alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Empat Unit Kendaraan Dinas Pemkot Madiun Tak Lalu Lelang

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kendaraan dinas Pemkot Madiun yang dilelang menjadi rebutan warga. Catatan badan keuangan dan aset daerah (BKAD), dari total 61 kendaraan yang dilelang hanya tersisa empat. Perinciannya, satu unit roda dua dan tiga kendaraan roda tiga.

Ya, beberapa hari lalu pemkot melelang 61 kendaraan dinas melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya jenis mobil, empat kendaraan roda tiga, dan 53 sepeda motor.

Sekretaris BKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji mengatakan, awalnya pemkot menargetkan limit pendapatan sekitar Rp 220,4 juta. Namun, setelah diakumulasi terealisasi Rp 344,3 juta atau surplus 56,2 persen. ‘’Uang hasil lelang telah ditransfer oleh KPKNL ke kas daerah pada 24 Mei lalu,’’ ujarnya, Jumat (27/5).

Dia mengungkapkan, dalam proses lelang tersebut ada seorang peserta dari luar Kota Madiun yang memborong 24 sepeda motor. Puluhan kendaraan itu rencananya bakal digunakan untuk operasional di kebun karet dan kopi Sumatera Selatan. ‘’Hanya satu motor yang tidak laku. Nilai limitnya Rp 2,6 juta keluaran 2021. Itu nggak ada yang menawar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Usung Branding Kampung Pesilat, Alifia Dkk Sabet Juara I Pimnas

Sidik menambahkan, empat kendaraan roda tiga merek Tossa yang dilelang sempat ada yang menawar. Namun, belakangan setelah mengetahui kondisi barangnya, hanya satu yang dibayar. ‘’Yang tiga, setelah dilihat barangnya ternyata tidak laik jalan,’’ bebernya.

Menurut dia, sah-sah saja penawar membatalkan pembelian kendaraan. Sebab, proses lelang dilakukan secara terbuka. Hanya, uang jaminan sekitar 50 persen dari harga limit lelang tak bisa diambil yang bersangkutan. ‘’Uang jaminan itu menjadi pendapatan kantor lelang,’’ ujarnya.

Lelang kendaraan dinas pemkot bakal dilaksanakan kembali tahun depan. Apalagi, tahun ini sudah ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan penghapusan aset kendaraannya. ‘’Kendaraan yang tidak laku tahun ini selanjutnya akan diikutkan lelang lagi tahun depan. Saat ini, kendaraan dinas OPD yang akan dihapus asetnya masih kami proses,’’ pungkas Sidik. (her/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kendaraan dinas Pemkot Madiun yang dilelang menjadi rebutan warga. Catatan badan keuangan dan aset daerah (BKAD), dari total 61 kendaraan yang dilelang hanya tersisa empat. Perinciannya, satu unit roda dua dan tiga kendaraan roda tiga.

Ya, beberapa hari lalu pemkot melelang 61 kendaraan dinas melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya jenis mobil, empat kendaraan roda tiga, dan 53 sepeda motor.

Sekretaris BKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji mengatakan, awalnya pemkot menargetkan limit pendapatan sekitar Rp 220,4 juta. Namun, setelah diakumulasi terealisasi Rp 344,3 juta atau surplus 56,2 persen. ‘’Uang hasil lelang telah ditransfer oleh KPKNL ke kas daerah pada 24 Mei lalu,’’ ujarnya, Jumat (27/5).

Dia mengungkapkan, dalam proses lelang tersebut ada seorang peserta dari luar Kota Madiun yang memborong 24 sepeda motor. Puluhan kendaraan itu rencananya bakal digunakan untuk operasional di kebun karet dan kopi Sumatera Selatan. ‘’Hanya satu motor yang tidak laku. Nilai limitnya Rp 2,6 juta keluaran 2021. Itu nggak ada yang menawar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Fasilitasi Generasi Milenial Kembangkan Hortikultura

Sidik menambahkan, empat kendaraan roda tiga merek Tossa yang dilelang sempat ada yang menawar. Namun, belakangan setelah mengetahui kondisi barangnya, hanya satu yang dibayar. ‘’Yang tiga, setelah dilihat barangnya ternyata tidak laik jalan,’’ bebernya.

Menurut dia, sah-sah saja penawar membatalkan pembelian kendaraan. Sebab, proses lelang dilakukan secara terbuka. Hanya, uang jaminan sekitar 50 persen dari harga limit lelang tak bisa diambil yang bersangkutan. ‘’Uang jaminan itu menjadi pendapatan kantor lelang,’’ ujarnya.

Lelang kendaraan dinas pemkot bakal dilaksanakan kembali tahun depan. Apalagi, tahun ini sudah ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan penghapusan aset kendaraannya. ‘’Kendaraan yang tidak laku tahun ini selanjutnya akan diikutkan lelang lagi tahun depan. Saat ini, kendaraan dinas OPD yang akan dihapus asetnya masih kami proses,’’ pungkas Sidik. (her/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/