23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Gedung Dekranasda Kota Madiun Bukan Kaleng-Kaleng

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Progres pembangunan gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun setengah jadi. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut telah masuk tahap pekerjaan fisik. Gedung yang dikonsep megah itu didirikan di atas lahan eks Puskesmas Oro-oro Ombo.

Saat ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat tengah membangun gedung dua lantai tersebut. ‘’Struktur bangunan sudah naik semua. Termasuk atapnya sudah kami pasang,’’ kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi, Senin (26/9).

Menurut Uut, sapaan Sulistya Pambudi, progres pekerjaan telah menyentuh 45 persen rampung. Dia mengklaim surplus 21 persen dari target 24 persen. Proyek senilai Rp 858 juta itu diharapkan bakal rampung lebih cepat dari surat perintah mulai kerja (SPMK) 18 Juli hingga 14 Novemver. ‘’Kami estimasikan selesai akhir Oktober atau awal November,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Buru Komplotan Pencuri Uang dan Mesin ATM, Polisi Libatkan Tim Siber

Uut menjelaskan, gedung dekranasda memiliki luas bangunan lantai 1 sekitar 201 meter persegi. Sedangkan luas bangunan lantai 2 sekitar 190 meter persegi. ‘’Sesuai desain, insya Allah layak dijadikan fasilitas pameran produk lokal Kota Madiun,’’ tuturnya.

Gedung dekranasda bakal menjadi ikon baru Kota Madiun. Yakni, untuk ruang pamer produk-produk kerajinan kota ini. Uut mengklaim fasilitas dan kualitas gedung bukan kaleng-kaleng. ‘’Nanti juga dilengkapi area UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),’’ imbuhnya.

Pembangunan gedung dekranasda juga linier dengan pengembangan kawasan kuliner Rimba Darma. Pun, lokasinya tidak jauh dengan ikon-ikon sejarah. ‘’Konsepnya pemerataan pusat keramaian. Jadi, tidak hanya di satu atau dua kawasan,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Progres pembangunan gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun setengah jadi. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut telah masuk tahap pekerjaan fisik. Gedung yang dikonsep megah itu didirikan di atas lahan eks Puskesmas Oro-oro Ombo.

Saat ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat tengah membangun gedung dua lantai tersebut. ‘’Struktur bangunan sudah naik semua. Termasuk atapnya sudah kami pasang,’’ kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi, Senin (26/9).

Menurut Uut, sapaan Sulistya Pambudi, progres pekerjaan telah menyentuh 45 persen rampung. Dia mengklaim surplus 21 persen dari target 24 persen. Proyek senilai Rp 858 juta itu diharapkan bakal rampung lebih cepat dari surat perintah mulai kerja (SPMK) 18 Juli hingga 14 Novemver. ‘’Kami estimasikan selesai akhir Oktober atau awal November,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bangun Pelayanan Dasar RSUD Dolopo Butuh Anggaran Rp 53 Miliar

Uut menjelaskan, gedung dekranasda memiliki luas bangunan lantai 1 sekitar 201 meter persegi. Sedangkan luas bangunan lantai 2 sekitar 190 meter persegi. ‘’Sesuai desain, insya Allah layak dijadikan fasilitas pameran produk lokal Kota Madiun,’’ tuturnya.

Gedung dekranasda bakal menjadi ikon baru Kota Madiun. Yakni, untuk ruang pamer produk-produk kerajinan kota ini. Uut mengklaim fasilitas dan kualitas gedung bukan kaleng-kaleng. ‘’Nanti juga dilengkapi area UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),’’ imbuhnya.

Pembangunan gedung dekranasda juga linier dengan pengembangan kawasan kuliner Rimba Darma. Pun, lokasinya tidak jauh dengan ikon-ikon sejarah. ‘’Konsepnya pemerataan pusat keramaian. Jadi, tidak hanya di satu atau dua kawasan,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/