alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Seluruh Divisi Radar Madiun Siap Hadapi 2020

JOGJA, Jawa Pos Radar MadiunJawa Pos Radar Madiun siap menghadapi 2020. Tahun yang tidak cukup hanya dengan semangat untuk mengarungi hidup. Tapi juga usaha dan kerja keras luar biasa dari seluruh divisi. ’’Agar perahu yang bernama Radar Madiun ini tetap tangguh berlayar, tentu semua harus satu visi dan misi,’’  kata General Manager (GM) Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira.

Demi menyongsong tahun tikus logam, jajaran manajemen dan karyawan dari berbagai divisi mengikuti rangkaian rapat akhir tahun di Jogjakarta. Rapat selama dua hari sejak Sabtu (23/11) itu mengambil tema To Start A New Day. Sebagai pelecut semangat untuk terus berjuang, kendati akan banyak tantangan yang menghadang. Semangat itu juga dianalogikan lewat gowes Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang bersama sejumlah karyawan. Mereka bersepeda dari Kota Madiun ke Jogjakarta menempuh jarak sekitar 180 kilometer.

Ockta menyebut, Jawa Pos Radar Madiun berusia 21 pada tahun depan. Usia dua dekade lebih itu membuktikan sebuah eksistensi. Koran terbesar di eks Karesidenan Madiun ini bisa diterima khalayak. Tidak ingin terlena oleh zaman, ada banyak penyegaran ke depannya. Fokus bukan hanya pasar on print atau koran cetak, tapi juga dunia digital dan event. ’’Kanal-kanal di dunia digital akan dimaksimalkan untuk menunjang keberadaan Radar Madiun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gergaji Kabel Telekomunikasi, Remaja Dibui

Anak muda menggawangi setiap lini media massa yang memiliki kanal media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, dan YouTube ini. Keberadaan generasi milenial di divisi redaksi, iklan, pemasaran, dan event organizer (EO) diyakini akan memberi warna berbeda. ’’Anak-anak muda adalah fondasinya. Banyaknya generasi milenial menjadi modal yang bagus,’’ papar GM.

Ockta mengapresiasi para pembaca setia Jawa Pos Radar Madiun. Suatu keharusan untuk menjaga hubungan baik tersebut. Pembaca bukan sebagai konsumen, melainkan teman yang saling mengisi dan melengkapi. Media massa ini tentu butuh masukan dan saran dari para pembaca. Interaksi tersebut bisa disampaikan lewat kanal medsos yang ada. ’’Jangan sungkan memberi kritik,’’ pintanya.

Rangkaian rapat akhir tahun menghadirkan Edwi Arief Sosiawan. Akademisi dari UPN Jogjakarta itu menambah ilmu berkomunikasi untuk para karyawan. Jawa Pos Radar Madiun juga memberikan apresiasi untuk karyawan terbaik. Serta hadiah pemenang lomba video yang karyanya bisa jadi percontohan berita di kanal YouTube.

Di sisi lain, rapat akhir tahun jadi ajang menjaga kekompakan para karyawan. Selain lewat lomba gepuk bantal, juga wajib basah di kolam renang. Bagi yang tidak mau, ya dijeburkan paksa. (lam/cor)

JOGJA, Jawa Pos Radar MadiunJawa Pos Radar Madiun siap menghadapi 2020. Tahun yang tidak cukup hanya dengan semangat untuk mengarungi hidup. Tapi juga usaha dan kerja keras luar biasa dari seluruh divisi. ’’Agar perahu yang bernama Radar Madiun ini tetap tangguh berlayar, tentu semua harus satu visi dan misi,’’  kata General Manager (GM) Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira.

Demi menyongsong tahun tikus logam, jajaran manajemen dan karyawan dari berbagai divisi mengikuti rangkaian rapat akhir tahun di Jogjakarta. Rapat selama dua hari sejak Sabtu (23/11) itu mengambil tema To Start A New Day. Sebagai pelecut semangat untuk terus berjuang, kendati akan banyak tantangan yang menghadang. Semangat itu juga dianalogikan lewat gowes Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang bersama sejumlah karyawan. Mereka bersepeda dari Kota Madiun ke Jogjakarta menempuh jarak sekitar 180 kilometer.

Ockta menyebut, Jawa Pos Radar Madiun berusia 21 pada tahun depan. Usia dua dekade lebih itu membuktikan sebuah eksistensi. Koran terbesar di eks Karesidenan Madiun ini bisa diterima khalayak. Tidak ingin terlena oleh zaman, ada banyak penyegaran ke depannya. Fokus bukan hanya pasar on print atau koran cetak, tapi juga dunia digital dan event. ’’Kanal-kanal di dunia digital akan dimaksimalkan untuk menunjang keberadaan Radar Madiun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ide Reaktivasi Jalur Staatspoorwegen Rasional

Anak muda menggawangi setiap lini media massa yang memiliki kanal media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, dan YouTube ini. Keberadaan generasi milenial di divisi redaksi, iklan, pemasaran, dan event organizer (EO) diyakini akan memberi warna berbeda. ’’Anak-anak muda adalah fondasinya. Banyaknya generasi milenial menjadi modal yang bagus,’’ papar GM.

Ockta mengapresiasi para pembaca setia Jawa Pos Radar Madiun. Suatu keharusan untuk menjaga hubungan baik tersebut. Pembaca bukan sebagai konsumen, melainkan teman yang saling mengisi dan melengkapi. Media massa ini tentu butuh masukan dan saran dari para pembaca. Interaksi tersebut bisa disampaikan lewat kanal medsos yang ada. ’’Jangan sungkan memberi kritik,’’ pintanya.

Rangkaian rapat akhir tahun menghadirkan Edwi Arief Sosiawan. Akademisi dari UPN Jogjakarta itu menambah ilmu berkomunikasi untuk para karyawan. Jawa Pos Radar Madiun juga memberikan apresiasi untuk karyawan terbaik. Serta hadiah pemenang lomba video yang karyanya bisa jadi percontohan berita di kanal YouTube.

Di sisi lain, rapat akhir tahun jadi ajang menjaga kekompakan para karyawan. Selain lewat lomba gepuk bantal, juga wajib basah di kolam renang. Bagi yang tidak mau, ya dijeburkan paksa. (lam/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/