru merespons setelah Komisi III DPRD Kota Madiun meninjau lokasi, Selasa (24/5) lalu. Selama ini masyarakat mengeluhkan TPST di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Warga komplain pengelolaan tidak baik. Pun, menebar bau tak sedap saat hujan. Apalagi perluasan lahan tahun lalu belum termanfaatkan. Permasalahan tersebut sempat diprotes Rina Haryati, anggota komisi III DPRD. Pasalnya, dia kerap diwaduli masyarakat. ‘’Kota Madiun harus cantik, bersih, dan indah. Makanya, termasuk TPST itu juga mesti diperhatikan,’’ katanya, Kamis (26/5).

Dia ingin TPST mempunyai konsep yang jelas. Jadi, tidak hanya asal bangun. Misalnya, dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH) di bagian depannya. Kontainer sampah digeser ke belakang di lahan yang baru diperluas. ‘’Agar tidak terkesan kumuh dan baunya ke mana-mana,’’ ujarnya.

Rina yang ikut sidak ke TPST sempat mencecar Kepala DLH Kota Madiun Agus Siswanta di lokasi. Dia minta penjelasan rencana ke depan. Sehingga, bisa disosialisasikan ke masyarakat. ‘’Soalnya memang tidak memungkinkan dipindah. DLH tidak ada lahan baru untuk penempatan TPST baru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pengadaan Seragam Gratis Siswa SD-SMP Kota Madiun Ditarget Tuntas Juli-Agustus

Terpisah, Agus Siswanta menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan TPST di Jalan Kapten Saputro itu akan diusulkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022. Menurut dia, bangunan saat ini belum tuntas. Karena menyesuaikan anggaran yang terbatas. ‘’Dulu itu dananya terbatas. Kurang dari Rp 200 juta. Sehingga, proyeknya sistem penunjukan langsung,’’ terangnya.

Tahun lalu pembangunan hanya menyentuh landasan kontainer dan pelebaran lahan. Itu pun memanfaatkan aset PDAM setelah mendapat persetujuan wali kota. ‘’Seandainya nanti dapat anggaran lagi di PAK, bangunan TPST bisa dilanjutkan,’’ ujar Agus.

Dia memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp 200 juta. Konsepnya bakal disamakan dengan TPST Jalan Mayjen Sungkono. ‘’Jadi, nanti kontainer sampah dimasukkan di lahan baru itu. Sehingga, nggak kelihatan dari jalan. Serta bisa ditambah atap dan dindingnya ditinggikan,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan menahun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Jalan Kapten Saputro, Kejuron, belum tuntas. Dinas lingkungan hidup (DLH) pun baru merespons setelah Komisi III DPRD Kota Madiun meninjau lokasi, Selasa (24/5) lalu. Selama ini masyarakat mengeluhkan TPST di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Warga komplain pengelolaan tidak baik. Pun, menebar bau tak sedap saat hujan. Apalagi perluasan lahan tahun lalu belum termanfaatkan. Permasalahan tersebut sempat diprotes Rina Haryati, anggota komisi III DPRD. Pasalnya, dia kerap diwaduli masyarakat. ‘’Kota Madiun harus cantik, bersih, dan indah. Makanya, termasuk TPST itu juga mesti diperhatikan,’’ katanya, Kamis (26/5).

Dia ingin TPST mempunyai konsep yang jelas. Jadi, tidak hanya asal bangun. Misalnya, dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH) di bagian depannya. Kontainer sampah digeser ke belakang di lahan yang baru diperluas. ‘’Agar tidak terkesan kumuh dan baunya ke mana-mana,’’ ujarnya.

Rina yang ikut sidak ke TPST sempat mencecar Kepala DLH Kota Madiun Agus Siswanta di lokasi. Dia minta penjelasan rencana ke depan. Sehingga, bisa disosialisasikan ke masyarakat. ‘’Soalnya memang tidak memungkinkan dipindah. DLH tidak ada lahan baru untuk penempatan TPST baru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Kota Madiun Naik Signifikan

Terpisah, Agus Siswanta menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan TPST di Jalan Kapten Saputro itu akan diusulkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022. Menurut dia, bangunan saat ini belum tuntas. Karena menyesuaikan anggaran yang terbatas. ‘’Dulu itu dananya terbatas. Kurang dari Rp 200 juta. Sehingga, proyeknya sistem penunjukan langsung,’’ terangnya.

Tahun lalu pembangunan hanya menyentuh landasan kontainer dan pelebaran lahan. Itu pun memanfaatkan aset PDAM setelah mendapat persetujuan wali kota. ‘’Seandainya nanti dapat anggaran lagi di PAK, bangunan TPST bisa dilanjutkan,’’ ujar Agus.

Dia memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp 200 juta. Konsepnya bakal disamakan dengan TPST Jalan Mayjen Sungkono. ‘’Jadi, nanti kontainer sampah dimasukkan di lahan baru itu. Sehingga, nggak kelihatan dari jalan. Serta bisa ditambah atap dan dindingnya ditinggikan,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/