alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Empat Napi Lapas Pemuda Madiun Tipu Toko Roti Rp 120 Juta dari Balik Penjara

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Napi Lapas Pemuda Madiun kembali berulah. Adalah Bayu Rizkiawan bin Aris harus berurusan dengan polisi. Itu setelah pihak Satreskrim Polresta Yogyakarta menetapkan Bayu sebagai tersangka kasus tindak penipuan barang. Dari aksi Bayu dan tiga empat warga binaan Lapas Pemuda Madiun lainnya itu pihak Toko Roti Intisari yang berada di Jalan Dr Sutomo, Jogjakarta merugi hingga Rp 120 juta.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta pada Kamis (3/2) lalu, para napi itu beraksi dari balik jeruji besi Lapas Pemuda Madiun. Modusnya dengan melakukan pemesanan online menggunakan telepon genggam. ‘’Total ada empat warga binaan pemayarakatan (pelaku). Seluruh barang bukti yang digunakan telah disita petugas lapas dan diserahkan ke pihak penyidik untuk proses (hukum) selanjutnya,’’ terang Kepala Lapas Pemuda Kelas II A Madiun Ardian Nova Christiawan, Sabtu (26/2).

Baca Juga :  Proyek Pelebaran Jalan Mandek H-10 Lebaran

Sebelumnya, kasus serupa juga sempat dimainkan oleh dua narapida Lapas Pemuda Madiun pada medio Juni 2021 lalu.  Modusnya nyaris sama. Di mana pelaku memesan barang secara online menggunakan nama samaran.

Pelaku Deni Erdianto memesan barang di Toko Barokah senilai Rp 33,9 juta melalui WhatsApp atas nama Ayu Dewi Sartika pada 19 Juni. Sementara, Dedy Eko Wibisono  memesan barang senilai Rp 8,7 juta di toko yang sama keesokan harinya atas nama Vivi Rahmadhani.

Setelah memesan barang, pelaku menggunakan jasa angkut untuk mengambil barang pesanan mereka. Dari hasil pemeriksaan, barang itu dititipkan sebentar kepada seseorang. Kemudian diambil orang lain. Begitu seterusnya, hingga sampai ke tangan penadah. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Napi Lapas Pemuda Madiun kembali berulah. Adalah Bayu Rizkiawan bin Aris harus berurusan dengan polisi. Itu setelah pihak Satreskrim Polresta Yogyakarta menetapkan Bayu sebagai tersangka kasus tindak penipuan barang. Dari aksi Bayu dan tiga empat warga binaan Lapas Pemuda Madiun lainnya itu pihak Toko Roti Intisari yang berada di Jalan Dr Sutomo, Jogjakarta merugi hingga Rp 120 juta.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta pada Kamis (3/2) lalu, para napi itu beraksi dari balik jeruji besi Lapas Pemuda Madiun. Modusnya dengan melakukan pemesanan online menggunakan telepon genggam. ‘’Total ada empat warga binaan pemayarakatan (pelaku). Seluruh barang bukti yang digunakan telah disita petugas lapas dan diserahkan ke pihak penyidik untuk proses (hukum) selanjutnya,’’ terang Kepala Lapas Pemuda Kelas II A Madiun Ardian Nova Christiawan, Sabtu (26/2).

Baca Juga :  Polisi Dalami Peran Zahrowi

Sebelumnya, kasus serupa juga sempat dimainkan oleh dua narapida Lapas Pemuda Madiun pada medio Juni 2021 lalu.  Modusnya nyaris sama. Di mana pelaku memesan barang secara online menggunakan nama samaran.

Pelaku Deni Erdianto memesan barang di Toko Barokah senilai Rp 33,9 juta melalui WhatsApp atas nama Ayu Dewi Sartika pada 19 Juni. Sementara, Dedy Eko Wibisono  memesan barang senilai Rp 8,7 juta di toko yang sama keesokan harinya atas nama Vivi Rahmadhani.

Setelah memesan barang, pelaku menggunakan jasa angkut untuk mengambil barang pesanan mereka. Dari hasil pemeriksaan, barang itu dititipkan sebentar kepada seseorang. Kemudian diambil orang lain. Begitu seterusnya, hingga sampai ke tangan penadah. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/