alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kota Madiun Catatkan 37 Kasus Konfirmasi dalam Sepuluh Hari

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak temuan pertama klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun, kasus Covid-19 di Kota Madiun terus bertambah. Dalam sepuluh hari (17-26/1) tercatat 37 kasus. Dua di antaranya dinyatakan sembuh. Sehingga, masih ada 35 kasus aktif dalam perawatan.

Sehari sebelumnya (25/1), data harian Pemprov Jawa Timur mencatat 33 kasus aktif di kota ini. Angka itu menempatkan Kota Madiun di urutan keempat dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Tiga daerah di atasnya, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan Kota Malang.

Wali Kota Madiun Maidi meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Dia mewanti-wanti agar warga membentengi diri dengan protokol kesehatan (prokes). Mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir. ‘’Kalau benteng itu lepas, virus bakal mudah masuk,’’ kata Maidi, Kamis (27/1).

Baca Juga :  Dinkes Pacitan Lakukan Testing Berlapis Pasien Terduga Omicron

Maidi menambahkan, warga juga harus turut membentengi diri dengan vaksin antikorona. Sebab, vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar memerangi Covid-19. Dia yakin vaksin merupakan benteng tubuh agar terhindar dari paparan korona dari dalam. ‘’Makanya yang belum vaksin, ayo segera vaksin!’’ ajaknya.

Sebelumnya, Maidi mengumumkan satu kasus Omicron, varian baru Covid-19. Itu berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari laboratorium di Surabaya. Kasus tersebut merupakan karyawan BNI 46 setempat. ‘’Tetap tenang, yang penting prokes jangan sampai lepas,’’ tegasnya.

Diskominfo Kota Madiun merilis adanya tambahan dua kasus baru kemarin (26/1). Yakni, di Kelurahan Winongo dan Nambangan Kidul. Saat ini tujuh pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 28 lainnya menjalani isolasi terpadu (isoter). (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak temuan pertama klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun, kasus Covid-19 di Kota Madiun terus bertambah. Dalam sepuluh hari (17-26/1) tercatat 37 kasus. Dua di antaranya dinyatakan sembuh. Sehingga, masih ada 35 kasus aktif dalam perawatan.

Sehari sebelumnya (25/1), data harian Pemprov Jawa Timur mencatat 33 kasus aktif di kota ini. Angka itu menempatkan Kota Madiun di urutan keempat dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Tiga daerah di atasnya, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan Kota Malang.

Wali Kota Madiun Maidi meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Dia mewanti-wanti agar warga membentengi diri dengan protokol kesehatan (prokes). Mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir. ‘’Kalau benteng itu lepas, virus bakal mudah masuk,’’ kata Maidi, Kamis (27/1).

Baca Juga :  I-Club Ditutup Sementara

Maidi menambahkan, warga juga harus turut membentengi diri dengan vaksin antikorona. Sebab, vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar memerangi Covid-19. Dia yakin vaksin merupakan benteng tubuh agar terhindar dari paparan korona dari dalam. ‘’Makanya yang belum vaksin, ayo segera vaksin!’’ ajaknya.

Sebelumnya, Maidi mengumumkan satu kasus Omicron, varian baru Covid-19. Itu berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari laboratorium di Surabaya. Kasus tersebut merupakan karyawan BNI 46 setempat. ‘’Tetap tenang, yang penting prokes jangan sampai lepas,’’ tegasnya.

Diskominfo Kota Madiun merilis adanya tambahan dua kasus baru kemarin (26/1). Yakni, di Kelurahan Winongo dan Nambangan Kidul. Saat ini tujuh pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 28 lainnya menjalani isolasi terpadu (isoter). (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/