alexametrics
24.6 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Atasi Banjir Kalasan, Pemkot Normalisasi Sungai Patihan

MADIUN – Penanganan masalah banjir yang terjadi di sebagian wilayah Kota Madiun tampaknya masih memerlukan waktu. Terutama untuk keberadaan saluran air di sejumlah titik.

Kasi Penanggulangan Banjir DPUTR Suyanto mengatakan, pascabanjir Jumat lalu (22/2) pihaknya langsung melakukan investigasi untuk mencari asal muasal titik penyebab banjir. Sekaligus mendata lokasi yang terdampak bencana  hidrometeorologi tersebut. Dari hasil itu, ada sejumlah titik lokasi yang paling parah terdampak banjir. Di antaranya, di Jalan Kalasan, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, dan Jalan Cempedak, Kelurahan/Kecamatan Taman. ’’Di tempat ini (Sungai Patihan, Red) outlet-nya (sungai utama) sempit sekali. Sehingga membuat aliran airnya kurang lancar,’’ katanya kemarin (26/2).

Adapun penanganan banjir di Jalan Kalasan dilakukan dengan cara normalisasi Sungai Patihan. Di lokasi tersebut, ketika hujan turun lebat, volume air meluap ke jalan sehingga menggenangi puluhan rumah penduduk. Dikarenakan aliran sungai yang menuju ke Kali Madiun tertutup. Sementara penanganan sebatas menggunakan pompa air. Namun, saat terjadi banjir pada Jumat lalu, dua unit pompa yang disediakan oleh DPUTR tidak mampu memompa debit air.

Baca Juga :  Disalip Truk, Honda Brio Tabrak Taman

Suyanto mengaku, berdasar laporan warga itu kemudian diusulkan untuk dilakukan normalisasi. Dengan cara membongkar bangunan pompa air dan pemasangan u-ditch. ’’Untuk saluran outlet ini kita luruskan. Sehingga, aliran air dari permukiman warga Jalan Kalasan bisa lancar,’’ ujarnya.

Dengan adanya pemasangan u-ditch dan normalisasi itu, pihaknya berharap luapan air Sungai Patihan tidak lagi menggenangi permukiman rumah penduduk. Sebelumnya, normalisasi juga sudah dilakukan dari sekitar Jalan Kalasan. ’’Kita keduk, sekaligus merespons laporan dari masyarakat,’’ terang Suyanto. (her/c1/ota)

MADIUN – Penanganan masalah banjir yang terjadi di sebagian wilayah Kota Madiun tampaknya masih memerlukan waktu. Terutama untuk keberadaan saluran air di sejumlah titik.

Kasi Penanggulangan Banjir DPUTR Suyanto mengatakan, pascabanjir Jumat lalu (22/2) pihaknya langsung melakukan investigasi untuk mencari asal muasal titik penyebab banjir. Sekaligus mendata lokasi yang terdampak bencana  hidrometeorologi tersebut. Dari hasil itu, ada sejumlah titik lokasi yang paling parah terdampak banjir. Di antaranya, di Jalan Kalasan, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, dan Jalan Cempedak, Kelurahan/Kecamatan Taman. ’’Di tempat ini (Sungai Patihan, Red) outlet-nya (sungai utama) sempit sekali. Sehingga membuat aliran airnya kurang lancar,’’ katanya kemarin (26/2).

Adapun penanganan banjir di Jalan Kalasan dilakukan dengan cara normalisasi Sungai Patihan. Di lokasi tersebut, ketika hujan turun lebat, volume air meluap ke jalan sehingga menggenangi puluhan rumah penduduk. Dikarenakan aliran sungai yang menuju ke Kali Madiun tertutup. Sementara penanganan sebatas menggunakan pompa air. Namun, saat terjadi banjir pada Jumat lalu, dua unit pompa yang disediakan oleh DPUTR tidak mampu memompa debit air.

Baca Juga :  Diterjang Hujan-Angin, Atap PAUD Al-Huda Ambyar

Suyanto mengaku, berdasar laporan warga itu kemudian diusulkan untuk dilakukan normalisasi. Dengan cara membongkar bangunan pompa air dan pemasangan u-ditch. ’’Untuk saluran outlet ini kita luruskan. Sehingga, aliran air dari permukiman warga Jalan Kalasan bisa lancar,’’ ujarnya.

Dengan adanya pemasangan u-ditch dan normalisasi itu, pihaknya berharap luapan air Sungai Patihan tidak lagi menggenangi permukiman rumah penduduk. Sebelumnya, normalisasi juga sudah dilakukan dari sekitar Jalan Kalasan. ’’Kita keduk, sekaligus merespons laporan dari masyarakat,’’ terang Suyanto. (her/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/