alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Polisi Imbau Masyarakat Taat Aturan PPKM Level 4

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Penutupan jalan untuk menekan mobilitas masyarakat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level 4 diklaim efektif. Kendati begitu, masih ada saja sejumlah warga yang menganggap peranti penutup jalan layaknya pajangan.

Tak sedikit pengendara motor nekat menerobos simpang empat Pagotan dan Dolopo. Kepolisian tak memungkiri fakta itu. Pun, hanya berharap masyarakat sadar mendukung PPKM level 4 di Kabupaten Madiun yang berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. ‘’Warga yang seperti itu (menerobos, Red) sekitar 15 persen,’’ kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Madiun Ipda Anita Diah Puspitosari, Senin (27/7).

Berdasar pantauan di lokasi, pemotor penerobos portal kebanyakan karyawan toko di kawasan setempat. Bukan mobilitas warga yang hendak menuju Kecamatan Dagangan (arah timur) di simpang empat Pagotan. ‘’Penutupan ruas jalan terus dipantau dengan patroli,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tanpa Masker Dilarang Masuk Objek Wisata

Penutupan empat ruas jalan di simpang Pagotan dan Dolopo memang tidak dijaga 24 jam. Alasannya, keterbatasan personel. ‘’Personel Polres Madiun terserap untuk penyekatan di wilayah perbatasan. Sementara personel polsek juga mengikuti berbagai kegiatan di wilayah masing-masing seperti vaksinasi,’’ jelas Anita. (den/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Penutupan jalan untuk menekan mobilitas masyarakat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level 4 diklaim efektif. Kendati begitu, masih ada saja sejumlah warga yang menganggap peranti penutup jalan layaknya pajangan.

Tak sedikit pengendara motor nekat menerobos simpang empat Pagotan dan Dolopo. Kepolisian tak memungkiri fakta itu. Pun, hanya berharap masyarakat sadar mendukung PPKM level 4 di Kabupaten Madiun yang berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. ‘’Warga yang seperti itu (menerobos, Red) sekitar 15 persen,’’ kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Madiun Ipda Anita Diah Puspitosari, Senin (27/7).

Berdasar pantauan di lokasi, pemotor penerobos portal kebanyakan karyawan toko di kawasan setempat. Bukan mobilitas warga yang hendak menuju Kecamatan Dagangan (arah timur) di simpang empat Pagotan. ‘’Penutupan ruas jalan terus dipantau dengan patroli,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Abai Protokol Kesehatan, Belasan E-ktp Disita Satpol PP

Penutupan empat ruas jalan di simpang Pagotan dan Dolopo memang tidak dijaga 24 jam. Alasannya, keterbatasan personel. ‘’Personel Polres Madiun terserap untuk penyekatan di wilayah perbatasan. Sementara personel polsek juga mengikuti berbagai kegiatan di wilayah masing-masing seperti vaksinasi,’’ jelas Anita. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/