27.6 C
Madiun
Saturday, December 10, 2022

Cegah DBD, BPBD-Dinkes Kota Madiun Intens Lakukan Fogging

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penambahan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pendekar belum berhenti. Kondisi kemarau basah disebut sebagai biangnya. Itu masih ditambah rendahnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan.

‘’Di beberapa kawasan permukiman masih ada genangan air yang muncul akibat warga membuang sampah di saluran air,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Jariyanto, Senin (26/9).

Jariyanto menyebutkan, pihaknya bersama dinas kesehatan telah melakukan fogging di beberapa wilayah. Salah satunya Kota Madiun barat yang selama ini kerap mencatat kasus DBD tertinggi. ‘’Kawasan tersebut memang padat permukiman penduduk,’’ ujarnya.

Langkah pengasapan oleh tim BPBD dan dinkes itu, lanjut dia, tidak menemui kendala berarti lantaran didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Baca Juga :  Akibat Puting Beliung di Kaligunting, Pasutri Tertimpa Warungnya yang Terbang

‘’Pencahayaan rumah dan sirkulasi udara di rumah yang cukup dapat menekan perkembangbiakan nyamuk (Aedes aegypti, Red). Warga juga perlu melaksanakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) agar terhindar dari DBD,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penambahan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pendekar belum berhenti. Kondisi kemarau basah disebut sebagai biangnya. Itu masih ditambah rendahnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan.

‘’Di beberapa kawasan permukiman masih ada genangan air yang muncul akibat warga membuang sampah di saluran air,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Jariyanto, Senin (26/9).

Jariyanto menyebutkan, pihaknya bersama dinas kesehatan telah melakukan fogging di beberapa wilayah. Salah satunya Kota Madiun barat yang selama ini kerap mencatat kasus DBD tertinggi. ‘’Kawasan tersebut memang padat permukiman penduduk,’’ ujarnya.

Langkah pengasapan oleh tim BPBD dan dinkes itu, lanjut dia, tidak menemui kendala berarti lantaran didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Baca Juga :  Chikungunya Teror Desa Keraswetan Ngawi, 15 Warga Telah Terjangkit

‘’Pencahayaan rumah dan sirkulasi udara di rumah yang cukup dapat menekan perkembangbiakan nyamuk (Aedes aegypti, Red). Warga juga perlu melaksanakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) agar terhindar dari DBD,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/