alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Dipicu IPAL Tak Berfungsi, Menahun Tersiksa Bau Limbah Tahu

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Menahun sudah persoalan limbah tahu di Banjarejo, Taman, belum tersolusikan. Selama itu pula keluhan masyarakat akan keberadaan industri kecil menengah (IKM) pengolahan kedelai itu terus mengalir.

Laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun untuk segera mengatasi pencemaran limbah di saluran air sekitar pun tidak sekali-dua terlontar. Namun, penanganannya masih bersifat normatif. Seperti pengecekan di lapangan dan kajian.

Yuliana, salah seorang pelaku usaha di wilayah setempat, merasakan betul. Sebab, posisi rumah dan tempat usahanya dekat dengan saluran air pembuangan limbah tahu tersebut. ‘’Tentu sangat mengganggu. Bukan saya saja, tapi masyarakat lainnya juga,’’ kata sekretaris Komisi III DPRD Kota Madiun itu, Jumat (27/5).

Dia bersama anggota komisi III lainnya sempat mendatangi rumah produksi tahu tersebut Selasa (24/5). Hasilnya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pabrik tahu itu tak berfungsi. ‘’Tapi, di sisi lain air limbah tahu dinilai baik untuk pertanian,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi Kerek Angka Kematian Bayi di Kabupaten Madiun

Kepala DLH Kota Madiun Agus Siswanta mengatakan, pihaknya terus mengupayakan penyelesaian masalah limbah pabrik tahu di Banjarejo tersebut. Sebenarnya, lanjut dia, para pengusaha sudah membuat penyaringan air limbah.

Namun, belum membuahkan hasil. Sebaliknya, pencemaran limbah tahu masih tetap menebar bau tak sedap. ’’Kami sudah berupaya agar limbah tidak mengganggu warga. Di sisi lain, kami juga tidak ingin mematikan usaha warga. Tapi, masalah ini sudah lama. Kami juga telah berikan sosialisasi kepada mereka untuk membangun IPAL,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Menahun sudah persoalan limbah tahu di Banjarejo, Taman, belum tersolusikan. Selama itu pula keluhan masyarakat akan keberadaan industri kecil menengah (IKM) pengolahan kedelai itu terus mengalir.

Laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun untuk segera mengatasi pencemaran limbah di saluran air sekitar pun tidak sekali-dua terlontar. Namun, penanganannya masih bersifat normatif. Seperti pengecekan di lapangan dan kajian.

Yuliana, salah seorang pelaku usaha di wilayah setempat, merasakan betul. Sebab, posisi rumah dan tempat usahanya dekat dengan saluran air pembuangan limbah tahu tersebut. ‘’Tentu sangat mengganggu. Bukan saya saja, tapi masyarakat lainnya juga,’’ kata sekretaris Komisi III DPRD Kota Madiun itu, Jumat (27/5).

Dia bersama anggota komisi III lainnya sempat mendatangi rumah produksi tahu tersebut Selasa (24/5). Hasilnya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pabrik tahu itu tak berfungsi. ‘’Tapi, di sisi lain air limbah tahu dinilai baik untuk pertanian,’’ ujarnya.

Baca Juga :  RSUD dr Soedono Rawat Seorang Pasien Suspect Covid-19

Kepala DLH Kota Madiun Agus Siswanta mengatakan, pihaknya terus mengupayakan penyelesaian masalah limbah pabrik tahu di Banjarejo tersebut. Sebenarnya, lanjut dia, para pengusaha sudah membuat penyaringan air limbah.

Namun, belum membuahkan hasil. Sebaliknya, pencemaran limbah tahu masih tetap menebar bau tak sedap. ’’Kami sudah berupaya agar limbah tidak mengganggu warga. Di sisi lain, kami juga tidak ingin mematikan usaha warga. Tapi, masalah ini sudah lama. Kami juga telah berikan sosialisasi kepada mereka untuk membangun IPAL,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/