23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Pelaksana Megaproyek Rusun III Sudah Action, Ground Breaking 6 Desember

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Akhirnya jadwal ground breaking megaproyek pembangunan rumah susun (rusun) III terinformasikan. Kabarnya, peletakan baru pertama itu dilaksanakan awal bulan depan.

‘’Direncanakan 6 Desember,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Jumat (25/11).

Pihak rekanan pelaksana proyek juga telah mendirikan pagar semipermanen di atas lahan eks pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, itu.

Sebelumnya, pengukuran lahan dan serah terima juga sudah dilakukan. ‘’Distribusi material, mobilisasi peralatan, hingga jadwal mulai action wewenang penuh pelaksana,’’ ujarnya.

Meski begitu, dia mengklaim persiapan lahan sudah selesai. Pun preconstruction meeting telah digelar beberapa waktu lalu. Rapat diikuti disperkim, rekanan pelaksana proyek, konsultan manajemen konstruksi, PPK serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Pembahasan menyangkut percepatan pembangunan megaproyek senilai Rp 25 miliar dari APBN tersebut.

Baca Juga :  Dishub Kota Madiun Tertibkan Praktik Parkir Ilegal di Ruas Jalan Nasional 

Tak hanya itu, pemkot juga telah menuntaskan penyusunan rekayasa lalu lintas (lalin). Selanjutnya, bakal menggelar sosialisasi kepada warga sekitar lokasi. ‘’Kami akan bantu hal-hal yang ada di ranah kami,’’ janjinya.

Bersamaan dengan pembangunan rusun III, pihaknya bakal menyiapkan lahan tambahan untuk merealisasikan dua unit menara rusun lainnya di lahan bongpay. Berdasarkan kajian maupun studi kelayakan dalam dokumen lingkungan hidup dan lalu lintas, pembangunan tiga unit menara butuh 19.998 meter persegi.

Sedangkan saat ini lahan yang sudah siap sekitar 5.000 meter persegi untuk satu unit menara. Sehingga, masih butuh lahan 14.998 meter persegi lagi untuk dua unit menara. Menurut dia, pemkot akan terus berjuang agar mendapat dua unit menara lagi dari Kemen PUPR.

Awal tahun di upayakan pembersihan lahan serta pemindahan makam sudah berjalan. ‘’Ada sekitar 200 lebih makam yang akan dipindah. Anggaran pemindahan sudah disiapkan pemkot,’’ jelasnya. (ggi/sat)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Akhirnya jadwal ground breaking megaproyek pembangunan rumah susun (rusun) III terinformasikan. Kabarnya, peletakan baru pertama itu dilaksanakan awal bulan depan.

‘’Direncanakan 6 Desember,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Jumat (25/11).

Pihak rekanan pelaksana proyek juga telah mendirikan pagar semipermanen di atas lahan eks pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, itu.

Sebelumnya, pengukuran lahan dan serah terima juga sudah dilakukan. ‘’Distribusi material, mobilisasi peralatan, hingga jadwal mulai action wewenang penuh pelaksana,’’ ujarnya.

Meski begitu, dia mengklaim persiapan lahan sudah selesai. Pun preconstruction meeting telah digelar beberapa waktu lalu. Rapat diikuti disperkim, rekanan pelaksana proyek, konsultan manajemen konstruksi, PPK serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Pembahasan menyangkut percepatan pembangunan megaproyek senilai Rp 25 miliar dari APBN tersebut.

Baca Juga :  Cara Gereja St. Cornelius Maknai Natal di Masa Pandemi

Tak hanya itu, pemkot juga telah menuntaskan penyusunan rekayasa lalu lintas (lalin). Selanjutnya, bakal menggelar sosialisasi kepada warga sekitar lokasi. ‘’Kami akan bantu hal-hal yang ada di ranah kami,’’ janjinya.

Bersamaan dengan pembangunan rusun III, pihaknya bakal menyiapkan lahan tambahan untuk merealisasikan dua unit menara rusun lainnya di lahan bongpay. Berdasarkan kajian maupun studi kelayakan dalam dokumen lingkungan hidup dan lalu lintas, pembangunan tiga unit menara butuh 19.998 meter persegi.

Sedangkan saat ini lahan yang sudah siap sekitar 5.000 meter persegi untuk satu unit menara. Sehingga, masih butuh lahan 14.998 meter persegi lagi untuk dua unit menara. Menurut dia, pemkot akan terus berjuang agar mendapat dua unit menara lagi dari Kemen PUPR.

Awal tahun di upayakan pembersihan lahan serta pemindahan makam sudah berjalan. ‘’Ada sekitar 200 lebih makam yang akan dipindah. Anggaran pemindahan sudah disiapkan pemkot,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru