alexametrics
23.1 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Pasukan Gabungan Ketati Larangan Mudik ke Kota

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Larangan mudik Lebaran, khususnya ke Kota Madiun, ditindaklanjuti serius. Untuk pengamanan, 200 personel disiagakan dan diapelkan di halaman Mapolres Madiun Kota Senin (26/4). Terdiri dari gabungan forkompimda, TNI/Polri, dishub, dan satpol PP. Bahkan, paguyuban pencak silat, ulama, dan tokoh masyarakat dilibatkan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, gelar pasukan itu untuk menjaga tiga titik penyekatan jalur bagi para pemudik yang nekat masuk wilayah Kota Madiun. Tujuan utamanya, mencegah persebaran Covid-19.

Dari sisi utara disekat di sekitar PG Rejo Agung. Dari sisi barat di kawasan Mancaan, Jiwan. Sedangkan dari sisi selatan di kawasan Te’an. ‘’Penyekatan digelar 22 April sampai 24 Mei, tak terkecuali jalur tikus tetap menjadi atensi. Misalnya dari Ngawi ada jalur tikus di daerah Sawahan,’’ kata Kapolres, Selasa (27/4).

Baca Juga :  Coret Caleg Tak Setor LPPDK

Setiap lokasi penyekatan dijaga 24 jam. Masing masing melibatkan 15-20 personel gabungan. Pihaknya akan lebih selektif. Utamanya pelat nomor kendaraan bakal dipelototi. Selain dicek, juga ditanya. Jika sekadar lewat pihaknya akan mengarahkan jalur yang tidak perlu melintasi kota. ‘’Kalau ada yang pinjam pelat atau pakai identitas palsu dikenakan sanksi,’’ jelasnya. (mg2/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Larangan mudik Lebaran, khususnya ke Kota Madiun, ditindaklanjuti serius. Untuk pengamanan, 200 personel disiagakan dan diapelkan di halaman Mapolres Madiun Kota Senin (26/4). Terdiri dari gabungan forkompimda, TNI/Polri, dishub, dan satpol PP. Bahkan, paguyuban pencak silat, ulama, dan tokoh masyarakat dilibatkan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, gelar pasukan itu untuk menjaga tiga titik penyekatan jalur bagi para pemudik yang nekat masuk wilayah Kota Madiun. Tujuan utamanya, mencegah persebaran Covid-19.

Dari sisi utara disekat di sekitar PG Rejo Agung. Dari sisi barat di kawasan Mancaan, Jiwan. Sedangkan dari sisi selatan di kawasan Te’an. ‘’Penyekatan digelar 22 April sampai 24 Mei, tak terkecuali jalur tikus tetap menjadi atensi. Misalnya dari Ngawi ada jalur tikus di daerah Sawahan,’’ kata Kapolres, Selasa (27/4).

Baca Juga :  Rumah Terbakar, Pasutri Terpanggang

Setiap lokasi penyekatan dijaga 24 jam. Masing masing melibatkan 15-20 personel gabungan. Pihaknya akan lebih selektif. Utamanya pelat nomor kendaraan bakal dipelototi. Selain dicek, juga ditanya. Jika sekadar lewat pihaknya akan mengarahkan jalur yang tidak perlu melintasi kota. ‘’Kalau ada yang pinjam pelat atau pakai identitas palsu dikenakan sanksi,’’ jelasnya. (mg2/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/