alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Nilai Naik, SAKIP Kota Madiun Tahun 2021 Raih Predikat BB

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Kota Madiun pada 2021 diganjar predikat BB. Raihan itu persis pada 2020 lalu. Tapi, hasil penilaiannya meningkat. Sebelumnya 70,01 kini menjadi 70,97.

Wali Kota Madiun Maidi mengapresiasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja mempertahankan dan menaikkan nilai SAKIP. Namun demikian, dia mengaku belum puas atas capaian tersebut.

Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), terdapat sejumlah OPD yang belum optimal dalam menjalankan indikator kinerja.

Meski tak menyebut secara gamblang, Maidi bakal menjadikan catatan dari Kemen PAN-RB itu sebagai bahan evaluasi ke depannya. ‘’Walaupun nilainya naik tapi belum A. Tapi, kami sudah ada sedikit perbaikan. Ini bagus. Karena ada daerah lain itu turun dari A ke BB,’’ kata wali kota.

Oleh sebab itu, Maidi mendorong seluruh OPD untuk bersinergi. Misalnya dengan memperkuat koordinasi internal dalam menjalankan suatu pekerjaan yang sudah direncanakan. Sehingga, target kinerja yang telah ditentukan dapat tercapai. ‘’Makanya ini harus kita kejar agar ke depan bisa dapat (predikat) A,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  PAD Rp 900 Juta, Pengeluaran Gaji Karyawan Bank Daerah Kota Madiun Rp 3 M

Maidi tidak menampik ada indikator atau komponen manajemen kinerja baru pada penilaian SAKIP. Tahun ini ada lima indikator yang dijadikan bahan penilaian. Antara lain, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan pencapaian sasaran/kinerja organisasi. Karena itu, untuk memperoleh predikat A pihaknya berusaha mempersiapkannya secara matang. ‘’Karena persiapan ini perlu waktu,’’ katanya.

Maidi mengungkapkan sesuai catatan dari Kemen PAN-RB ada indikator yang dirasa masih kurang. Terutama pada pencapaian sasaran kinerja organisasi. Karena itu, dia berharap ke depannya sejak dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil dan manfaat dari kinerja OPD harus cermat dalam penyusunannya. ‘’Sebenarnya kita sudah memenuhi ke sana, tapi mungkin ada satu sisi yang dinilai belum pas. Itu pasti jadi evaluasi karena target saya tahun depan bisa A,’’ tandasnya. (her/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Kota Madiun pada 2021 diganjar predikat BB. Raihan itu persis pada 2020 lalu. Tapi, hasil penilaiannya meningkat. Sebelumnya 70,01 kini menjadi 70,97.

Wali Kota Madiun Maidi mengapresiasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja mempertahankan dan menaikkan nilai SAKIP. Namun demikian, dia mengaku belum puas atas capaian tersebut.

Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), terdapat sejumlah OPD yang belum optimal dalam menjalankan indikator kinerja.

Meski tak menyebut secara gamblang, Maidi bakal menjadikan catatan dari Kemen PAN-RB itu sebagai bahan evaluasi ke depannya. ‘’Walaupun nilainya naik tapi belum A. Tapi, kami sudah ada sedikit perbaikan. Ini bagus. Karena ada daerah lain itu turun dari A ke BB,’’ kata wali kota.

Oleh sebab itu, Maidi mendorong seluruh OPD untuk bersinergi. Misalnya dengan memperkuat koordinasi internal dalam menjalankan suatu pekerjaan yang sudah direncanakan. Sehingga, target kinerja yang telah ditentukan dapat tercapai. ‘’Makanya ini harus kita kejar agar ke depan bisa dapat (predikat) A,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Ramadan Bulan Ibadah

Maidi tidak menampik ada indikator atau komponen manajemen kinerja baru pada penilaian SAKIP. Tahun ini ada lima indikator yang dijadikan bahan penilaian. Antara lain, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan pencapaian sasaran/kinerja organisasi. Karena itu, untuk memperoleh predikat A pihaknya berusaha mempersiapkannya secara matang. ‘’Karena persiapan ini perlu waktu,’’ katanya.

Maidi mengungkapkan sesuai catatan dari Kemen PAN-RB ada indikator yang dirasa masih kurang. Terutama pada pencapaian sasaran kinerja organisasi. Karena itu, dia berharap ke depannya sejak dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil dan manfaat dari kinerja OPD harus cermat dalam penyusunannya. ‘’Sebenarnya kita sudah memenuhi ke sana, tapi mungkin ada satu sisi yang dinilai belum pas. Itu pasti jadi evaluasi karena target saya tahun depan bisa A,’’ tandasnya. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/